MerahPutih.com - PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama KAI Commuter melakukan perpanjangan peron jalur 6, 7, dan 8 di Stasiun Bogor.
Langkah sebagai bagian dari peningkatan kapasitas layanan Commuter Line di wilayah Bogor Line. Di mana, pekerjaan tersebut berlangsung sejak 15 April 2026 dan ditargetkan selesai pada Juli 2026.
Revitalisasi dilakukan untuk mendukung operasional Commuter Line dengan 12 kereta dalam satu rangkaian (SF12), sehingga kapasitas angkut pelanggan dalam satu perjalanan dapat meningkat seiring pertumbuhan mobilitas masyarakat di lintas Bogor Line.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, peningkatan fasilitas pelayanan di Stasiun Bogor menjadi langkah penting dalam menjaga kelancaran mobilitas pelanggan Commuter Line yang terus tumbuh setiap tahun.
Baca juga:
Rencana KAI Commuter Operasikan KRL 12 Gerbong di Jalur Green Line pada Tahun 2027
Bogor Line menjadi salah satu lintas dengan mobilitas pelanggan tertinggi di wilayah Jabodetabek.
"Pertumbuhan volume pelanggan yang terus meningkat perlu diimbangi dengan kesiapan kapasitas stasiun dan pola operasi perjalanan agar pelayanan kepada pelanggan tetap berjalan optimal," ujar Anne, Rabu (20/5).
Frekuensi perjalanan Commuter Line di Stasiun Bogor mencapai 392 perjalanan per hari pada hari kerja dan 373 perjalanan per hari saat akhir pekan.
Tingginya frekuensi perjalanan tersebut menjadikan Stasiun Bogor sebagai salah satu stasiun dengan aktivitas pelanggan paling padat di jaringan Commuter Line Jabodetabek.
Data pelanggan menunjukkan tren pertumbuhan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada periode Januari hingga April 2026, volume pelanggan yang melakukan gate in di Stasiun Bogor tercatat sebanyak 6.140.074 pelanggan, sedangkan gate out mencapai 5.959.832 pelanggan.
Sepanjang tahun 2025, volume gate in di Stasiun Bogor mencapai 18.199.619 pelanggan dan gate out sebanyak 18.171.350 pelanggan. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencatat gate in sebanyak 17.124.802 pelanggan dan gate out sebesar 17.276.284 pelanggan.
Pertumbuhan pelanggan juga terlihat pada volume pengguna Bogor Line secara keseluruhan. Pada 2022, jumlah pelanggan tercatat sebanyak 102.054.022 pelanggan. Angka tersebut meningkat menjadi 133.040.885 pelanggan pada 2023, kemudian kembali naik menjadi 145.920.264 pelanggan pada 2024, dan mencapai 155.009.997 pelanggan pada 2025.
Sementara itu, pada Januari hingga April 2026, jumlah pelanggan Bogor Line telah mencapai 51.868.066 pelanggan. Tingginya mobilitas tersebut menunjukkan peran Commuter Line sebagai transportasi utama masyarakat perkotaan dalam mendukung aktivitas harian.
Pengoperasian rangkaian dengan 12 kereta akan memberikan kapasitas angkut yang lebih besar dalam satu perjalanan sehingga distribusi pelanggan dapat menjadi lebih baik, khususnya pada jam sibuk.
"Penambahan kapasitas melalui operasional rangkaian 12 kereta disiapkan untuk mendukung kebutuhan pelanggan yang terus berkembang. Dengan kapasitas yang lebih besar dalam satu perjalanan, pelayanan diharapkan menjadi lebih lancar dan pengalaman perjalanan pelanggan semakin nyaman," jelas Anne.
Selain perpanjangan peron dan penyesuaian jalur, revitalisasi juga mencakup pembangunan kanopi baru pada area peron jalur 6, 7, dan 8. Kanopi tersebut dirancang terhubung langsung dengan area selasar stasiun guna meningkatkan kenyamanan pelanggan saat menunggu maupun berpindah jalur, terutama saat kondisi hujan dan cuaca panas.
Saat ini pekerjaan revitalisasi telah memasuki tahap pemasangan ulang tiang Listrik Aliran Atas (LAA) dan konstruksi calon peron baru.
"Seluruh pekerjaan ditargetkan selesai dan dapat dioperasikan secara optimal pada Juli 2026," katanya.
Selama proses revitalisasi berlangsung, terdapat penyesuaian pola operasional dan alur pelayanan pelanggan di area stasiun.
KAI bersama KAI Commuter terus melakukan pengaturan arus pelanggan, optimalisasi pelayanan petugas, serta penguatan informasi perjalanan agar mobilitas pelanggan tetap berjalan aman, tertib, dan lancar selama pekerjaan berlangsung. (Asp)