Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Arab Saudi Tawarkan BNPT Pelatihan Deradikalisasi

Luhung Sapto - Minggu, 22 Januari 2017

Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) tengah membuat program penanggulangan terorisme dalam rangka menekan pemikiran-pemikiran radikal di kalangan anak-anak muda.

Kepala BNPT Komjen Pol Suhardi Alius mengatakan pemerintah Indonesia sangat serius dalam menghentikan fenomena seperti ini karena bukan saja merusak tatanan kehidupan masyarakat tetapi juga telah merusak citra agama Islam, sebagai agama mayoritas di Indonesia. Dalam kaitan itu, BNPT melakukan kunjungan ke Arab Saudi untuk bertukar informasi tentang penanganan terorisme dan radikalisme baru-baru ini.

Kepala BNPT didampingi oleh didampingi Deputi Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Direktur Deradikalisasi Prof. Dr. Irfan Idris, MA, serta kelompok Ahli BNPT yang diwakili oleh Imam Besar Masjid Istiqlal Prof Dr. Nasaruddin Umar, MA dan Prof. Dr. Hamdi Muluk, MSi, juga melakukan peninjauan ke Pusat Konsultasi dan Pembinaan Muhammad bin Naif (Markaz Muhammad bin Naif Lilmunasha wa Arriayah) dalam rangka menggali pengalaman dalam membina mantan teroris serta sistem resosialisasi dan rehabilitasi pemikiran ekstrim di kalangan kelompok-kelompok radikal di sana.

"Kunjungan ini adalah bagian dari upaya BNPT dalam menyiapkan program penanggulangan terorisme, dalam hal ini yaitu deradikalisasi dari hulu sampai hilir. Di sana, kami banyak melakukan tukar informasi dan ilmu, menyaksikan langsung proses deradikalisasi yang dilakukan pemerintah Arab Saudi terhadap para tahanan terorisme," kata Suhardi di Jakarta, Sabtu (21/1).

Dikatakan, Kerajaan Arab Saudi sangat mengapresiasi langkah-langkah BNPT dalam menanggulangi terorisme di Indonesia dan menekankan bahwa GID akan memberikan penghormatan dan penghargaan kepada para syuhada-syuhada Densus yang telah gugur dalam peristiwa penangkapan teroris dengan memberikan kesempatan menunaikan ibadah haji bagi keluarga mereka.

Kepala Direktorat Intelijen Kementrian Dalam Negeri Kerajaan Arab Saudi, Abdul Aziz Alhwairny mengatakan Pusat Konsultasi dan Pembinaan Muhammad bin Naif menyediakan kesempatan kepada BNPT untuk mengikuti pelatihan terkait mekanisme dan proses deradikalisasi yang selama ini diterapkan di Arab Saudi.

Pelatihan itu akan dipusatkan tentang proses-proses yang harus dilalui oleh seorang mantan teroris atau mereka yang terlibat dalam pemikiran radikal untuk kembali ke masyarakat dan bekerja sebagaimana masyarakat lainnya.

Seperti diketahui, Arab Saudi adalah salah satu negara yang paling banyak menderita akibat aksi terorisme. Juga sejumlah warganya terlibat dalam jaringan terorisme internasional sehingga pemerintah secara serius menanggulangi hal tersebut melalui berbagai metode termasuk rehabilitasi pemikiran, reintegrasi ke dalam masyarakat dan metode lainnya yang dianggap mampu menjamin dan membebaskan seseorang yang radikal menjadi tidak radikal.

Selain pertemuan dengan GID dan kunjungan ke Markaz Naif, serta Lapas, delegasi BNPT juga melakukan pertemuan dengan ulama-ulama di Arab Saudi, termasuk dengan imam Masjidil Haram, Assudaisy, dan dengan masyarakat Indonesia di Jeddah.

Baca Artikel Asli