MerahPutih.com - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengimbau kepada warga yang beragama Islam untuk menjalankan ibadah puasa 1441 Hijriah di rumah. Seruan itu berkaitan dengan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
"Bulan puasa kali ini akan berbeda. Bagi begitu banyak kita, termasuk saya pribadi dan saya yakin Pak Wagub dan kita semua. Bulan puasa adalah bulan di mana kita berada di masjid. Kita berkegiatan dari mulai subuh sampai tarawih. Masjid adalah sentralnya," kata Aniea di Balai Kota DKI, Jakarta Pusat, Rabu (22/4).
Baca Juga:
Gaet Pengunjung, Hotel di Yogyakarta Tawarkan Paket Karantina 2 Minggu
"Dan puasa kali ini akan menjadi berbeda karena kita semua akan melakukan kegiatan itu di rumah," sambung dia.
Tak hanya ibadah yang berpusat di masjid, kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan pun tidak bisa dilakukan. Seperti buka puasa bersama dan kegiatan lain sejenisnya. Kondisi ini menurut Anies mengingatkan pada ramadan zaman Rasulullah.
"Ramadan kali ini mungkin mirip dengan Ramadan pada saat Nabi Besar Muhammad SAW. Pada saat itu, semua tidak dikerjakan di masjid. Sempat tarawih di masjid, tapi kemudian tarawih di rumah. Buka puasa juga di rumah. Kegiatan peribadatan di rumah," terang Anies.
Meski dilakukan di rumah, Anies menganjurkan agar masyarakat tetap semangat untuk meningkatkan ketakwaan sekaligus memerangi pandemi COVID-19.
"Mari kita jalankan ibadah di bulan suci Ramadan itu dengan juga menjaga, mencegah penularan COVID-19," imbuh Anies.
Baca Juga:
[HOAKS atau FAKTA]: Semua Pasien Positif Corona di Padang Sembuh
Lebih lanjut, Anies berharap agar bulan suci Ramadan yang bersamaan dengan PSBB ini dapat berjalan dengan baik dan dapat mengajarkan masyarakat tentang nilai ketakwaan yang baru.
"Pandang ini, perpanjangan PSBB ini, sebagai kesempatan untuk mengeratkan di dalam meningkatkan ketakwaan di dalam keluarga. Karena semua dikerjakan bersama-sama. Yang pimpin tarawih ayahnya. Tadarus bersama ayahnya, bersama ibunya. Suasana yang amat berbeda," tutup Anies. (Asp)
Baca Juga:
Mahasiswa Ditangkap Karena Provokasi Serang Kaum Kapitalis di Tengah Pandemi Corona