Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Dunia

Anggun Berduka atas Penyerangan Brutal Kantor Majalah Charlie Hebdo

Noer Ardiansjah - Kamis, 08 Januari 2015
MerahPutih, Internasional - Kekejaman aksi terorisme tengah melanda Prancis. sebuah peristiwa mengerikan  terjadi di sebuah kantor Majalah ternama, Charlie Hebdo. Di mana sebuah gerombolan bersenjata otomatis secara membabi-buta  memberondong kantor majalah yang terletak di pusat kota Paris itu beserta para karyawan tanpa alasan yang jelas.
 
Peristiwa mengerikan itu mendapat perhatian dari penyanyi kelahiran Indonesia yang kini menjadi warga negara Prancis, Anggun.  Pelantun tembang 'Snow On Sahara' ini  sangat tersayat atas kejadian brutal tersebut.
 
Melalui akun Twitter, Anggun  mengutarakan kesedihan dan kekecewaan yang mendalam akan kejadian tragis di kantor Tabloid Charlie Hebdo tersebut.
 
Anggun Menulis  "Kenapa bisa begini? Dunia ini seakan menjadi  sebuah tempat mengerikan di mana Kejahatan ada di mana-mana, kebencian ditanamkan, dan rasa dendam dianggap sebuah keadilan #CharlieHebdo," tulisnya.
 
Sebagai rasa belasungkawa atas peristiwa memilukan tersebut anggun pun mengunggah  gambar pita hitam disertai tulisan Charlie Hebdo pada akun Twitternya. 
 
Seperti dirangkum merahputih dari berbagai sumber seperti AFP dan Guardian, majalah Charlie Hebdo sendiri  kerap menerbitkan kartun-kartun satir yang oleh umat Muslim dianggap sebagai bentuk pelecehan atau serangan. Majalah ini terbit sejak 1970, mendapat inspirasi namanya dari tokoh kartun Amerika, Charlie Brown. Sejak awal majalah ini diterbitkan untuk "meledek" selebriti, politisi, bahkan agama. 
 
Pada 2006, Charlie Hebdo menjadi target utama kelompok-kelompok Islam radikal setelah mencetak ulang 12 kartun Nabi Muhammad yang sempat diterbitkan harian Denmark, Jyllands-Posten. Saat itu majalah ini menampilkan sebuah kartun yang menggambarkan sebuah bom yang ditempatkan dalam sebuah surban. Sontak saja hal itu memicu protes di negara-negara Muslim. Namun, redaksi majalah ini selalu berkilah bahwa apa yang mereka lakukan adalah bagian dari kebebasan berekspresi.
 
Hingga berita ini diturunkan, masih belum diketahui motif dari aksi penyerangan brutal tersebut. itu. Sekitar 3.000 polisi diterjunkan untuk mencari pelaku penembakan di kantor redaksi tabloid satir Prancis Charlie Hebdo. Penyerangan ini menewaskan 12 orang, yang seluruhnya anggota redaksi, termasuk redaktur kartunis Stephane Charbonnier. (Man)
Baca Artikel Asli