Anggun Berduka atas Penyerangan Brutal Kantor Majalah Charlie Hebdo

Noer ArdiansjahNoer Ardiansjah - Kamis, 08 Januari 2015
Anggun Berduka atas Penyerangan Brutal Kantor Majalah Charlie Hebdo

Twitter Anggun C Sasmi

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:
MerahPutih, Internasional - Kekejaman aksi terorisme tengah melanda Prancis. sebuah peristiwa mengerikan  terjadi di sebuah kantor Majalah ternama, Charlie Hebdo. Di mana sebuah gerombolan bersenjata otomatis secara membabi-buta  memberondong kantor majalah yang terletak di pusat kota Paris itu beserta para karyawan tanpa alasan yang jelas.
 
Peristiwa mengerikan itu mendapat perhatian dari penyanyi kelahiran Indonesia yang kini menjadi warga negara Prancis, Anggun.  Pelantun tembang 'Snow On Sahara' ini  sangat tersayat atas kejadian brutal tersebut.
 
Melalui akun Twitter, Anggun  mengutarakan kesedihan dan kekecewaan yang mendalam akan kejadian tragis di kantor Tabloid Charlie Hebdo tersebut.
 
Anggun Menulis  "Kenapa bisa begini? Dunia ini seakan menjadi  sebuah tempat mengerikan di mana Kejahatan ada di mana-mana, kebencian ditanamkan, dan rasa dendam dianggap sebuah keadilan #CharlieHebdo," tulisnya.
 
Sebagai rasa belasungkawa atas peristiwa memilukan tersebut anggun pun mengunggah  gambar pita hitam disertai tulisan Charlie Hebdo pada akun Twitternya. 
 
Seperti dirangkum merahputih dari berbagai sumber seperti AFP dan Guardian, majalah Charlie Hebdo sendiri  kerap menerbitkan kartun-kartun satir yang oleh umat Muslim dianggap sebagai bentuk pelecehan atau serangan. Majalah ini terbit sejak 1970, mendapat inspirasi namanya dari tokoh kartun Amerika, Charlie Brown. Sejak awal majalah ini diterbitkan untuk "meledek" selebriti, politisi, bahkan agama. 
 
Pada 2006, Charlie Hebdo menjadi target utama kelompok-kelompok Islam radikal setelah mencetak ulang 12 kartun Nabi Muhammad yang sempat diterbitkan harian Denmark, Jyllands-Posten. Saat itu majalah ini menampilkan sebuah kartun yang menggambarkan sebuah bom yang ditempatkan dalam sebuah surban. Sontak saja hal itu memicu protes di negara-negara Muslim. Namun, redaksi majalah ini selalu berkilah bahwa apa yang mereka lakukan adalah bagian dari kebebasan berekspresi.
 
Hingga berita ini diturunkan, masih belum diketahui motif dari aksi penyerangan brutal tersebut. itu. Sekitar 3.000 polisi diterjunkan untuk mencari pelaku penembakan di kantor redaksi tabloid satir Prancis Charlie Hebdo. Penyerangan ini menewaskan 12 orang, yang seluruhnya anggota redaksi, termasuk redaktur kartunis Stephane Charbonnier. (Man)
#Prancis #Paris #Teroris #Tragedi Charlie Hebdo #Charlie Hebdo
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Peretasan Freezer Eropa, Stok Darah Prancis Ikut Terancam
French Blood Establishment (EFS) mengatakan ruang pendingin tempat penyimpanan darah terdampak peretas.
Dwi Astarini - Kamis, 05 November 2026
Peretasan Freezer Eropa, Stok Darah Prancis Ikut Terancam
Dunia
Jumlah Narapidana di Prancis Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Penjara Makin Sesak
Jumlah narapidana di Prancis mencapai 90.937 orang, jauh melampaui kapasitas penjara. Hampir 9.000 orang terpaksa tidur di atas kasur lantai.
Yusuf Abdillah - Selasa, 03 November 2026
Jumlah Narapidana di Prancis Catat Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah, Penjara Makin Sesak
Indonesia
Prancis Bakal Terapkan Aturan Peserta Aksi Bayar Kerusakan, Denda Rp 200 Juta Per Orang
RUU itu bertujuan mengatur "ganti rugi atas kerusakan akibat kekerasan atau perusakan yang dilakukan di ruang publik serta pemulihan kerugian."
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 28 Oktober 2026
Prancis Bakal Terapkan Aturan Peserta Aksi Bayar Kerusakan, Denda Rp 200 Juta Per Orang
Indonesia
Korban Tewas Serangan di Gereja Hamoud Yordania Capai 7 Orang, Satu Orang Kritis
Serangan ini juga menyasar komunitas Kristen dan tatanan nasional Yordania yang selama ini menyatukan umat Muslim dan Kristen dalam semangat persatuan dan persaudaraan.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 25 Oktober 2026
Korban Tewas Serangan di Gereja Hamoud Yordania Capai 7 Orang, Satu Orang Kritis
Dunia
Kunjungi Timur Tengah, Macron Desak Israel Tarik Pasukan dari Wilayah Palestina
Seruan itu disampaikan dalam pernyataan bersama yang diikeluarkan Kementerian Luar Negeri Qatar seusai Emir Qatar Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani bertemu Presiden Prancis Emmanuel Macron di Doha, Rabu (21/10).
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 22 Oktober 2026
Kunjungi Timur Tengah, Macron Desak Israel Tarik Pasukan dari Wilayah Palestina
Dunia
Barang-Barang Jarahan Kerusuhan Prancis Bermunculan di Vinted
Vinted, yang didirikan di Lituania pada 2008, telah berkembang menjadi salah satu pasar barang bekas terbesar di Eropa.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Barang-Barang Jarahan Kerusuhan Prancis Bermunculan di Vinted
Dunia
Pemerintah Prancis Akui Gagal Tangani Kerusuhan, akan Kerahkan Pasukan Militer untuk Pengamanan
Pihak militer akan diterjunkan mendampingi aparat kepolisian.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
 Pemerintah Prancis Akui Gagal Tangani Kerusuhan, akan Kerahkan Pasukan Militer untuk Pengamanan
Dunia
Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah
Jam malam akan berlaku mulai Senin pukul 23.00 hingga Selasa pukul 06.00. Selain itu, kerumunan dan demonstrasi juga dilarang mulai pukul 20.00.
Dwi Astarini - Selasa, 20 Oktober 2026
Cegah Kerusuhan Lanjutan, Polisi Paris Terapkan Jam Malam di 2 Wilayah
Dunia
Prancis Rusuh! Presiden Macron Merasa Marah dan Malu
Nunez mengajukan pengunduran dirinya kepada Macron pada Minggu (18/10) di tengah meningkatnya kritik terhadap penanganan pihak berwenang terhadap kerusuhan tersebut.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 20 Oktober 2026
Prancis Rusuh! Presiden Macron Merasa Marah dan Malu
Dunia
Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi
Sebagian besar pemilik toko telah kehilangan seluruh harta benda mereka.
Dwi Astarini - Senin, 19 Oktober 2026
Kerusuhan Prancis, PM Sebastien Lecornu Tegaskan Penjarah Harus Ganti Rugi
Bagikan