Merahputih.com - Semifinal Piala Dunia 2026 memicu ketegangan tinggi saat Spanyol bersua Prancis. Ketegangan mencapai puncaknya saat Lamine Yamal dilanggar dan berbuah hadiah penalti krusial bagi La Furia Roja.
Mikel Oyarzabal maju sebagai eksekutor dan berhasil menuntaskan tugasnya lalu membawa armada Luis De La Fuente memimpin kedudukan hingga paruh pertama. Namun, keputusan wasit asal El Salvador, Ivan Barton, langsung memicu gelombang protes keras dari kubu Les Bleus.
Baca juga:
Skuad Prancis mengajukan protes keras karena menilai Lamine Yamal melakukan pelanggaran handball terlebih dahulu sebelum insiden benturan terjadi. Bek Prancis Lucas Digne memang terlihat melakukan kontak fisik nyata di dalam kotak terlarang. Kendati demikian, tayangan ulang memicu perdebatan sengit antarpengamat sepak bola dunia.

Analisis peraturan dari pakar perwasitan ITV Sport, Christina Unkel, ternyata tidak sejalan dengan protes para pemain Prancis. Unkel membenarkan keputusan lapangan Ivan Barton serta menyamakan insiden Lucas Digne dengan pelanggaran Harry Kane kontra Meksiko serta Luka Modric melawan Inggris.
Kontak terjadi pada bagian lengan baju Yamal, bagian tersebut tidak dianggap sebagai pelanggaran lengan (handball). Keputusan penalti harus tetap sah. Seperti Harry Kane, bek berkomitmen melakukan tekel, tetapi memiliki opsi untuk tidak melakukan kontak fisik,
ucap Christina Unkel.
Data Insiden dan Analisis Pertandingan Dallas
Kontroversi laga semifinal ini melibatkan sejumlah nama besar serta beberapa catatan statistik penting lapangan:
-
Lokasi Pertandingan: Stadion Dallas, Amerika Serikat.
-
Eksekutor Penalti Spanyol: Mikel Oyarzabal sukses menyarang bola ke gawang Prancis.
-
Wasit Pemimpin Laga: Ivan Barton asal El Salvador.
-
Pihak Terduga Pelanggaran: Lucas Digne melanggar Lamine Yamal di area terlarang.
-
Analisis Pelanggaran Serupa: Kasus Harry Kane (vs Meksiko) dan Luka Modric (vs Inggris).
-
Posisi Bola Kontroversial: Kontak bola mengenai area lengan baju atas Lamine Yamal.
Kritik Pedas Legenda Manchester United
Mantan bek legendaris Inggris, Gary Neville, melemparkan kritik tajam terhadap performa pertahanan Lucas Digne.

Neville menilai pemain bertahan Aston Villa tersebut kekurangan kesadaran posisi saat menghadapi pergerakan lawan. Kelalaian mengawasi pergerakan penyerang sayap Barcelona tersebut berakibat fatal bagi nasib Prancis di semifinal.
“Khususnya saat menghadapi pemain hebat di sisi luar, bek harus sadar posisi lawan. Bek menutup tubuhnya sejak awal, harus tahu posisi Yamal. Modric dan Kane pernah melakukan hal serupa, tetapi Digne harus lebih waspada. Bek bahkan tidak sadar kehadiran lawan, sama sekali tidak punya petunjuk,” tutur Gary Neville kepada ITV Sport saat mengevaluasi kelemahan lini belakang Prancis.
Baca juga:
Deretan Fakta Menarik Usai Timnas Spanyol Kalahkan Prancis 2-0 di Semifinal Piala Dunia 2026
Kemenangan lewat gol titik putih ini membawa implikasi besar bagi peta persaingan menuju laga final Piala Dunia 2026. Kubu Spanyol kini menanti pemenang laga semifinal lainnya, sementara Prancis terpaksa mengevaluasi lini pertahanan mereka.

