Legenda Manchester United Semprot Lucas Digne Sebagai Bek 'Buta' Karena Tak Tahu Posisi Lamine Yamal

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Rabu, 15 Juli 2026
Legenda Manchester United Semprot Lucas Digne Sebagai Bek 'Buta' Karena Tak Tahu Posisi Lamine Yamal

Ilustrasi (FIFA)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Semifinal Piala Dunia 2026 memicu ketegangan tinggi saat Spanyol bersua Prancis. Ketegangan mencapai puncaknya saat Lamine Yamal dilanggar dan berbuah hadiah penalti krusial bagi La Furia Roja.

Mikel Oyarzabal maju sebagai eksekutor dan berhasil menuntaskan tugasnya lalu membawa armada Luis De La Fuente memimpin kedudukan hingga paruh pertama. Namun, keputusan wasit asal El Salvador, Ivan Barton, langsung memicu gelombang protes keras dari kubu Les Bleus.

Baca juga:

Performa Timnas Prancis Melorot, Serangan Juga Tidak Membahayakan, Jadi Sebab Kekalahan dari Spanyol di Semifinal Piala Dunia 2026

Skuad Prancis mengajukan protes keras karena menilai Lamine Yamal melakukan pelanggaran handball terlebih dahulu sebelum insiden benturan terjadi. Bek Prancis Lucas Digne memang terlihat melakukan kontak fisik nyata di dalam kotak terlarang. Kendati demikian, tayangan ulang memicu perdebatan sengit antarpengamat sepak bola dunia.

Analisis peraturan dari pakar perwasitan ITV Sport, Christina Unkel, ternyata tidak sejalan dengan protes para pemain Prancis. Unkel membenarkan keputusan lapangan Ivan Barton serta menyamakan insiden Lucas Digne dengan pelanggaran Harry Kane kontra Meksiko serta Luka Modric melawan Inggris.

Kontak terjadi pada bagian lengan baju Yamal, bagian tersebut tidak dianggap sebagai pelanggaran lengan (handball). Keputusan penalti harus tetap sah. Seperti Harry Kane, bek berkomitmen melakukan tekel, tetapi memiliki opsi untuk tidak melakukan kontak fisik,

ucap Christina Unkel.

Data Insiden dan Analisis Pertandingan Dallas

Kontroversi laga semifinal ini melibatkan sejumlah nama besar serta beberapa catatan statistik penting lapangan:

  • Lokasi Pertandingan: Stadion Dallas, Amerika Serikat.

  • Eksekutor Penalti Spanyol: Mikel Oyarzabal sukses menyarang bola ke gawang Prancis.

  • Wasit Pemimpin Laga: Ivan Barton asal El Salvador.

  • Pihak Terduga Pelanggaran: Lucas Digne melanggar Lamine Yamal di area terlarang.

  • Analisis Pelanggaran Serupa: Kasus Harry Kane (vs Meksiko) dan Luka Modric (vs Inggris).

  • Posisi Bola Kontroversial: Kontak bola mengenai area lengan baju atas Lamine Yamal.

Kritik Pedas Legenda Manchester United

Mantan bek legendaris Inggris, Gary Neville, melemparkan kritik tajam terhadap performa pertahanan Lucas Digne.

Neville menilai pemain bertahan Aston Villa tersebut kekurangan kesadaran posisi saat menghadapi pergerakan lawan. Kelalaian mengawasi pergerakan penyerang sayap Barcelona tersebut berakibat fatal bagi nasib Prancis di semifinal.

“Khususnya saat menghadapi pemain hebat di sisi luar, bek harus sadar posisi lawan. Bek menutup tubuhnya sejak awal, harus tahu posisi Yamal. Modric dan Kane pernah melakukan hal serupa, tetapi Digne harus lebih waspada. Bek bahkan tidak sadar kehadiran lawan, sama sekali tidak punya petunjuk,” tutur Gary Neville kepada ITV Sport saat mengevaluasi kelemahan lini belakang Prancis.

Baca juga:

Deretan Fakta Menarik Usai Timnas Spanyol Kalahkan Prancis 2-0 di Semifinal Piala Dunia 2026

Kemenangan lewat gol titik putih ini membawa implikasi besar bagi peta persaingan menuju laga final Piala Dunia 2026. Kubu Spanyol kini menanti pemenang laga semifinal lainnya, sementara Prancis terpaksa mengevaluasi lini pertahanan mereka.

#Spanyol #Timnas Spanyol #Prancis #Timnas Prancis #Piala Dunia #Piala Dunia 2026 #Lamine Yamal
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Angga Yudha Pratama

Seorang jurnalis profesional, reporter senior, editor berita, dan asisten redaktur yang telah berkarya di industri media online nasional selama lebih dari satu dekade. Selalu mengedepankan akurasi, objektivitas, dan kualitas informasi dalam setiap karyanya berbekal dari pengalaman langsung bertahun-tahun melakukan peliputan di lapangan, penulisan berita, penyuntingan artikel, hingga pengelolaan konten digital. Keahlian tersebut membuat pemahaman secara menyeluruh proses produksi konten digital modern, mulai dari pencarian data, wawancara narasumber, verifikasi fakta, penulisan artikel, optimasi SEO, editing naskah, hingga publikasi berita sesuai kode etik jurnalistik. Lebih spesifik, pemahaman mengenai strategi optimasi SEO dan Digital Content untuk mesin pencari juga menjadi fokus saat ini di tengah disrupsi media. Keahlian itu meliputi SEO writing, content writing, copywriting, keyword research, semantic SEO, search intent, on page SEO, optimasi, artikel google, struktur heading SEO, evergreen content, optimasi readability, meta description hingga internal linking.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Olahraga
Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas India Akan Hadapi 2 Kontestan Piala Dunia 2026 Selain Brasil
Timnas India awalnya terdaftar sebagai peserta FIFA ASEAN Cup 2026, tergabung di Grup A bersama Indonesia, Singapura, dan Malaysia.
Frengky Aruan - Selasa, 25 Agustus 2026
Mundur dari FIFA ASEAN Cup 2026, Timnas India Akan Hadapi 2 Kontestan Piala Dunia 2026 Selain Brasil
Olahraga
Vonis Sanksi FIFA Adu Jotos Final Piala Dunia: Hukuman Paredes Terberat, Gavi Ikut Terseret
Kerusuhan adu jotos yang terjadi pasca-final Piala Dunia 2026 yang melibatkan sejumlah anggota skuad Timnas Argentina akhirnya berujung vonis berat.
Wisnu Cipto - Senin, 24 Agustus 2026
Vonis Sanksi FIFA Adu Jotos Final Piala Dunia: Hukuman Paredes Terberat, Gavi Ikut Terseret
Olahraga
Kepala Operasional FIFA Dipecat Usai Kritik Keras Rencana Gianni Infantino
Kepala Operasional FIFA, Kevin Lamour, meninggalkan jabatannya kurang dari tiga pekan setelah melontarkan kritik keras terhadap Gianni Infantino.
Yusuf Abdillah - Selasa, 18 Agustus 2026
Kepala Operasional FIFA Dipecat Usai Kritik Keras Rencana Gianni Infantino
Olahraga
Legenda Spanyol Xavi Hernandez Ditunjuk Tangani Timnas Belanda Setelah Tampil Mengecewakan di Piala Dunia 2026
Xavi mendapat tantangan baru bersama Belanda setelah Oranje menjalani Piala Dunia 2026 yang mengecewakan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 13 Agustus 2026
Legenda Spanyol Xavi Hernandez Ditunjuk Tangani Timnas Belanda Setelah Tampil Mengecewakan di Piala Dunia 2026
Dunia
Gerhana Matahari Total Bikin Harga Hotel di Spanyol Naik Selangit Hingga 500%
Gerhana Matahari total 12 Agustus 2026 membuat harga hotel di Spanyol melonjak hingga 500%. Soria mencatat tarif Rp18,7 juta per malam.
Wisnu Cipto - Selasa, 11 Agustus 2026
Gerhana Matahari Total Bikin Harga Hotel di Spanyol Naik Selangit Hingga 500%
Indonesia
Prabowo Heran Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Bandingkan dengan Cape Verde
Presiden RI, Prabowo Subianto, menyinggung timnas Indonesia gagal ke Piala Dunia 2026. Ia membandingkannya dengan Cape Verde.
Soffi Amira - Kamis, 06 Agustus 2026
Prabowo Heran Indonesia Gagal ke Piala Dunia 2026, Bandingkan dengan Cape Verde
Olahraga
QFA Apresiasi Penarikan Proposal FIFA Forward Enterprise, Sebetulnya Punya Nilai Plus
QFA melalui pernyataan resminya, Minggu, 2 Agustus, menyebut langkah FIFA menarik proposal tersebut mencerminkan kebijaksanaan dalam menjaga soliditas komunitas sepak bola dunia.
Frengky Aruan - Minggu, 02 Agustus 2026
QFA Apresiasi Penarikan Proposal FIFA Forward Enterprise, Sebetulnya Punya Nilai Plus
Indonesia
Krisis Imigran ke Eropa Kian Panas, Ratusan Orang Meninggal Saat Menyeberangi Laut Mediterania
Sementara, Krisis migrasi di Ceuta, kota otonom Spanyol di kawasan Afrika Utara, kian memanas dan menyebabkan bentrokan antara warga
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
Krisis Imigran ke Eropa Kian Panas, Ratusan Orang Meninggal Saat Menyeberangi Laut Mediterania
Dunia
Imigran Memasuki Ceuta Spanyol Balik ke Maroko, Korban Jiwa Total 57 Orang
Sejumlah imigran yang tiba di Ceuta, wilayah kantong Spanyol di Afrika, mengeklaim otoritas Maroko membantu mereka menyeberangi perbatasan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
Imigran Memasuki Ceuta Spanyol Balik ke Maroko, Korban Jiwa Total 57 Orang
Indonesia
PM Spanyol Datangi Ceuta Atasi Krisis Imigran Asal Maroko
Ceuta sendiri merupakan kota otonom dan wilayah eksklave milik Spanyol yang terletak di pesisir pantai Afrika Utara, berbatasan langsung dengan negara Maroko, serta menghadap ke Selat Gibraltar.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 01 Agustus 2026
PM Spanyol Datangi Ceuta Atasi Krisis Imigran Asal Maroko
Bagikan