Merahputih.com - Persaingan memperebutkan gelar pemenang Ballon d'Or tahun ini dipastikan makin panas setelah striker Bayern Munchen, Harry Kane, merespons santai sindiran dari bintang Barcelona, Lamine Yamal.
Meski difavoritkan sebagai kandidat kuat Ballon d'Or berkat torehan gila 73 golnya musim lalu, Kane memilih kalem dan tidak mau terlalu menyombongkan diri di depan publik.
Langkah elegan ini seolah menjadi jawaban telak atas komentar Lamine Yamal yang sebelumnya mengkritik pemain dengan modal cetak gol semata.
Baca juga:
Bursa nominasi Ballon d'Or kali ini memang sukses menyedot perhatian dunia, apalagi dengan adanya sedikit drama psywar di luar lapangan.
Statistik Harry Kane yang super tajam sejatinya cuma kalah dari rekor alien Lionel Messi (82 gol pada musim 2011-2012), tapi Lamine Yamal justru menilai penghargaan prestisius ini harusnya jatuh ke tangan pemain terbaik dunia secara keseluruhan, bukan sekadar "si pencetak 80 gol".
Selain Yamal yang menyebut kemenangan ini sebagai "mimpi", bintang Real Madrid Kylian Mbappe juga terang-terangan menunjukkan ambisinya untuk membawa pulang trofi bola emas tersebut bulan depan.
"Bukan Gayaku Buat Pamer"

Menanggapi ramainya para pesaing yang sibuk mempromosikan diri, kapten Timnas Inggris ini punya pandangan sendiri. Alih-alih terpancing emosi, Kane menanggapi situasi tersebut dengan pikiran terbuka.
Setiap orang berhak melakukan apa yang mereka mau di situasi seperti ini. Tentu saja Ballon d'Or sekarang jadi makin besar dari tahun ke tahun, utamanya karena media sosial dan ramainya perbincangan publik soal itu,
ucap Kane.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa validasi terbaik justru datang dari lapangan, bukan dari omongan di depan media.
"Kalau dari sudut pandangku, memuji diri sendiri itu bukan gayaku banget. Aku tetap sangat bangga dengan pencapaianku, dan secara prinsip, aku tahu apa yang kucapai tahun lalu sama bagusnya dengan siapa pun. Aku nggak mau merendah, tapi pada akhirnya, pola pikirku adalah terus melangkah maju," tambahnya.
Dilema Waktu dan Kebanggaan Sejati
Menariknya, Kane juga menyoroti jadwal pengumuman Ballon d'Or yang kadang bikin pemain serba salah.
Buat atlet profesional sepertinya, transisi antar musim menuntut fokus penuh pada target di depan mata.
"Menurutku waktu pemilihannya agak repot, soalnya kita sudah masuk musim baru dan fokus ke apa yang bisa diraih tahun ini. Tapi sehabis tanding, kita malah disuruh ngomongin pencapaian tahun lalu. Jadi agak susah buat menyelaraskan isi kepala. Tapi jujur, bakal luar biasa dan bikin aku sangat bangga kalau bisa memenangkannya," curhat striker berusia 31 tahun tersebut.
Meski enggan banyak koar-koar, pemain jebolan akademi Tottenham Hotspur ini tetap optimis dengan peluangnya. Ia percaya diri bahwa rentetan golnya musim lalu adalah modal yang sangat kuat.
"Aku yakin banget masuk dalam bursa persaingan, tanpa ragu sedikit pun. Biar waktu yang menjawab, para voter bakal milih siapa yang mereka mau. Entah kandidat lain sering atau jarang wawancara, mungkin itu berdampak secara sosial. Tapi buat pemilih asli? Aku rasa mereka punya datanya, statistiknya, dan bakal menentukan siapa yang paling pantas," jelas dia.
Sebagai penutup yang menohok, Kane melempar sebuah kutipan berkelas soal arti sebuah pengakuan.
"Jujur, aku justru merasa jauh lebih bangga kalau rekan setim, mantan pemain, atau orang lain yang memuji pencapaianku, ketimbang aku yang harus ngomongin diriku sendiri," beber dia.
Fakta Menarik Seputar Ballon d'Or Tahun Ini
-
Tutup Voting: Pemungutan suara resmi ditutup pada hari Senin mendatang.
-
Lokasi Malam Puncak: Seremoni pengumuman pemenang akan diselenggarakan bulan depan di London.
-
Paceklik Pemain Inggris: Jika Harry Kane menang, ia akan memecahkan kutukan panjang. Pemain Inggris terakhir yang sukses membawa pulang Ballon d'Or adalah Michael Owen, tepat 25 tahun yang lalu pada edisi 2001.