MERAHPUTIH.COM — SETIDAKNYA 11 orang tewas dalam penembakan massal di sebuah bangunan tempat tinggal di dekat Kota Durban, Afrika Selatan, Selasa (22/9) malam. Polisi menyebut penembakan terkait dengan aktivitas ilegal.
Seperti dilansir BBC, beberapa pria bersenjata dilaporkan menyerbu sebuah rumah di Kotapraja KwaMakhutha pada Selasa malam dan melepaskan tembakan ke arah 14 orang. Sebanyak 10 orang tewas di lokasi kejadian dan empat orang dilarikan ke rumah sakit. “Satu orang kemudian meninggal akibat luka-luka,” kata pihak kepolisian.
Polisi mengatakan beberapa korban memang berada dalam pengawasan terkait dengan aktivitas ilegal. Meski begitu, polisi tidak dapat mengungkapkan aktivitas apa yang dimaksud untuk melindungi penyelidikan yang telah diluncurkan. Meskipun motif penembakan belum dikonfirmasi, pihak kepolisian menyatakan tidak menepis kemungkinan adanya perselisihan antarkelompok yang bersaing.
"Informasi yang tersedia pada tahap ini menunjukkan 13 pria dan seorang perempuan, yang diyakini sedang hamil, dilaporkan sedang mengadakan pesta di dalam sebuah rumah ketika tiga pria datang dan menembaki mereka," kata polisi dalam sebuah pernyataan. Perempuan tersebut termasuk di antara korban tewas.
Baca juga:
Seorang reporter TV lokal, eNCA, di lokasi kejadian mengatakan para pelaku pembantaian sempat membakar kendaraan milik salah satu korban sebelum melarikan diri. Rekaman memperlihatkan mobil dalam kondisi hangus.
Pihak kepolisian mengatakan mereka telah meluncurkan perburuan terhadap para tersangka.
Negara dengan Tingkat Pembunuhan Tinggi
Afrika Selatan memiliki salah satu tingkat pembunuhan tertinggi di dunia. Data kepolisian menunjukkan tingkat pembunuhan yang setara dengan lebih dari 60 kematian setiap harinya. Dalam beberapa minggu terakhir, penemuan mengerikan menyebut sedikitnya sembilan perempuan dibunuh. Beberapa mayat bahkan dibuang di tepi jalan. Tak pelak hal itu telah meningkatkan ketakutan di negara tersebut.
Tahun lalu, sembilan orang tewas dalam penembakan massal di sebuah kedai minum (tavern) di Johannesburg.
Persaingan antargeng kriminal di tengah perang wilayah, perdagangan narkoba, dan penambangan ilegal merupakan hal yang umum terjadi di negara ini. Hal itu sering kali memicu kekerasan di dalam masyarakat.
Pada Februari, Presiden Cyril Ramaphosa mengatakan kejahatan terorganisasi merupakan ancaman paling langsung bagi demokrasi, masyarakat, dan pembangunan ekonomi negaranya. Saat itu, ia mengumumkan akan mengerahkan tentara untuk mendukung kepolisian.(dwi)
Baca juga:
Penembakan Sekolah Kembali Terjadi di Filipina, 3 Siswa Tewas