Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Ancaman Virus Hanta Mengintai Wilayah Urban, DPR RI Desak Penguatan Edukasi

Angga Yudha Pratama - Jumat, 15 Mei 2026

Merahputih.com - Anggota Komisi X DPR RI, Lestari Moerdijat, menekankan urgensi pembangunan kesadaran kolektif guna mengantisipasi penyebaran Virus Hanta di Indonesia. Berdasarkan data terkini periode 2024 hingga Mei 2026, Hantavirus telah menyebabkan tiga kematian dari total 23 kasus terkonfirmasi positif. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bahkan menetapkan virus ini sebagai ancaman yang perlu mendapatkan perhatian serius.

Lestari menegaskan bahwa langkah edukasi dan sosialisasi mengenai ancaman Hantavirus harus segera ditingkatkan oleh seluruh pemangku kepentingan.

"Negara melalui Kemenkes RI telah mengambil langkah konkret untuk mewaspadai ancaman Hantavirus. Meski begitu, kekhawatiran publik terhadap ancaman virus tersebut di tanah air, harus dapat diatasi secara bersama," ujar Lestari, Jumat (15/5).

Baca juga:

Wabah Hantavirus di MV Hondius, Argentina akan Kirim Ahli untuk Selidiki Sumber

Deteksi Kasus di Kawasan Padat Penduduk

Data Kementerian Kesehatan menunjukkan tren yang mengkhawatirkan dengan temuan 256 kasus suspek sepanjang 2024 hingga Mei 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 12 kasus positif terkonsentrasi di dua kota besar, yakni Jakarta dan Yogyakarta.

Fakta ini membuktikan bahwa Virus Hanta tidak hanya menyerang wilayah terpencil, tetapi justru menjangkiti wilayah urban yang padat penduduk.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko penularan antarmanusia, serupa dengan fenomena yang terjadi di Amerika Utara. Virus ini seringkali "bersembunyi" di balik diagnosis penyakit lain seperti leptospirosis atau demam berdarah karena kemiripan gejala awal, sehingga membutuhkan ketelitian medis yang lebih tinggi dalam proses identifikasi.

Mitigasi di Tengah Modernisasi Kota

Wakil Ketua MPR RI ini menilai pencegahan efektif membutuhkan pemahaman mendalam dari semua pihak terkait cara mitigasi dan tindakan darurat saat terpapar. Langkah ini krusial agar potensi ancaman dapat teratasi secara kolaboratif sebagai bagian dari peningkatan kewaspadaan nasional.

Baca juga:

WHO Sebut Total 11 Kasus Hantavirus Dilaporkan dari MV Hondius

Meskipun Indonesia sedang gencar membangun infrastruktur seperti jalan tol dan gedung pencakar langit, risiko ancaman virus yang dibawa oleh tikus (rodensia) ini justru semakin tinggi.

Transformasi wilayah menuju dunia modern ternyata tetap membawa ancaman biologis yang sudah ada sejak lama, sehingga kewaspadaan masyarakat di lingkungan padat penduduk menjadi kunci utama pencegahan.

Baca Artikel Asli