Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

Anak Buah Anies Tantang Guru Lapor KPK Jika Diberi 'Amplop' Usai Pembagian Rapor

Angga Yudha Pratama - Jumat, 21 Desember 2018

MerahPutih.com - Jumat (21/12) seluruh sekolah di DKI Jakarta melakukan pembagian rapor nilai kepada kepada orang tua murid hasil belajar siswa selama satu semester.

Namun ada fenomena menarik yang sudah jadi tradisi bertahun-tahun dan diketahui khalayak umum. Ya, setiap pembagian rapor ada saja orang tua murid yang memberikan 'tanda terima kasih' kepada guru. 'Tanda terima kasih' itu bermacam-macam bentuknya. Mulai dari makanan, pakaian atau bahkan juga 'amplop'.

Menanggapi fenomena itu, Plt. Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Bowo Irianto, memaklumi seorang guru yang merasa tidak enak jika menolak tanda terima kasih dari orang tua siswa.

Tapi seharusnya, pemberian 'amplop' kepada guru harus dihindari. Karena sudah menjadi tugas guru memberi pelayanan pendidikan bagi siswanya.

"Kalau mereka datang cuma ngasih kue, segala macam yasudahlah kita maklumi. Tapi kalau ngasih uang atau cendramata sebaiknya enggak usah. Kita profesional saja," kata Bowo di Balaikota, Jakarta Pusat, Jumat (21/12).

Ilustrasi suap (pixabay)

Maka itu, Bowo menanti seorang guru yang berani menyerahkan pemberian yang dianggap sebagai gratifikasi ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Gratifikasi kan terkait dengan masalah pekerjaan. Sebaiknya kalau bisa kita itu berani menolak. Tapi kan tipikal orang macam-macam, ada yang tidak enak menolak, ya sudah diterima," cetus dia.

"Tapi sebaiknya, jika telah menerima sesuatu yang berkaitan dengan pekerjaan yang dijalani, lebih baik serahkan ke KPK. Itu akan lebih elok," tambahnya. (Asp)

Baca Artikel Asli