MerahPutih Megapolitan - Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok menegaskan bahwa ia tidak akan mengganti tenaga Satpol-PP dengan TNI-POLRI. Artinya, jika PNS tidak bisa mengawasi orang-orang yang bekerja, biarkan TNI-POLRI yang mengawasinya.
"Gimana melecehkan. Itu mah orang-orang iseng aja yang memang sengaja udah kalah lawan saya, sekarang mau ngaduin saya sama TNI-Polri," katanya di kantornya Jakarta, Senin, (20/4).
Menurutnya, TNI-POLRI bisa saja direkrut sebagai tenaga honorer. Bahkan pasalnya, untuk melakukan razia-razia itu membutuhkan TNI-POLRI. Artinya, walaupun TNI-POLRI ditugaskan untuk melakukan razia, jika tidak ada Satpol PP, razia tersebut tidak akan bisa berjalan.
"TNI-POLRI kan mitra yang sangat disegani. Jadi mereka yang mengawasi. Seperti sekarang ini kebersihan kita kacau balau kenapa? Enggak TNI-POLRI aja yang suruh bantu awasi. Kan orang lebih takut dong. Lebih disiplin kan jadinya," katanya.
Untuk diketahui, sebelumnya beberapa politisi mengatakan bahwa rencana Ahok tersebut sangatlah melecehkan TNI-POLRI. Jadi seakan-akan tugas-tugas Satpol PP bukan lagi di bidang keamanan tetapi sudah berada di bidang pertahanan energi. (rfd)
Baca Juga:
Jelang Pembukaan KAA, Personel TNI dan Polri Gladi Bersih
Waduh, Pesta Seks Pelajar Kocar-Kacir Digerebek Satpol PP
Hadapi Banjir Ibukota, Kostrad Turunkan 150 Personel
Wali Kota Jakarta Pusat Perintahkan Camat dan Lurah Blusukan