MerahPutih.com - Sejumlah peneliti dan ahli pertanian tengah mengembangkan kentang sebagai alternatif makanan pokok masyarakat. JIka berhasil dikembangkan, maka konsumsi masyarakat akan beras bisa dikurangi.
Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementan, Muhammad Prama Yufdy mengatakan, kentang adalah sumber karbohidrat alternatif yang serupa dengan beras.
"Kentang itu sumber karbohidrat alternatif yang sedang kami kembangkan sekarang supaya ga bergantung sama beras," ujar Prama di sela-sela acara Asian Food and Agriculture Coopertive (AFACI) Program Workshop on Food Crops di Yogyakarta, Rabu (27/9).
Prama menjelaskan, pengembangan ini turut dibahas dalam (AFACI) Program Workshop on Food Crops. Nantinya, puluhan akademisi, peneliti dan praktisi Pertanian yang hadir dalam seminar ini akan saling berbagi ilmu, pengalaman mengembangkan bibit unggul kentang.
Para peneliti dan praktisi yang hadir berasal dari 14 negara di Asia seperti Mongolia, Nepal, Bangladesa, Myanmar dan Vietnam.
Saat ini, pengembangan kentang di Indonesia terkendala dengan minimnya bibit unggul, Maka melalui seminar ini, para praktisi dan peneliti kentang di Indonesia diharapkan bisa mendapatkan solusi dan strategi pengembangan kentang.
"Kentang banyak dihasilkan di negara asia. Tapi kualitasnya berbeda. Kita mau mendengarkan dari negara-negara tetangga bagaimana mengembangkan kentang,"katanya.
Berdasarkan data, produksi nasional kentang saat ini rata-rata 17 ton perhektar sekali panen. (*)
Berita ini merupakan laporan dari Teresa Ika, kontributor merahputih.com untuk wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. Baca juga berita lainnya pada artikel di: Tekan Kekeringan Di Kulonprogo, BPBD Optimalisasikan Pipa Saluran Air