Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

31 Ton Ikan Siap Panen Waduk Cengklik Mati, Kerugian Hampir Rp 1 Miliar

Wisnu Cipto - Rabu, 13 Maret 2024

MerahPutih.com - Sebanyak 31 ton ikan Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Cengklik Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, yang sudah siap panen tiba-tiba mati mendadak.

Kematian ikan tersebut terjadi akibat fenomena upwelling, atau naiknya massa air dasar waduk ke permukaan, dengan membawa bahan beracun sisa pakan. Adapun kerugian akibat fenomena ini ditaksir hampir mencapai Rp 1 miliar.

Baca juga:

Hujan Abu Vulkanik Erupsi Merapi Guyur Klaten dan Boyolali

“Temuan kasus bermula terjadi pada Sabtu kemarin. Kemudian terus bertambah ikan yang mati sampai hari ini (Rabu),” kata Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali, Nurul Nugroho, saat dikonfirmasi media, Rabu (13/3).

Menurut dia, cuaca mendung tidak ada angin selama sehari yang mengakibatkan naiknya massa air dasar waduk ke permukaan, dengan membawa bahan beracun sisa pakan. Ikan yang mati berusia siap panen.

“Kejadian ini dirasakan oleh semua pembudidaya Ikan KJA di Waduk Cengklik. Mereka ada dari Kelompok Sumber Rejeki (Sobokerto) ada 37 orang dengan kematian ikan mencapai 14 ton,” papar dia

Baca juga:

Video Viral ASN Boyolali Ngaku Diminta Dukung Ganjar Bikin PDIP Tidak Nyaman

Nugroho menambahkan Kelompok Tirto Panguripan berjumlah 21 orang anggota dengan kematian ikan mencapai 10 ton dan kelompok Ngudi Makmur Desa Ngargorejo dengan kerugian jumlah kematian 7 ton. "Jumlah total kematian ikan keseluruhan mencapai 31 ton dan total kerugian Rp 890 juta," ungkap dia.

Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali kini para petani KJA Waduk Cengklik mengurangi pemberian pakan ikan sampai cuaca dan kondisi perairan membaik. Mereka juga diminta mengevakuasi ikan yang mati dari air dengan penguburan.

Pascakejadian, dinas juga akan melakukan monitoring terhadap kualitas air Waduk Cengklik pada Rabu 13 Maret 2024 pagi. "Ada bantuan dari Pemkab Boyolali untuk meringankan kerugian petani KJA di Waduk cengklik dan sebagai modal untuk melakukan usaha lagi," tandas Nugroho. (Ismail/Jawa Tengah)

Baca juga:

Keramba Jaring Apung, Lompatan Teknologi Masa Depan Perikanan Indonesia

Baca Artikel Asli