MerahPutih.com - Polres Jakarta Pusat memberdayakan sejumlah narapidana asimilasi untuk membantu masyarakat yang terdampak COVID-19. Mereka dikerahkan untuk menyuplai bantuan sosial ke warga.
Kapolres Metro Jakarta Kombes Heru Novianto mengatakan, saat ini sudah 28 orang eks napi yang tengah diberdayakan untuk membantu menyuplai bantuan ke warga.
Baca Juga
"Mudah-mudahan jumlahnya akan bertambah lagi. Sehingga warga binaan yang mendapat asimilasi ini, bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya," kata Heru dalam keteranganya, Kamis (24/4).
Heru menuturkan, kegiatan ini bakal berlangsung sampai pandemi virus corona Covid-19 ini berakhir.
"Mereka akan mengubah citranya menjadi warga yang baik. Setelah itu pun, mudah-mudahan mereka menjadi warga binaan polsek sehingga dapat berguna untuk wilayahnya masing-masing," imbuh Heru Novianto.
Ia mengatakan mereka diberikan seragam dan peralatan untuk menyasar warga di beberapa wilayah seperti pemukiman padat
"Mereka kami rangkul. Asimilasi yang diberikan Kemenkumham tak salah. Yang melakukan kejahatan hanya sedikit saj, banyak yang bisa kami rangkul untuk membantu warga mencegah COVID;" kata Heru
Baca Juga
Bukannya Turun, Kasus Positif COVID-19 Kab Bogor Justru Meroket Saat PSBB
Heru melanjutkan, para napi asimilasi itu mau untuk membantu warga dan senang bisa ikut mencegah penanganan COVID-19.
"Mereka memiliki masa depan cerah yang berguna bagi masyarakat," terang Heru.
Heru menuturkan, para mantan warga eks binaan ini disebar ke sejumlah Polsek sehingga pembagian bantuan kepada warga menjadi merata. Program ini bakal berlangsung sampai pandemi COVID-19.
"Kapolsek yang akan mencari dan menggalang. Ikut dalam kegiatan Polres. Mereka jadi garda terdepan untuk membantu masyarakat," terang Heru.
Ia berujar, di wilayah Jakarta Pusat tingkat kejahatan cenderung menurun. Dalam bulan April misalnya, hanya terjadi tiga peristiwa pencopetan.
"Mungkin karena masyarakat tak banyak keluar. Kalau kejahatan mereka mau melakukan aksi malah berpikir," terang Heru.
Polisi pun mengancam akan melakukan tindakan tegas terukur kepada napi asimilasi yang kembali berulah. Sementara ada 63 eks napi yang dibebaskan di Lapas Salemba.
"Mau dia asimilasi atau tidak yang jelas ada kejahatan kami lakukan tindakan tegas terukur," terang Heru.
Baca Juga
[HOAKS atau FAKTA]: Anies Asyik Main Bola Bersama Anaknya di Tengah Wabah Corona
Sementara itu, salah satu eks warga binaan, Imam (40) mengaku senang bisa terlibat dal kegiatan membantu warga.
"Iya tentu saja saya senang bisa ikut membantu. Semoga ini bisa bermanfaat buat masyarakat," terang Imam yang mengenakan rompi ini. (Knu)