MERAHPUTIH.COM — OTORITAS Pengurangan Risiko Bencana dan Manajemen Bencana Nasional Nepal (NDRRMA) menyebut jumlah orang yang dilaporkan hilang di Nepal meningkat menjadi 1.924 orang. Sebanyak 15.000 personel keamanan telah dikerahkan untuk melakukan operasi pencarian dan penyelamatan.
Menurut otoritas tersebut, angka itu mencakup 517 warga negara asing. Sebelumnya, kepolisian Nepal menyampaikan bahwa 575 warga negara asing dilaporkan hilang. Data dari NDRRMA dikeluarkan sekitar dua jam setelah data yang dirilis kepolisian. Angka yang dilaporkan kepolisian tersebut naik dari pembaruan dalam enam jam.
Polisi mengatakan warga negara asing yang hilang berasal dari 36 negara, termasuk 183 warga India, 65 warga Amerika Serikat, dan 62 warga Ukraina. Sebanyak 33 warga negara Inggris juga dilaporkan hilang.
Selain itu, 149 warga negara Nepal yang merupakan wisatawan di wilayah tersebut juga belum ditemukan.
Baca juga:
Korban Banjir Bandang Nepal Mencapai 469 Orang, Danau Baru Ancam Banjir Susulan
Keluarga di Berbagai Negara Menanti Kabar Orang Hilang
Rajan Tamang, pemilik restoran di New York City, mengatakan ia mendapat kabar dari keluarganya di Kathmandu bahwa ibu dan saudara perempuannya termasuk di antara korban tewas. Sementara itu, banyak kerabat dan teman lainnya masih dinyatakan hilang.
"Keluarga saya baru saja bangun dan mereka bahkan belum mendapatkan informasi apa pun. Tiba-tiba banjir ini datang. Beberapa dari mereka hilang, beberapa kehilangan nyawa, dan hanya sedikit yang masih hidup," kata Tamang, dikutip The Associated Press.
Vishnuram Ramaswamy, yang bekerja di sebuah perusahaan swasta di Kota Puducherry, India bagian selatan, mengatakan ia terakhir kali berbicara dengan ibu dan dua saudara perempuannya yang sedang melakukan perjalanan ziarah ke Gunung Kailash pada Rabu pukul 09.00.
"Ibu saya mengatakan mereka sedang dalam perjalanan menuju kawasan perbatasan dan akan sampai di hotel lalu menelepon kami. Itu percakapan terakhir kami. Sejak saat itu, mereka tidak bisa dihubungi,” katanya.
Ramaswamy mengatakan ia terus berkomunikasi dengan pejabat pemerintah Nepal dan India serta agen perjalanan yang mengatur perjalanan keluarganya. Namun, hingga kini ia belum menerima informasi mengenai keberadaan mereka. "Ini pertama kalinya mereka melakukan perjalanan ziarah ini dan itu merupakan sesuatu yang selalu ingin dilakukan ibu saya," ujarnya.
Sebagian orang yang dinyatakan hilang diduga sedang melakukan perjalanan ziarah ke Gunung Kailash di Tibet, yang merupakan situs suci bagi umat Hindu, Buddha, dan penganut agama lainnya. Sebanyak 77 orang dari salah satu kelompok peziarah dilaporkan terjebak dalam banjir di kantor imigrasi perbatasan. Informasi tersebut disampaikan guru spiritual India Jaggi Vasudev, yang juga dikenal sebagai Sadhguru, melalui unggahan di X.
Dewan Pariwisata Nepal mengatakan lebih dari 500 warga negara asing termasuk di antara orang-orang yang dinyatakan hilang.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bencana banjir tersebut sangat mengerikan untuk disaksikan. Ia menggambarkan bagaimana bangunan-bangunan yang kuat dan kokoh tersapu begitu saja seolah-olah terbuat dari tusuk gigi.
Saat berbicara kepada wartawan di Ruang Oval Gedung Putih, Trump mengatakan pemerintah AS telah berbicara dengan para pemimpin Nepal dan menawarkan bantuan apa pun yang mereka inginkan.(dwi)
Baca juga:
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah