Berita

Indonesiaku

Hiburan & Gaya Hidup

Olahraga

Visual

Berita Indonesia

17 Ribu Lebih Perusahaan Daftar Vaksinasi Mandiri, Sektor Manufaktur Mendominasi

Angga Yudha Pratama - Jumat, 26 Maret 2021

Merahputih.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia tengah menghimpun data perusahaan peserta vaksinasi COVID-19 mandiri. Hingga kini, perusahaan yang mendaftar sudah mencapai lebih dari 17 ribu.

“Hingga kini Batch 2 ditutup, total pendaftar mencapai sedikitnya 17.387 perusahaan dengan total vaksinasi mencapai 8.665.363 orang,” ungkap Ketua Umum Kadin Indonesia, Rosan P. Roeslani kepada wartawan, Kamis (25/3).

Sektor industri padat karya atau manufaktur yang mendaftar di vaksin.kadin.id mencapai 981 perusahaan. Setiap perusahaan padat karya bisa mendaftarkan vaksinasi untuk karyawan dan keluarga karyawannya mencapai ribuan, bahkan puluhan ribu orang.

Baca Juga:

Wamenkes Sebut Vaksinasi Tak Bikin Seseorang Kebal Virus

Sementara itu, sektor perdagangan, ekspor/impor dan ritel mencapai 4882 perusahaan pendaftar. Konstruksi dan infrastruktur mencapai 1119 dan sektor jasa mencapai 1403 perusahaan, dan sektor-sektor industri lainnya.

“Datanya masih bergerak terus dan masih banyak perusahaan yang mau daftar di tahap tiga," kata Rosan.

Sebagai induk organisasi dunia usaha, Kadin akan mensinergikan program dengan berbagai pihak untuk turut serta dalam upaya mengurangi transmisi/penularan COVID-19. Termasuk menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat virus tersebut

“Kami mendukung upaya-upaya percepatan untuk mencapai kekebalan kelompok di masyarakat (herd immunity) agar tetap produktif secara sosial dan ekonomi,” ucap dia.

Diketahui sebelumnya, program vaksinasi gotong royong adalah pelaksanaan vaksinasi kepada karyawan swasta atau dengan keluarga karyawan yang pendanaannya dibebankan pada perusahaan dimana mereka bekerja.

"Perkiraan pelaksanaan vaksinasinya di pertengahan April," pungkas Rosan.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui PT Bio Farma (Persero) telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia terkait pelaksanaan kegiatan vaksinasi mandiri atau gotong royong.

Kerja sama itu dalam upaya pengadaan kebutuhan vaksin program pemerintah.

Vaksinasi COVID-19. (Foto: Pemprov DKI)
Vaksinasi COVID-19. (Foto: Pemprov DKI)

Melalui kerja sama tersebut pemerintah membuka kesempatan bagi perusahaan-perusahaan swasta untuk berpartisipasi dalam program vaksinasi. Yakni melalui penyediaan vaksin gratis bagi karyawan beserta anggota keluarga mereka.

"Program vaksin gotong royong ditargetkan menyasar 10,1 juta orang. Kami mengharapkan target herd immunity di Indonesia dapat segera tercapai," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir.

Erick Thohir memastikan pelaksanaan vaksinasi mandiri yang dilakukan swasta berasal dari BUMN. Proses pembelian itu diwajibkan pemerintah kepada perusahaan swasta dalam negeri.

Baca Juga:

Sempat Terpapar COVID-19, Anies Tetap Ingin Ikut Vaksinasi

Dalam catatan pemerintah, pihak swasta membutuhkan 7,5 juta dosis vaksin. Meski begitu, pemerintah baru bisa menyediakan 3,5 juta dosis pada Maret 2021 mendatang.

Targetnya, vaksinasi mandiri juga dilakukan pada Maret 2021. "Ini gratis tapi melibatkan swasta. Mereka beli dari pemerintah atau BUMN dan dibagikan pada para pekerja di perusahaan swasta," ujar Erick. (Knu)

Baca Artikel Asli