1001 Alasan Orang Nekat dan Ancaman Kapolda Bertindak Represif
Senin, 05 Juli 2021 -
Merahputih.com - Pelaksanaan hari kedua Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di DKI Jakarta dan sekitarnya menunjukkan masih banyak warga yang berlalulalang. Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menyebut masih banyak masyarakat di Ibu Kota yang melakukan mobilitas di luar rumah.
Hal itu diungkapkan Fadil berdasar hasil pemantauan langsung di tiga titik pos penyekatan di Kalideres, Jakarta Barat; Lenteng Agung, Jakarta Selatan; dan Jalan Raya Bogor, Pasar Rebo, Jakarta Timur.
Padahal, kata Fadil, kebijakan yang telah diatur pemerintah itu adalah sebagai bentuk upaya menekan angka penyebaran COVID-19 di Jakarta.
“Rekan-rekan lihat sendiri masih banyak orang yang nekat dengan 1001 alasan untuk tetap melakukan mobilitas. Padahal target kami dua; mengurangi mobilitas dan meniadakan kerumunan,” kata Fadil di Pos Penyekatan Panasonic, Jalan Raya Bogor, Pasar Rebo, Jakarta Timur, Minggu (4/7).
Fadil menyatakan pihaknya tak segan untuk mengambil tindakan tegas apabila masih ditemukan adanya masyarakat yang nekat melakukan mobilitas di masa PPKM Darurat.
Hal itu diambil semata-mata demi keselamatan bersama. “Apakah saya harus menggunakan cara-cara represif? Ini kan tidak mendidik, tidak bertanggung jawab,” kata Fadil.
Seperti diketahui, Pemerintah pusat telah menerapkan kebijakan PPKM Darurat sejak tanggal 3 hingga 20 Juli 2021 di Pulau Jawa dan Bali. Kebijakan tersebut diambil menyusul terjadinya lonjakan kasus COVID-19.
Menindaklanjuti itu, Polda Metro Jaya melakukan operasi dengan sandi Aman Nusa II. Operasi digelar selama 30 hari hingga 2 Agustus 2021.
Ada 63 pos penyekatan yang didirikan Polda Metro Jaya di wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi atau Jadetabek.
Mereka akan melakukan pemeriksaan kepada setiap kendaraan yang melintas. Hanya sektor pekerja esensial dan kritikal yang diperkenankan melintas. (knu)