Ribuan Massa Kembali Demo DPRD Solo, Masa Tuntut Stop Kriminalisasi Aktivis

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Senin, 30 September 2019
Ribuan Massa Kembali Demo DPRD Solo, Masa Tuntut Stop Kriminalisasi Aktivis

Ribuan massa yang tergabung dalam Solo Raya Bergerak (Sorak) menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (30/9). (MP/Ismail)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.Com - Ribuan massa yang tergabung dalam Solo Raya Bergerak (Sorak) kembali menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Solo, Jawa Tengah, Senin (30/9).

Dalam aksi ini, massa gabungan mahasiswa dan pelajar SMA/SMK ini menuntut penghapusan RUU kontroversial diantaranta RUU KUHP, RUU Pertanahan, RUU KPK, dan menuntut penghentian kriminalisasi aktivis.

Baca Juga:

Demo Depan DPR, Polisi Pukul Mundur Massa dengan Gas Air Mata

Pantauan Merahputih.com, massa mulai berdatangan pukul 15.30 WIB. Tak nampak atribut mahasiswa yang dikenakan, baik berupa jas alamamater maupun bendera Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM). Namun tak sedikit yang mengenakan baju seragam SMA/SMK dan kaos hitam dengan masker.

Ribuan massa yang tergabung dalam Solo Raya Bergerak (Sorak) menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (30/9). (MP/Ismail)
Ribuan massa yang tergabung dalam Solo Raya Bergerak (Sorak) menggelar aksi unjuk rasa di kantor DPRD Kota Solo, Jawa Tengah, Senin (30/9). (MP/Ismail)

Mereka membawa sejumlah poster dan spanduk diantaranya bertuliskan "I'm speechless #solobergerak", Massa juga membawa sejumlah spanduk dan poster diantaranya 'I'm Speechless #solobergerak; 'Tolong Santet DPRD'; 'Tolak RUU Ngawur yang Merugikan Rakyat'; 'Sahkan RUU PKS', dan 'Indonesia Darurat Pejabat Waras'. Sampai berita ini diturunkan pukul 18.00 WIB massa masih bertahan di DPRD Solo.

Baca Juga:

Kerusuhan di Gatot Subroto, Massa Lempari Polisi dengan Batu

Humas Sorak, Muhammad Iss mengatakan, ada 10 tuntutan yang diserukan dalam aksi ini. Tuntutan tersebut diantaranya tolak pasal-pasal bermasalah pada RKUHP, RUU Pertanahan, RUU Ketenagakerjaan, RUU PSDN, RUU Pemasyarakatan, RUU Pertambangan Minerba dan cabut UU Budidaya Pertanian, UU MD3 serta pengesahan RUU PKS dan RUU PDP.

"RUU tersebut sangat kontroversial dan tidal berpihak pada rakyat. Kami minta DPR mencabutnya," ujar Iss pada Merahputih.com.

Ia juga menolak terhadap militer yang menempati jabatan sipil dan menangani konflik. Selain itu juga meminta penghentian represifitas di Papua. (Ism)

Baca Juga:

Polisi Hujani Massa dengan Gas Air Mata di Perempatan Slipi

#Aksi Massa
Bagikan
Ditulis Oleh

Zaimul Haq Elfan Habib

Low Profile

Berita Terkait

Indonesia
Demo Mahasiswa di Jakarta, Jumat (19/6), Masyarakat Diimbau Hindari Lokasi
Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk menghindari titik-titik lokasi yang menjadi lokasi aksi demonstrasi.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Demo Mahasiswa di Jakarta, Jumat (19/6), Masyarakat Diimbau Hindari Lokasi
Indonesia
Ribuan Aparat Jaga Demo di Ring 1 Jakarta Hari ini, Kapolres Jakpus : jangan Terpancing dan Emosi
Pengamanan difokuskan di sejumlah lokasi yang menjadi pusat konsentrasi massa, termasuk kawasan Silang Selatan Monas, Gedung MPR/DPR RI, hingga Bundaran HI.
Dwi Astarini - Rabu, 17 Juni 2026
Ribuan Aparat Jaga Demo di Ring 1 Jakarta Hari ini, Kapolres Jakpus : jangan Terpancing dan Emosi
Indonesia
Polisi Dilarang Kejar Pendemo jika Terjadi Ricuh, Penggunaan Gas Air Mata hanya Perintah dari Kapolda Metro
Anggota Polri diminta tidak bersikap agresif saat menghadapi masa.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Polisi Dilarang Kejar Pendemo jika Terjadi Ricuh, Penggunaan Gas Air Mata hanya Perintah dari Kapolda Metro
Indonesia
Demo di Jakarta Hari ini, 5.955 Personel Gabungan Berjaga dan Buka Opsi Tutup Jalan
Personel pengamanan berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, serta jajaran polsek yang disiagakan.
Dwi Astarini - Senin, 15 Juni 2026
Demo di Jakarta Hari ini, 5.955 Personel Gabungan Berjaga dan Buka Opsi Tutup Jalan
Indonesia
Ada Demo, Pintu Masuk C dan E Stasiun Dukuh Atas Ditutup Sementara
Kendati demikian, layanan perjalanan MRT Jakarta tetap beroperasi normal.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Ada Demo, Pintu Masuk C dan E Stasiun Dukuh Atas Ditutup Sementara
Indonesia
Dihadang Polisi Menuju Bundaran HI, Massa BEM UI Pilih Long March lewat Tugu Tani
BEM UI mengklaim massa aksi tertahan ketika akan melaksanakan salat Jumat.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Dihadang Polisi Menuju Bundaran HI, Massa BEM UI Pilih Long March lewat Tugu Tani
Indonesia
Tak Ada Aksi BEM UI di HI, Massa Tertahan di Kawasan Senayan
Massa mengaku tidak dapat melintasi kawasan Semanggi menuju Jalan Jenderal Sudirman karena akses jalan ditutup aparat kepolisian.
Dwi Astarini - Jumat, 12 Juni 2026
Tak Ada Aksi BEM UI di HI, Massa Tertahan di Kawasan Senayan
Indonesia
Demo Solidaritas Aktivis Andrie Yunus dekat Istana Negara, Polisi Siagakan Seribu Lebih Aparat
Personel yang diterjunkan berasal dari Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Pusat, dan polsek jajaran.
Dwi Astarini - Rabu, 08 April 2026
Demo Solidaritas Aktivis Andrie Yunus dekat Istana Negara, Polisi Siagakan Seribu Lebih Aparat
Berita Foto
Aksi Mahasiswa Gelar Rapat Dengar Pendapat Warga di Gedung DPR Jakarta
Pengunjuk rasa melakukan aksi teaterikal dengan membentangkan poster aspirasi dan memasang kursi kosong saat aksi bertajuk Rapat Dengar Pendapat Warga di depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (6/10/2025).
Didik Setiawan - Senin, 06 Oktober 2025
Aksi Mahasiswa Gelar Rapat Dengar Pendapat Warga di Gedung DPR Jakarta
Indonesia
Demo Ojol 17 September 2025 di Istana dan DPR, Massa Tuntut Pencopotan Menteri Perhubungan
Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia menilai sejak Dudy diangkan menjadi Menhub, kinerja kementerian mengalami kemunduran.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 16 September 2025
Demo Ojol 17 September 2025 di Istana dan DPR, Massa Tuntut Pencopotan Menteri Perhubungan
Bagikan