YouTuber Amerika Johnny Somali Dihukum 6 Bulan Penjara, Bikin Ulah dan Berlaku Kasar di Korea Selatan

Dwi AstariniDwi Astarini - Rabu, 15 April 2026
YouTuber Amerika Johnny Somali Dihukum 6 Bulan Penjara, Bikin Ulah dan Berlaku Kasar di Korea Selatan

YouTuber Amerika Johnny Somali Dihukum 6 Bulan Penjara.(foto: Instagram @thekoreaherald)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM — YOUTUBER asal Amerika Serikat Johnny Somali resmi dijatuhi hukuman enam bulan penjara dan 20 hari penahanan atas serangkaian tindakan mengganggu dan ofensif yang dilakukannya di Korea Selatan.

Pengadilan Distrik Barat Seoul menjatuhkan vonis tersebut kepada Somali pada Rabu (15/4). Pengadilan melarang sang Youtuber bernama asli Ramsey Khalid Ismael itu bekerja di lembaga yang melibatkan anak-anak, remaja, dan penyandang disabilitas selama lima tahun. Somali, yang tetap bebas selama persidangan, langsung ditahan di ruang sidang setelah putusan dibacakan karena dikhawatirkan berisiko melarikan diri.

Pria berusia 24 tahun itu dinyatakan bersalah atas sejumlah dakwaan, termasuk menghalangi kegiatan usaha dan menyebarkan konten video seksual palsu. Ia memicu kemarahan publik luas akibat perilakunya yang provokatif dan merendahkan.

Pada Februari, jaksa menuntut hukuman tiga tahun penjara dan denda 150.000 won (sekitar Rp 1,7 juta) terhadap Somali atas didakwa mengganggu usaha dengan memutar musik keras dan menumpahkan kuah mi instan di sebuah toko serbaada di Distrik Mapo, Seoul, pada Oktober 2024. Pada bulan yang sama, ia juga menghadapi pejalan kaki dengan membawa kantong berisi ikan berbau menyengat serta mengganggu penumpang di bus dan kereta bawah tanah dengan memutar musik keras dan menari.

Baca juga:

Korea Selatan Uji Coba Bebas Visa untuk Turis Indonesia, Berlaku hingga Akhir 2026


Selama proses persidangan, dakwaan tambahan diajukan terhadapnya karena menyiarkan langsung keributan di Lotte World, taman hiburan di Distrik Songpa, Seoul. Ia menghalangi penumpang menaiki wahana serta menyebarkan video deepfake cabul secara daring, juga pada 2024. Pada tahun yang sama, ia menuai kecaman setelah mencium Patung Perdamaian, monumen yang didedikasikan bagi korban perbudakan seksual masa perang oleh Jepang.

Dalam sidang pertamanya pada Maret 2025, Somali datang terlambat satu jam dan ditolak masuk ruang sidang karena mengenakan topi merah bertuliskan ‘Make America Great Again’, slogan yang terkait dengan pendukung Presiden AS Donald Trump. Saat itu, ia juga melontarkan pernyataan provokatif dengan mengatakan, “Saya warga negara Amerika. Korea ialah negara bawahan Amerika.”

Pada Juli 2025, ia menampilkan bendera matahari terbit Jepang dalam siaran langsung di media sosialnya dan menyeru kepada Jepang untuk kembali menjajah Korea, merujuk pada masa penjajahan Jepang di Semenanjung Korea pada 1910–1945. Ia juga mengklaim Dokdo, gugusan pulau kecil yang merupakan wilayah Korea, tapi juga diklaim Jepang, ialah milik Tokyo.(dwi)

Baca juga:

Warga Korea Selatan Dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian, Bersatu Bela Demokrasi atas Darurat Militer

#Korea Selatan #Youtuber #Amerika Serikat
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
Manut Perintah Donald Trump, Apple Maps Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika
Perubahan tersebut dilakukan untuk pengguna yang berada di Amerika Serikat, sedangkan pengguna di Kanada tetap akan melihat nama Danau Ontario.
Dwi Astarini - Rabu, 02 September 2026
 Manut Perintah Donald Trump, Apple Maps Ganti Nama Danau Ontario Jadi Danau Amerika
Indonesia
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Perjanjian dan gencatan senjata yang telah disepakati terus-menerus dilanggar, sementara aksi saling serang kembali terjadi.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 02 September 2026
Saling Serang AS dan Iran Kembali Terjadi, PBB Desak Segera Berunding
Dunia
AS Kembali Serang Iran, Beberapa Orang Dikabarkan Tewas di Pulau Larak
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan beberapa pejuang dan warga sipil tewas serta terluka dalam serangan tersebut dan bersumpah akan membalas.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
AS Kembali Serang Iran, Beberapa Orang Dikabarkan Tewas di Pulau Larak
Dunia
AS Serang Dua Peluncur Rudal Iran di Pulau Larak, Konflik Kembali Memanas
Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan terhadap dua peluncur milik Iran di Pulau Larak.
Yusuf Abdillah - Senin, 31 Agustus 2026
AS Serang Dua Peluncur Rudal Iran di Pulau Larak, Konflik Kembali Memanas
Dunia
Perang Dagang dengan Kanada Memanas, Donald Trump Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America
Dalam sebuah video yang dibagikan melalui akun Truth Social, Trump tampak mencoret tulisan 'Lake Ontario' pada peta dan menggantinya dengan 'Lake America'.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Perang Dagang dengan Kanada Memanas, Donald Trump Ubah Nama Danau Ontario Jadi Lake America
Indonesia
Iran Mulai Siapkan Serangan ke Kepentingan Ekonomi AS di Timur Tengah
Penjualan minyak Iran telah kembali ke tingkat sebelum diberlakukannya sanksi.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Iran Mulai Siapkan Serangan ke Kepentingan Ekonomi AS di Timur Tengah
Dunia
Hacker China Serang Jaringan Sensitif AS, NASA, The Fed, hingga Senat Jadi Target
Amerika Serikat mengungkap dugaan operasi peretasan yang dikaitkan dengan China.
Yusuf Abdillah - Kamis, 27 Agustus 2026
Hacker China Serang Jaringan Sensitif AS, NASA, The Fed, hingga Senat Jadi Target
Dunia
Amerika Luncurkan Perang Ekonomi, Presiden Iran Akui Negara Dalam Kondisi Terburuk
Teheran sedang menghadapi “kondisi terburuk” dalam perang ekonomi. Namun, negaranya tetap menjalankan berbagai proyek pembangunan
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 27 Agustus 2026
Amerika Luncurkan Perang Ekonomi, Presiden Iran Akui Negara Dalam Kondisi Terburuk
Dunia
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
Serangan rudal Iran menghancurkan fasilitas intelijen AS di Timur Tengah. Kerugian diperkirakan miliaran dolar AS.
Wisnu Cipto - Rabu, 26 Agustus 2026
AS Tekor, Fasilitas Intelijen di Timur Tengah Hancur Dibombardir Rudal Iran
Dunia
China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara
Pemerintah China menyebut hubungan kerja samanya dengan Iran berada dalam kerangka internasional sehingga tidak boleh diganggu, termasuk oleh Amerika Serikat.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 Agustus 2026
China Tolak Terlibat Dalam Perang Ekonomi ke Iran, AS Berikan Batas Waktu ke Berbagai Negara
Bagikan