Kesehatan

Yang Terjadi pada Tubuh setelah Melahirkan

Hendaru Tri HanggoroHendaru Tri Hanggoro - Jumat, 23 Juni 2023
Yang Terjadi pada Tubuh setelah Melahirkan

Puncak perjuangan masa kehamilan tak berhenti sampai di proses persalinan. (Foto: Pixabay/Marncom)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADA banyak yang terjadi pada tubuh perempuan sepanjang hidupnya. Berbeda dengan laki-laki yang akan mengalami perubahan signifikan dengan rentang waktu yang cukup jauh. Contohnya saat pubertas dan lansia.

Perempuan harus mengalami berbagai gejolak dan perubahan hormon sepanjang hidupnya. Antara lain menstruasi, hamil, dan melahirkan.

Saat menstruasi, kebanyakan perempuan akan mengalami kram di area abdomen bawah dekat pinggul (perut bagian bawah di tempat rahim berada). Hormon juga berubah sehingga memengaruhi kondisi emosional.

Saat hamil, perempuan akan mengalami lebih banyak lagi gejolak hormon. Otak dan seluruh fungsi tubuh untuk sementara waktu selama sembilan bulan 10 hari akan fokus membesarkan janin di dalam rahim.

Lalu apa yang terjadi pada tubuh perempuan setelah melahirkan?

Baca juga:

Pusat Perawatan Pascamelahirkan Terinspirasi Tradisi dari Timur Hadir di New York

tubuh melahirkan
Proses menyusui menyebabkan naik turunnya hormon dalam tubuh ibu. (Foto: Pixabay/fancycrave1)

Ukuran rahim berangsur kembali normal

Kamu akan merasakan nyeri dan sesekali kontraksi ketika rahim mulai kembali ke ukuran semula. Melahirkan melalui persalinan normal maupun operasi caesar sama-sama akan melalui tahap ini dan tentunya tak mudah bagi sang ibu karena masih harus merasakan sensasi tak nyaman. Di tahap ini juga perempuan akan mengalami masa nifas selama kurang lebih 40 hari setelah melahirkan.

Penyembuhan luka pasca melahirkan

Melahirkan normal memang dinilai minim luka, tetapi dalam beberapa kasus dokter terpaksa harus melakukan episotomi (gunting vagina) karena bayi kesulitan keluar meskipun sudah kontraksi dan pembukaan lengkap.

Beberapa perempuan juga mengalami perobekan sendiri di area vagina sebelum dokter melakukan episotomi karena peregangan yang cukup kuat ketika kepala bayi keluar sehingga akan terjadi luka yang perlu dirawat secara khusus setelah melahirkan.

Pada operasi caesar, perempuan akan mendapatkan luka jahitan karena ada beberapa lapisan perut yang harus disayat sampai menuju rahim untuk mengeluarkan bayi. Luka bekas operasi caesar butuh waktu cukup lama untuk sembuh total. Dokter akan menyarankan untuk memberikan jarak minimal dua tahun untuk kehamilan berikutnya agar seluruh jaringan perut dan rahim siap.

Proses menyusui

Sedang dalam masa nifas sekaligus penyembuhan luka pasca melahirkan, perempuan juga masih harus merasakan sulitnya proses menyusui. Perubahan hormon serta tubuh perempuan yang masih sangat kelelahan setelah melahirkan seringkali membuat banyak ibu mengalami baby blues karena harus tetap berjuang memberikan ASI kepada sang buah hati.

Apalagi ada begitu banyak problem dalam menyusui seperti ASI tersumbat dan mastitis abses yang memerlukan prosedur operasi untuk bisa sembuh. Masalah-masalah tersebut bisa terjadi berulang alias kambuhan.

Baca juga:

Blake Lively Melahirkan Anak ke Empat

tubuh melahirkan
Tubuh perempuan lebih mudah merasa lelah pascamelahirkan. (Foto: Pixabay/Victoria_Regen)

Penyembuhan organ

Baik melahirkan secara normal atau operasi caesar, organ-organ dalam tubuh mengalami kekacauan untuk sementara waktu karena mendapatkan tekanan intens ketika bayi masih berada di dalam rahim. Apalagi area perut tidak langsung kembali ke bentuk dan ukuran semula setelah melahirkan karena mengecilnya ukuran rahim membutuhkan waktu cukup lama.

Selain itu otot-otot di area perut juga meregang dan tidak bisa kembali ke tempat semula dalam sekejap mata. Luka yang didapatkan saat proses melahirkan normal atau caesar membutuhkan penanganan khusus selama beberapa waktu untuk bisa sembuh total.

Siklus menstruasi kembali dimulai

Setelah masa nifas berakhir, apakah siklus menstruasi akan langsung kembali normal? Tentu saja tidak. Sebagian perempuan akan mengalami kekacauan siklus menstruasi bisa selama enam bulan bahkan hingga dua tahun lamanya.

Kamu bisa saja tidak mendapatkan menstruasi selama beberapa bulan atau bisa juga mengalami menstruasi dua kali dalam satu bulan. Jika beruntung, siklus menstruasimu bisa langsung kembali normal setelah masa nifas berakhir.

Kamu wajib mencukupi asupan makanan yang berizi, istirahat yang cukup, dan menjaga kesehatan mental agar kondisi tubuh cepat kembali normal.

Perubahan sementara dalam sistem metabolisme

Banyak perempuan mengalami masalah dalam sistem metabolisme setelah melahirkan. Ada yang kesulitan buang air besar, ada juga yang mengalami diare.

Otot-otot kandung kemih yang sebelumnya mengalami tekanan akibat bobot janin di dalam rahim juga akan menyebabkan perempuan sering mengeluarkan air seni sedikit-sedikit tanpa sadar selama beberapa waktu pasca melahirkan.

Tenang saja, setelah kondisi tubuh berangsur normal, sistem metabolisme tubuh juga akan kembali seperti semula.

Kerontokan pasca melahirkan

Meningkatnya kadar hormon dalam tubuh saat hamil akan meningkatkan pertumbuhan rambut serta memperkuat batang hingga akarnya. Tak mengherankan bila saat hamil rambut terlihat semakin lebat.

Setelah melahirkan, tingkat hormon akan menurun drastis dan mengakibatkan melemahnya akar rambut sehingga kamu berisiko mengalami kerontokan ekstrem bahkan kebotakan di beberapa area kepala.

Fase ini tidak berlangsung permanen sehingga kamu perlu minum multivitamin dan perbanyak konsumsi zat besi agar kerontokan tidak terjadi terlalu parah. (Mar)

Baca juga:

Metode Bradley, Teknis Melahirkan Normal Minim Sakit

#Kesehatan #Pasca Melahirkan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Maria Theresia

Your limitation -- it's only your imagination.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan