WFH Bikin Sampah Ibu Kota Turun Ratusan Ton Per Hari

Angga Yudha PratamaAngga Yudha Pratama - Kamis, 09 April 2020
WFH Bikin Sampah Ibu Kota Turun Ratusan Ton Per Hari

Ilustrasi: Sampah di Monas. Foto: Net

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

Merahputih.com - Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Andono Warih mengklaim, terjadi penurunan berat sampah atau tonase sejak Gubernur Anies menerapkan kebijakan bekerja dari rumah alias work from home (WFH) 16 Maret 2020 akibat virus corona.

Andono mengungkapkan, penurunan sampah dari kebijakan WFH ini rata-rata sebesar 620 ton per hari. Penurunan ini dibandingkan dengan rata-rata harian periode 1-15 Maret 2020 sebelum penerapan WFH dengan rata-rata sampah 16-31 Maret 2020 setelah penerapan WFH.

"Kebijakan bekerja, belajar, dan beribadah dari rumah membuat sampah berkurang terutama dari sumber komersial, seperti dari hotel, mall, restoran, perkantoran, dan tempat wisata," kata Andono di Jakarta, Kamis (9/4).

Baca Juga

Update COVID-19 DKI 9 April: Total Sembuh 82 Orang, Positif Tambah 189 Kasus

Ia pun mengimbau agar masyarakat lebih giat lagi melakukan pengurangan sampah, terlebih dengan kondisi seperti sekarang ini di mana sebagian besar warga beraktifitas di rumah.

Andono menyampaikan ada tiga strategi pengurangan sampah. Pertama, strategi pintu depan pada tahap sebelum mengonsumsi.

"Kita harus tahu dan sadar apa yang mau kita konsumsi sejak dalam pikiran. Jika itu menghasilkan sampah, tak akan kita pilih," ungkap Andono.

sampah di Monas
Sampah di Monas

Andono menyarankan masyarakat membawa kantong belanja ramah lingkungan setiap akan berbelanja. Masyarakat juga wajib merencanakan dan mengetahui apa yang mau dibeli sebelum berbelanja.

Kedua, strategi pintu tengah. Warga diminta tidak buru-buru membuang sisa barang ke tempat sampah. Misalnya, mendonasikan pakaian tidak terpakai atau makanan berlebih kepada orang yang membutuhkan.

Baca Juga

Pandemi COVID-19 Makin Masif, MUI Setuju Diadakan Zikir Nasional

Ketiga, strategi pintu belakang. Warga harus disiplin memilah sampah organik dan anorganik. Sampah anorganik seperti kaleng, botol, dan kardus berkas dapat ditabung di bank sampah terdekat untuk didaur ulang.

"Sumber daya harus digunakan dengan optimal, jangan ada yang mubazir. Syukur-syukur kita dapat membantu tetangga atau masyarakat yang kesulitan secara ekonomi," tutup Andono. (Asp)

#Sampah #Virus Corona #Pasien Corona #Penyakit Corona
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Pemprov DKI dan Banten akan berkolaborasi untuk mengatasi banjir. Nantinya, sampah akan diolah menjadi listrik.
Soffi Amira - Kamis, 21 Mei 2026
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Indonesia
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Tata kelola sampah di Indonesia tidak bisa lagi diselesaikan dengan metode konvensional.
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Berita Foto
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Warga melakukan sortir sampah botol plastik untuk daur ulang di Bank Sampah Persatuan, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (16/5/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 16 Mei 2026
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Gerakan ini mewajibkan masyarakat memilah sampah berdasarkan jenisnya sebelum dibuang.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Indonesia
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Total nilai pengembangan proyek PSEL yang tengah disiapkan pemerintah mencapai sekitar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 87 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Berita Foto
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Petugas memasukkan sampah sayuran limbah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
Didik Setiawan - Senin, 11 Mei 2026
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Indonesia
Hotel dan Kafe di Jakarta Wajib Pilah Sampah, Masih Bandel Izin Usaha Dicabut
TPST Bantargebang, Bekasi, mulai Agustus 2026 hanya menerima sampah residu sesuai arahan Kementerian Lingkungan Hidup.
Wisnu Cipto - Senin, 11 Mei 2026
Hotel dan Kafe di Jakarta Wajib Pilah Sampah, Masih Bandel Izin Usaha Dicabut
Indonesia
TPST Bantargebang tak Lagi Terima Semua Sampah Mulai Agustus 2026, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah
TPST Bantargebang hanya menerima sampah residu mulai Agustus 2026. Warga diminta memilah sampah dari rumah.
Soffi Amira - Minggu, 10 Mei 2026
TPST Bantargebang tak Lagi Terima Semua Sampah Mulai Agustus 2026, Warga Diminta Pilah Sampah dari Rumah
Indonesia
TPST Bantargebang Bakal Olah Sampah Jadi Energi, Ditargetkan Rampung 2028
TPST Bantargebang akan mengolah sampah menjadi energi. Program ini ditargetkan rampung pada 2028.
Soffi Amira - Minggu, 10 Mei 2026
TPST Bantargebang Bakal Olah Sampah Jadi Energi, Ditargetkan Rampung 2028
Indonesia
Pemkot Minta Bantuan China Kelola Sampah
Xi'an China adalah kota sejarah dan budaya seperti halnya di Solo yang juga memiliki banyak jejak peninggalan.
Alwan Ridha Ramdani - Sabtu, 09 Mei 2026
Pemkot Minta Bantuan China Kelola Sampah
Bagikan