Kesehatan

Waspadai Masalah Kesehatan Setelah Lebaran

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Rabu, 04 Mei 2022
Waspadai Masalah Kesehatan Setelah Lebaran

Kendalikan porsi makan saat menyantap makanan Lebaran. (Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MOMEN Idul Fitri kurang lengkap tanpa menyantap berbagai makanan khas Lebaran seperti opor ayam, rendang, ketupat, sayur lodeh, telur balado, hingga minuman manis lainnya. Namun jika tidak terkendali, makan di hari raya bisa menimbulkan penyakit yang memengaruhi kesehatan.

Apa saja kondisi kesehatan yang wajib diwaspadai setelah Lebaran? Melansir laman ANTARA, Senin (2/5), Wakil Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia cabang DKI Jakarta dr. Ida Gunawan, M.S., Sp.GK mengatakan ada lima kondisi kesehatan yang muncul akibat nafsu makan yang tidak bisa dikendalikan.

Masalah kesehatan yang pertama adalah meningkatnya kadar gula darah setelah mengonsumsi kue-kue Lebaran yang manis dan mengandung gula. Ida yang juga berpraktik di RS Pondok Indah mengingatkan untuk mengendalikan diri ketika melihat deretan kue-kue manis yang menggiurkan. Bukannya tidak boleh, tapi sebaiknya dibatasi jika ingin mengonsumsinya.

Selain meningkatnya kadar gula darah, kolesterol dan lemak juga bisa bertambah ketika tidak bisa mengendalikan porsi makan. Mengonsumsi secara berlebih makanan yang tinggi lemak jenuh bisa meningkatkan kadar kolesterol dan lemak darah. Maka, jangan kalap begitu melihat makanan yang serba santan, daging, gorengan, dan hidangan-hidangan creamy.

Baca juga:

Jaga Kesehatan Mudik Lebaran Kamu dengan Asupan Vitamin Ini

Waspada Masalah Kesehatan Setelah Lebaran
Jangan kalap ketika melihat gorengan. (Foto: Unsplash/Parmanand Jagnandan)

Hati-hati juga dengan menu berisi daging deroan yang berisi kaldu gurih, apalagi dengan tambahan emping. "Makanlah secukupnya, jangan berlebihan," pesan Ida.

Meja makan hampir bisa dipastikan dengan menu-menu Lebaran yang menggoda, apalagi makanan yang disajikan hanya dimasak setahun sekali. Tak heran bila ada orang yang makan dalam jumlah berlebihan. Apalagi dalam hidangan yang disantap jumlah seratnya tidak mumpuni, maka harus berhati-hati agar tidak kena gangguan pencernaan.

Baca juga:

Kemenkes Siapkan 3.910 Pos Kesehatan Selama Mudik Lebaran

Waspada Masalah Kesehatan Setelah Lebaran
Kebanyakan orang takut naik berat badan. (Foto: Unsplash/Towfiqu barbhuiya)

"Pedas berlebihan, santan berlebihan, kalau yang namanya berlebihan baik pedas, asam, minyak, gula, itu semua tidak baik untuk kesehatan pencernaan kita," kata Ida.

Yang terakhir dan biasanya dikhawatirkan banyak orang adalah kenaikan berat badan. Selama puasa, seseorang punya waktu makan yang teratur, hanya bisa makan selepas matahari terbenam dan sebelum azan Subuh berkumandang.

Ketika Idul Fitri tiba, sebaiknya kamu tetap menjaga pola makan yang teratur agar berat badan tidak meningkat. "Bisa bablas naik dengan cepat berat badan karena menu makanan yang dikonsumsi jumlah kalorinya berlebihan," tutupnya. (and)

Baca juga:

Tips Mengatur Porsi Makan Sehat saat Lebaran

#Lebaran #Tips Kesehatan #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 71 mikrogram per meter kubik.
Dwi Astarini - Rabu, 21 Oktober 2026
Rabu Pagi, Kualitas Udara Jakarta tidak Sehat
Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Bagikan