Waspada Makanan Ini Ternyata Berbahaya

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Senin, 22 Mei 2023
Waspada Makanan Ini Ternyata Berbahaya

Beberapa makanan tidak sehat jika sering dikonsumsi. (Unsplash/Alex Haney)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ADA beberapa jenis makanan berbahaya untuk kesehatan yang perlu kamu ketahui. Meski rasanya enak dan sering kali dikonsumsi, kamu perlu mulai membatasu dan bahkan menghindari konsumsinya agar terhindar dari gangguan keehatan yang mengintai.

Banyak orang yang tidak menyadari bahwa makanan yang dikonsumsinya setiap hari bisa saja termasuk dalam kategori makanan berbahaya. Jenis makanan ini umumnya mudah ditemukan, rasanya lezat, dan harganya terjangkau.

Dilansir Alodokter, berikut beberapa jenis makanan yang tergolong berbahaya karena dapat memberikan dampak negatif bagi kesehatan, di antaranya:

Baca Juga:

Meniup Makanan Panas Berbahaya Bagi Kesehatan?

Sering Dikonsumsi, Makanan Ini Ternyata Berbahaya
Orang yang sering mengonsumsi makanan cepat saji, berisiko tinggi terkena hipertensi. (Unsplash/Jonathan Borba)

Daging olahan

Konsumsi makanan yang berasal dari daging olahan perlu dibatasi, termasuk sosis, nuget, dan kornet. Penelitian menyebutkan nbahwa orang yang sering mengonsumsi daging olahan memiliki risiko lebih tinggi terkena diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan kanker usus.

Terpapar merkuri

Ikan memang merupakan sumber protein yang baik. Namun, tidak semua ikan aman untuk dikonsumsi. Beberapa jenis ikan seperti hiu, makerel, todak, ternggiri, dan tuna diketahui mengandung merkuri dengan kadar tinggi.

Baca Juga:

Membungkus Makanan Panas dengan Plastik, Berbahaya

Sering Dikonsumsi, Makanan Ini Ternyata Berbahaya
Daging babi dianggap berbahaya karena banyak mengandung lemak tak jenuh ganda. (Unsplash/KG Baek)


Daging babi

Selain daging olahan, makanan yang perlu dibatasi atau dihindari adalah daging babi. Daging babi dianggap berbahaya karena banyak mengandung lemak tak jenuh ganda, yang dapat meningkatkan risiko terkena kolesterol tinggi dan sirosis. Selain itu, mengonsumsi daging babi juga dikaitkan dengan penyakit jantung, penyakit kanker hati, dan penyakit kanker kolorektal.

Makanan saji cepat

Tak hanya rendah kandungan nutrisi, makanan saji cepat mengandung kalori, lemak, gula, dan garam yang cukup tinggi sehingga berdampak buruk bagi kesehatan. Orang yang sering mengonsumsi makanan cepat saji, berisiko tinggi terkena hipertensi, kolesterol tinggi, obesitas, penyakit diabetes tipe 2, dan penyakit jantung.

Makanan yang digoreng

Penelitian menyebutkan bahwa terlalu sering mengonsumsi makanan yang digoreng dapat meningkatkan risiko terjadinya obesitas dan penyakit jantung. Hal ini karena makanan yang digoreng mengandung banyak lemak, kalori, dan garam. (and)

Baca Juga:

Pharrell Williams Produksi Alat Makan Unik dari Plastik Daur Ulang

#Kesehatan #Kuliner
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Indonesia
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Sekolah diminta tidak menjalankan aktivitas luar ruangan seolah kualitas udara dalam kondisi normal.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Asap Karhutla Mengancam Anak, DPR Minta Sekolah tak Nekat Gelar Aktivitas Luar Ruangan
Indonesia
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Selain itu tidak boleh ada lagi diskriminasi pelayanan antara peserta BPJS Kesehatan dan pasien non-BPJS.
Dwi Astarini - Selasa, 29 September 2026
Presiden Prabowo Perintahkan Persingkat Antrean Layanan BPJS
Bagikan