Waspada Varian Baru COVID-19 Bernama ‘Mu’

Andreas PranataltaAndreas Pranatalta - Sabtu, 04 September 2021
Waspada Varian Baru COVID-19 Bernama ‘Mu’

Perlu penelitian lebih lanjut dari WHO. (Foto: Unsplash/Viktor Forgacs)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) telah mengumumkan varian baru COVID-19 bernama Mu yang disebut kebal terhadap vaksin. Varian ini dikenal sebagai B.1.621 dan pertama kali terdeteksi di Kolombia pada Januari 2021 dan mengklasifikasikannya sebagai variant of interest (VOI).

Mengutip laman Livescience, label VOI berarti prevalensi varian tersebut meningkat di beberapa area dan mutase ini cenderung memengaruhi karakteristik virus, seperti penularan atau tingkat keparahan penyakit. Menurut WHO sendiri, varian Mu memiliki konstelasi mutasi yang menunjukkan sifat potensial untuk lolos dari kekebalan vaksin.

Data awal studi laboratorium menunjukkan antibodi yang dihasilkan sebagai respons terhadap vaksinasi COVID-19 atau infeksi sebelumnya kurang mampu menetralisir atau meningkat dan menonaktifkan varian Mu.

Baca juga:

Varian COVID-19 Delta Sudah Masuk Merauke

Waspada Varian Baru COVID-19 Bernama ‘Mu’
Pertama kali ditemukan di Kolombia pada Januari 2021. (Foto: Unsplash/Flavia Carpio)


Sejak diidentifikasi di Kolombia, kasus sporadic dan beberapa wabah yang lebih besar telah dicatat di seluruh dunia. Di luar Amerika Selatan, kasus telah dilaporkan di Inggris, Eropa, AS, dan Hong Kong. Sementara varian tersebut membuat kurang dari 0,1 persen dari infeksi COVID-19 secara global, itu mungkin mulai berkembang di Kolombia dan Ekuador, masing-masing menyumbang 39 persen dan 13 persen dari kasus COVID-19.

WHO menyatakan masih memerlukan lebih banyak penelitian untuk lebih memahami varian Mu dan penyebarannya. Terkait penularannya, otoritas kesehatan di Inggris mencatat varian ini tidak menyebar sangat cepat dan tidak lebih menular daripada varian Delta. Tetapi, Mu punya kemampuan menghindari kekebalan yang diinduksi vaksin.

Baca juga:

Dinkes DKI Temukan 33 Kasus COVID-19 Varian Baru Masuk Jakarta

Waspada Varian Baru COVID-19 Bernama ‘Mu’
Tetap harus menerapkan protokol kesehatan. (Foto: Unsplash/engin akyurt)


“Strain Mu membutuhkan studi lebih lanjut untuk memastikan apakah itu akan terbukti menular, lebih mematikan, atau lebih resisten terhadap vaksin dan perawatan saat ini,” kelas WHO.

Dalam laporan Public Health England (PHE) pada Juli mengatakan sebagian besar ditemuan di London pada orang berusia 20-an. Beberapa dari mereka yang dites positif Mu telah menerima satu atau dua dosis vaksin COVID-19.

Hingga saat ini, belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa varian Mu lebih berbahaya daripada Delta. Satu hal yang harus dikhawatirkan dari varian ini adalah memiliki mutasi genetik P681H. Mutasi genetik ini juga ditemukan pada varian Alpha yang pertama kali terdeteksi di Kent, Inggris. (and)

Baca juga:

Ditemukan COVID-19 Varian India, Gibran Larang Warga Solo Bepergian ke Zona Merah

#Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Andreas Pranatalta

Stop rushing things and take a moment to appreciate how far you've come.
Show More

Berita Terkait

Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
ShowBiz
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Tanpa ragu, Jisoo mengambil sekotak susu kedelai.
Dwi Astarini - Rabu, 30 September 2026
Susu Rahasia Jisoo BLACKPINK untuk Jaga Berat Badan
Indonesia
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Pada rentang waktu yang sama, katanya, gagal ginjal menduduki urutan kedua, dengan total biaya sebesar Rp 83,8 triliun yang dikeluarkan untuk membayar pelayanan kesehatan 81,2 juta kasus.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Dalam Satu Dekade 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung Pakai BPJS Kesehatan, Biaya Capai Rp 100 Triliun
Bagikan