Waspada Ular Masuk Rumah saat Musim Hujan, Cegah Segera!

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 05 Januari 2020
Waspada Ular Masuk Rumah saat Musim Hujan, Cegah Segera!

Musim hujan menyebabkan beberapa hewan masuk ke dalam rumah. (Foto: Farm and Diary)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MUSIM hujan tidak hanya berpengaruh pada aktivitas manusia, melainkan juga hewan. Beberapa hewan akan muncul ketika hujan dan banjir terjadi, seperti tikus, kecoa, biawak, ikan, dan yang paling mengerikan adalah ular. Reptil melata yang satu itu menjadi hewan yang ditakuti warga sekitar jika terjadi banjir atau hujan yang tak kunjung reda. Pergantian musim merupakan waktu yang ideal bagi ular untuk kawin, bertelur, atau berkembang biak.

Baca juga:

Banjir Melanda, Waspada Leptospirosis Mengintai

Tak jarang, ular pun sering memasuki pemukiman warga dan meresahkan mereka. Dirangkum dari beberapa sumber, berikut lima cara agar rumah bebas dari ular ketika musim hujan.

1. Jangan membiarkan rumput meninggi

Waspada Ular Masuk Rumah saat Musim Hujan, Cegah Segera!
Potong rumput menjadi lebih pendek. (Foto: TruGreen)

Ular sangat suka dengan semak belukar semacam ini. Sebaliknya, mereka cenderung menghindari rumput yang pendek karena secara naluri akan merasakan adanya potensi bahaya. Rumput yang pendek juga akan membuat ular mudah diketahui kedatangannya.

Selain rumput, bersihkan juga ranting-ranting pohon yang menjalar ke bagian rumah. Ini bisa dijadikan ular sebagai jembatan untuk masuk ke lingkungan sekitar.

2. Pastikan lingkungan bersih

Waspada Ular Masuk Rumah saat Musim Hujan, Cegah Segera!
Pastikan rumahmu bersih. (Foto: Pixabay/GregoryButler)

Memastikan lingkungan sekitarmu bersih juga menjadi cara untuk meminimalisir masuknya ular ke rumah. Bersihkan tumpukan sampah dan saluran air, sebab ular menyukai lingkungan yang lembab. Rumah yang kotor juga biasanya menjadi sarang tikus atau kecoa, hingga memancing ular untuk datang.

3. Ular tidak takut garam

Waspada Ular Masuk Rumah saat Musim Hujan, Cegah Segera!
Ular tidak takut dengan garam. (Foto: Pixabay/katie175)

Banyak orang percaya dan melakukan hal tersebut ketika melihat ular masuk ke rumah mereka. Ular tidak takut garam, tidak seperti lintah. Kepercayaan ini ternyata hanya mitos. Mereka akan tetap mencoba masuk walaupun sudah ditaburi garam.

Kamu bisa menggunakan keset dari ijuk untuk menghalau ular. Ular tidak suka dengan benda semacam keset ijuk karena permukaannya yang tajam. Atau, kamu bisa menggunakan kapur barus dan menyebarkannya di sekitar rumah. Aroma wangi yang tajam dipercaya dapat mencegah masuknya ular.

Baca juga:

Rajin Cuci Tangan untuk Terhindar dari Pilek saat Musim Hujan dan Banjir

4. Hindari menumpuk barang

Waspada Ular Masuk Rumah saat Musim Hujan, Cegah Segera!
Hindari tumpukan barang di rumah. (Foto: ThriftyFun)

Hindari tumpukan barang-barang di rumah, baik pakaiaan ataupun peralatan rumah tangga. Ular akan merasa nyaman ketika berada di tumpukan barang. Jadi, sebaiknya susun barang-barang dengan rapi dan berjarak.

5. Gunakan jaring kawat

Waspada Ular Masuk Rumah saat Musim Hujan, Cegah Segera!
Pasang jaring kawat di sekeliling rumah. (Foto: Indiamart)

Langkah terakhir yang bisa kamu lakukan adalah memasang jaring kawat di sekitar rumah. Pasang kawat dengan tinggi minimal 36 inci. Selain itu, bagian bawah jaring kawat juga harus dikubur beberapa inci.

Memang, cara ini membutuhkan waktu dan energi untuk mempersiapkannya, namun semua upaya dilakukan untuk mencegah ular masuk rumah saat musim hujan. (And)

Baca juga:

Banjir Surut, Pasang Badan Untuk Lima Hal Ini

#Ular #Banjir #Musim Hujan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Dunia
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Para korban yang kehilangan semuanya dan sedang berupaya mencari tempat di Kathmandu juga tak dapat menemukan fasilitas publik yang layak untuk melakukan ritual.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 04 September 2026
5.083 Orang Masih Hilang Akibat Banjir Bandang Nepal, Keluarga Upacara Pemakaman Simbolis
Dunia
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Banjir melanda kawasan Bright Angel Canyon dan Phantom Ranch, yang berada di bagian dalam taman nasional yang terpencil
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Lebih 20 Orang Dikabarkan Hilang Akibat Banjir Bandang Melanda Grand Canyon
Indonesia
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Federasi Internasional Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC), Kamis, yang menggambarkan situasi tersebut sebagai "katastropik".
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 28 Agustus 2026
Korban Tewas Banjir Bandang di Nepal 298 Orang, 10 Ribu Orang Kehilangan Rumah
Indonesia
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Normalisasi Kali Cakung Lama ditargetkan selesai pada 2028. Progresnya kini sudah mencapai 25 persen.
Soffi Amira - Kamis, 13 Agustus 2026
Normalisasi Kali Cakung Lama Ditargetkan Rampung 2028, Begini Progresnya
Dunia
Banjir Terjang Texas, Sedikitnya 1 Orang Tewas
Banjir terjadi di daerah yang sama yang menelan lebih dari 130 korban jiwa akibat banjir bandang pada musim panas 2025.
Dwi Astarini - Jumat, 17 Juli 2026
Banjir Terjang Texas,  Sedikitnya 1 Orang Tewas
Dunia
Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Ribuan orang kehilangan tempat tinggal setelah banjir bandang dan tanah longsor melanda berbagai wilayah di negara tersebut, termasuk ibu kota Dhaka.
Dwi Astarini - Senin, 13 Juli 2026
 Hujan Deras dan Banjir Bandang Melanda Bangladesh, 51 Orang Tewas
Indonesia
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Penertiban tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
Dwi Astarini - Selasa, 23 Juni 2026
Pemprov DKI Tertibkan Bangunan di Kali Mookervart, Kendalikan Banjir di Kawasan Rawa Buaya
Indonesia
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Dalam beberapa tahun belakangan karena perubahan iklim, curah hujan yang terjadi cenderung tinggi dan ekstrem yaitu 150-250 mm.
Frengky Aruan - Jumat, 29 Mei 2026
Insfrastruktur Pengendali Banjir di Jakarta Belum Mampu Sepenuhnya Hadapi Curah Hujan Ekstrem
Berita Foto
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Sejumlah kendaraan sepeda motor melawan arah saat banjir setinggi 50 CM mengenangai jalan Metro Pondok Indah, Jakarta Selatan, Selasa (26/5/2026).
Didik Setiawan - Selasa, 26 Mei 2026
Baru Diguyur Hujan Sebentar, Jalan Metro Pondok Indah Langsung Tergenang hingga 50 Cm
Indonesia
Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Kedua embung tersebut berfungsi sebagai infrastruktur pengendali banjir, konservasi air, sekaligus ruang publik bagi warga.
Dwi Astarini - Selasa, 19 Mei 2026
 Gubernur Pramono Resmikan 2 Embung di Jagakarsa, Kurangi Banjir 20 Persen di Jakarta Selatan
Bagikan