Warga Jakarta Diminta Waspada Penyebaran Hantavirus, 4 Kasus telah Tercatat

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
Warga Jakarta Diminta Waspada Penyebaran Hantavirus, 4 Kasus telah Tercatat

Apakah Hantavirus termasuk mematikan?. (Foto: unsplash/national)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MASYARAKAT Jakarta diminta waspada terkait dengan penyebaran kasus hantavirus. Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI melaporkan telah ada empat kasus hantavirus di Jakarta sepanjang 2026 dengan tiga pasien telah sembuh dan satu lainnya masih berstatus suspek.

"Tiga orang sudah sembuh dengan gejala ringan, sedangkan satu orang masih suspek karena penegakan diagnosisnya masih menunggu hasil laboratorium," kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ani Ruspitawati, Senin (11/5).

Ani menegaskan hantavirus bukan merupakan virus baru. Penyakit tersebut sudah lama dikenal dan selama ini terus dipantau perkembangannya oleh otoritas kesehatan.

Lebih jauh, Ani mengatakan penularannya terjadi melalui tikus, baik dari air liur, urine, maupun kotoran tikus yang mencemari lingkungan dan kemudian terhirup manusia melalui debu atau kontak langsung.

Baca juga:

Hantavirus Mulai Hantui Indonesia, Kemenkes Diminta Siagakan Fasilitas Kesehatan Nasional



Ani menyampaikan Hantavirus sebetulnya virus lama, bukan seperti COVID-19 yang dulu merupakan penyakit baru. Penularannya melalui tikus, bisa dari air liur, air seni, atau kotoran tikus yang terkontaminasi ke manusia. Ia menjelaskan hantavirus memiliki banyak varian. Namun, varian yang dapat menular antarmanusia sejauh ini hanya varian Andes yang ditemukan di Amerika Selatan dan belum pernah ditemukan di Indonesia.

"Sampai sekarang belum ada di Indonesia. Jadi kasus yang ada di sini penularannya masih dari tikus ke manusia," katanya.

Ani mengatakan pasien yang masih berstatus suspek saat ini menjalani isolasi sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium. Langkah itu dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan karena hantavirus masuk kategori penyakit menular. "Kalau kita menemukan suspek, prinsipnya dilakukan isolasi terlebih dahulu sampai hasil laboratorium keluar. Sejauh ini semua kasus yang muncul di Jakarta gejalanya ringan, dan tiga pasien sebelumnya sudah sembuh," urainya.

Ani memastikan kasus yang ditemukan di Jakarta bukan berasal dari cluster tertentu, termasuk bukan dari kapal pesiar, melainkan hasil pemantauan rutin sepanjang tahun.

Dinkes DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk tetap waspada tanpa perlu panik. Upaya pencegahan yang ditekankan antara lain menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), rutin mencuci tangan, serta menggunakan masker dan alat pelindung ketika berada di area yang berpotensi terkontaminasi tikus. "Selain itu, pengendalian tikus juga penting dilakukan," ucapnya.

Ani menambahkan sejauh ini jumlah kasus hantavirus yang ditemukan di Indonesia masih terbatas. Oleh karena itu, masyarakat diminta tetap tenang tapi tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi penularan.

"Ini bukan penyakit baru dan selama ini terus dimonitor. Jadi tidak perlu panik, tetapi tetap waspada dengan menjaga pola hidup bersih dan sehat," pungkasnya.(Asp)


Baca juga:

Hantavirus Sudah Masuk Indonesia, Pemerintah Diminta Siaga Satu

#DKI Jakarta #Hantavirus #Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Dishub DKI Tertibkan Kendaraan Parkir Sembarang di Kawasan Cawang, 4 Mobil Diderek
Penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi jalan agar aman, tertib, dan nyaman bagi pengguna jalan.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 Juni 2026
Dishub DKI Tertibkan Kendaraan Parkir Sembarang di Kawasan Cawang, 4 Mobil Diderek
Indonesia
Gubernur Pramono Minta Kado dari STY untuk Lima Abad Jakarta Tahun Depan
Pramono mengapresiasi penunjukan STY sebagai pelatih baru Persija Jakarta.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 Juni 2026
Gubernur Pramono Minta Kado dari STY untuk Lima Abad Jakarta Tahun Depan
Indonesia
Pemprov DKI Mulai Tata Kabel ke Bawah Tanah
Pemprov DKI secara bertahap memasukkan jaringan kabel ke tanah agar lebih tertata dan menambahkan estetika kota.
Dwi Astarini - Sabtu, 27 Juni 2026
Pemprov DKI Mulai Tata Kabel ke Bawah Tanah
Indonesia
Pemprov DKI Siapkan Rp 100 Miliar dari APBD untuk Program LPDP 2027
Anggaran ratusan miliar itu akan dikelola Pemprov DKI dengan menggandeng LPDP pusat.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Pemprov DKI Siapkan Rp 100 Miliar dari APBD untuk Program LPDP 2027
Indonesia
Dishub DKI Sediakan Selter di Perkantoran Jakarta bagi Pengemudi Ojol
Salah satu fasilitas yang telah tersedia berada di Terminal Terpadu Pulo Gebang sebagai selter bagi pengemudi.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Dishub DKI Sediakan Selter di Perkantoran Jakarta bagi Pengemudi Ojol
Indonesia
Dishub DKI Kumpulkan Ojol, Bahas Penataan Parkir saat Ambil Pesanan
Dishub DKI bersama seluruh mitra akan menyelenggarakan Seminar Safety Driving yang diikuti sekitar 200 pengemudi dari berbagai operator taksi dan ojek online.
Dwi Astarini - Jumat, 26 Juni 2026
Dishub DKI Kumpulkan Ojol, Bahas Penataan Parkir saat Ambil Pesanan
Indonesia
Wali Kota Jakpus Respons Warga yang Tolak Relokasi Sekretariat RW akibat Dapur MBG
Arifin akan turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya.
Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026
Wali Kota Jakpus Respons Warga yang Tolak Relokasi Sekretariat RW akibat Dapur MBG
Indonesia
Bundaran HI Siap Pecah! Padi Reborn dan Mahalini Guncang Malam Puncak HUT Jakarta
Suharini Eliawati menegaskan seluruh rangkaian kegiatan ini merupakan wujud nyata komitmen pemerintah menghadirkan manfaat langsung bagi warga
Angga Yudha Pratama - Kamis, 25 Juni 2026
Bundaran HI Siap Pecah! Padi Reborn dan Mahalini Guncang Malam Puncak HUT Jakarta
Indonesia
Parkir On The Street Jalan Mayjen Sutoyo Berlaku, Kendaraan yang Bandel bakal Disanksi
Pengaturan sistem parkir di badan jalan pada titik dan waktu tertentu di Jalan Mayjen Sutoyo, Cawang, dilakukan karena sering digunakan untuk parkir ilegal.
Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026
Parkir On The Street Jalan Mayjen Sutoyo Berlaku, Kendaraan yang Bandel bakal Disanksi
Indonesia
Tahun Depan Pemprov DKI Bangun 11 Rusun Jumbo
Pramono ingin masyarakat memiliki akses hunian yang mudah dan transparan. Menurut dia, penyediaan rumah susun akan menjadi solusi masalah permukiman di Jakarta.
Dwi Astarini - Kamis, 25 Juni 2026
Tahun Depan Pemprov DKI Bangun 11 Rusun Jumbo
Bagikan