MerahPutih.com - Warga Amerika Serikat (AS) sampai mengurangi makan menyusul kenaikan harga imbas perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran. Hal ini juga disampaikan Pemimpin Minoritas Demokrat Senat AS Chuck Schumer.
"Warga Amerika sudah melewatkan makan akibat perang sembrono di Iran yang sengaja dipilih oleh (Presiden AS Donald) Trump, dan ini hanya contoh lain bagaimana kekacauan yang ia ciptakan membuat mereka kian kesulitan membeli makanan," tulis Schumer di platform X pada Rabu (25/3), dikutip dari Antara.
Penyataan Senator Schumer menanggapi laporan media bahwa warga AS kini mengurangi belanja makanan untuk menutupi biaya bahan bakar yang melonjak tajam.
Baca juga:
Filipina Sudah Darurat Energi Imbas Konflik Timur Tengah, Menkeu RI Pubaya: Kita Mesti Siap-siap
Keanikan harga diawali serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran sejak 28 Februari. Iran lalu membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.
Eskalasi itu menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global.
Gangguan itu juga memengaruhi ekspor dan produksi minyak di kawasan serta mendorong kenaikan harga. (*)