Wamena Mulai Kondusif, Jumlah Pengungsi Tercatat Menurun

Zulfikar SyZulfikar Sy - Sabtu, 05 Oktober 2019
Wamena Mulai Kondusif, Jumlah Pengungsi Tercatat Menurun

Suasana pengungsi korban demo rusuh yang ditampung sementara di Tongkonan Kotaraja Papua (ANTARA/Musa Abubar)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Warga Wamena, Papua, telah kembali ke rumah masing-masing setelah mengungsi pasca kerusuhan pada Senin (23/9) lalu. Hingga Sabtu (5/10), jumlah warga yang berada di tempat-tempat pengungsian sudah jauh berkurang.

Di Kodim 1702/Jayawijaya misalnya, tiga hari lalu jumlah pengungsi mencapai 3.200 orang, maka pada hari ini tinggal 2.145 orang yang masih bertahan.

Baca Juga:

Abaikan Hoaks Rasis di Medsos, Warga Pendatang Diimbau Balik ke Wamena

“Hal ini dikarenakan ada sebagian anak-anak dan ibu-ibu yang sudah turun ke Jayapura, sebagian lagi ada yang telah kembali ke tempat masing-masing sehingga terjadi penurunan yang signifikan,” kata Dandim 1702/Jayawijaya, Letkol (Inf) Candra Dianto dalam keterangannya kepada wartawan, Sabtu (5/10).

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto,didampingi para kepala staf angkatan menyampaikan pernyataan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5-10-2019). ANTARA/Zuhdiar Laeis
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto,didampingi para kepala staf angkatan menyampaikan pernyataan di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Sabtu (5-10-2019). (ANTARA/Zuhdiar Laeis)

Situasi Kota Wamena sendiri semakin kondusif. Sejumlah aktivitas pusat belanja yang semula tutup kini sudah buka kembali. Begitu pula aktivitas jual-beli di pasar-pasar Wamena dan perbankan telah berjalan normal.

Ada tiga pasar di Wamena telah berjalan normal. Sementara aparat keamanan gabungan TNI-Polri masih disiagakan di sejumlah objek vital dan titik rawan.

Baca Juga:

Pasca Kerusuhan, Kondisi Wamena Mulai Membaik

Pihak TNI bersama kepolisian juga terus melakukan dialog agar aparat lebih dekat dengan masyarakat. Selama patroli, aparat diminta untuk mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh provokasi, dan tidak mudah percaya kepada isu yang menyesatkan.

Terpisah, politikus PKB Abdul Kadir Karding mendukung penuh upaya pemerintah daerah dan pusat dalam menstabilkan situasi dan kondisi di Wamena.

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat berbincang dengan pengungsi yang ditampung diRindam XVII Cenderawasih, Ifar Gunung, Kabupaten Jayapura, Kamis (3/10). (ANTARA/HO/Humas Polda Papua)
Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw saat berbincang dengan pengungsi yang ditampung diRindam XVII Cenderawasih, Ifar Gunung, Kabupaten Jayapura, Kamis (3/10). (ANTARA/HO/Humas Polda Papua)

“Presiden Joko Widodo sudah mengirimkan bantuan berupa bahan pokok untuk warga Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, yang tengah mengungsi,” Kata Karding.

Menurutnya, hal yang terpenting saat ini yakni mengembalikan warga Wamena pada suasana persaudaraan seperti sebelum terjadinya kerusuhan. Dia juga berharap agar masyarakat Indonesia bisa lebih bijaksana dalam membagikan informasi soal Wamena.

“Jadi sepenuhnya mempelajari apa yang sesungguhnya terjadi. Check dan re-check dulu. Apalagi di era sosial media seperti saat ini menjadi sangat penting,” ujarnya. (Knu)

Baca Juga:

Demi NKRI, KKSS Berharap Warganya Tidak Tinggalkan Wamena

#Papua #Pengungsi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
Upaya OMC memicu hujan di wilayah utara dan tengah Merauke, bagian selatan Boven Digoel, serta bagian selatan Mappi.
Dwi Astarini - Kamis, 29 Oktober 2026
Karhutla di Papua Selatan Mulai Berkurang Berkat Modifikasi Cuaca
Indonesia
Marinir Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sita Senjata Diduga Milik KKB Yahukimo
Prajurit menemukan beberapa senapan angin tanpa laras, selongsong amunisi kaliber 5,56 milimeter dan 9 milimeter, gelang bermotif Bintang Kejora, kamera, dan telepon genggam rusak
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 29 Oktober 2026
Marinir Satgas Pengamanan Perbatasan RI-PNG Sita Senjata Diduga Milik KKB Yahukimo
Indonesia
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Personel TNI disebut mendapat serangan saat menjalankan operasi tersebut hingga terjadi aksi saling tembak.
Dwi Astarini - Jumat, 09 Oktober 2026
TNI Tembak Mati Komandan OPM di Maybrat, 2 Anak Buahnya Hanyut di Sungai
Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
BNPB mengungkap penyebab 94 orang meninggal dunia di pengungsian gempa NTT. Mayoritas merupakan kelompok rentan.
Soffi Amira - Kamis, 17 September 2026
94 Orang Meninggal di Pengungsian Gempa NTT, BNPB Ungkap Penyebabnya
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Bagikan