Wajar Jokowi Emosi, Pengkritik Itu Ternyata Teman Kecil Solat Bareng
Presiden Joko Widodo (Jokowi). Foto: Antara
MerahPutih.com - Kejengahan Presiden Jokowi yang terus-menerus diserang isu PKI akhirnya memuncak Sabtu lalu. Saat berbicara pada acara relawan Galang Kemajuan (GK) di Puri Begawan, Bogor, Jabar, itu nada suara Kepala Negara tiba-tiba meninggi.
Padahal, Jokowi masih tampak kalem saat mengalami pidato dan tak lupa melempar candaan yang biasa menjadi ciri khasnya.
Namun, suara Presiden mulai meninggi ketika membahas tentang adanya oknum yang tidak mau Indonesia maju. Puncaknya, Kepala Negara beraksi keras atas isu tudingan dirinya antek asing dan isu PKI yang viral di media sosial.
"Saya belum lahir sudah jejeran sama Aidit (tokoh PKI) coba. Ini isu-isu apa-apaan ini, nggak beradab seperti itu," kata Jokowi, dengan nada tinggi, Sabtu (7/4) lalu.
Terungkap kejengkelan Jokowi itu ternyata cukup masuk akal. Menko Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan mengungkap orang yang kerap menyerang Jokowi secara personal itu ternyata teman masa kecil Presiden di Solo.
"Saya setuju jika presiden merasa jengkel. Itu kan merupakan temannya beliau (presiden) dari kecil," kata Luhut usai berbicara pada Rapat Koordinasi Bidang Nasional III Kemaritiman DPP PDIP di Jakarta, Minggu (8/4).
Menurut Luhut, orang itu ketika kecil sering solat Jumat bersama Jokowi sehingga seharusnya tidak perlu lagi meragukan tingkat keislaman Kepala Negara. "Makanya aneh meragukan keislaman presiden," ucap Luhut, dilansir dari jawapos.com.
Sosok yang dirujuk Luhut itu adalah Ketua Komisi I DPR Abdul Kharis Almasyhari politikus dari PKS. Diketahui, Abdul Kharis merupakan anggota DPR dari dapil V Jateng, alamat rumah di Laweyan, Solo. Sebelum berkecimpung di dunia politik, Abdul Kharis merupakan dosen di Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Sejak kecil Jokowi selalu melaksanakan salat Jumat bersama-sama dengan politisi PKS itu, karena rumah Jokowi dan Abdul tidak berada jauh dari masjid tempat biasa salat Jumat. (Ayp)
Bagikan
Angga Yudha Pratama
Berita Terkait
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Berwasiat Agar Gibran dan Kaesang Jadi Pasangan Capres-Cawapres di Pemilu 2029
Hadir Bawa Badan, Eks Menpora Dito Siap Diperiksa KPK soal Dampingi Jokowi Lobi Haji
Roy Suryo Ajukan Ahli Bedah Saraf hingga Pendeteksi Gambar ke Polda Metro, Tepis Penetapan Status Tersangka Dirinya
Ketua Komisi III DPR Sebut Restorative Justice Kasus Ijazah Jokowi, Bukti Implementasi KUHP Baru
Eggi Sudjana Ajukan RJ ke Polda, Kasus Hoaks Ijazah Jokowi Berpotensi Damai
Kuasa Hukum Jokowi: Terlalu Dini Simpulkan Restorative Justice usai Pertemuan dengan Eggi Sudjana
Jokowi Maafkan 2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu, PSI: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
2 Tersangka Kasus Ijazah Palsu Kunjungi Rumah Jokowi di Solo, Apa Saja yang Dibahas?
Sidang Gugatan Ijazah Jokowi, Tergugat tak Bisa Tunjukkan Ijazah karena Dibawa Polda Metro
SBY Dibawa-bawa dalam Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Demokrat Tegaskan itu Fitnah