Kuliner

Uniknya Kaldu Kokot Khas Madura

Dwi AstariniDwi Astarini - Selasa, 14 Januari 2025
Uniknya Kaldu Kokot Khas Madura

Kaldu kokot, cara orang Madura menikmati sup kikil sapi.(foto: Instagram @sumenepsuperhits)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MERAHPUTIH.COM - MADURA punya cara berbeda menikmati sup. Kuah sup yang dikenal dengan kaldu kokot ini terbuat dari kacang hijau yang dimasak dalam bumbu rempah. Alih-alih daging, kaldu kokot berisikan kikil. Sambalnya pun beda, yakni sambal petis dan kacang ulek. Unik banget.

Nama kaldu kokot diambil dari bahan dasarnya, yakni kokot yang berarti kikil. Bagian kikil memang merupakan makanan populer di Madura, khususnya Sumenep. Kokot seringnya diolah menjadi soto kokot dan kaldu kokot. Perbedaan dua olahan kokot ini pun hanya terletak pada penyajiannya. Soto kokot disajikan tanpa kacang hijau, sedangkan kaldu kokot disantap dengan campuran rebusan kacang hijau.

Sup berisikan jeroan, sumsum, dan kaki sapi dengan campuran bumbu rempah khas, seperti bawang merah, bawang putih, jahe, pala, dan daun bawang ini selalu dirindukan. Dalam membuatnya, pemilihan bahan amat diperhatikan. Kaki sapi betina biasanya jadi pilihan. Hal itu disebabkan rasanya yang lebih gurih dengan warna kemerahan dan mengandung banyak sumsum. Di lain hal, kikil sapi jantan berwarna putih dan cenderung mudah empuk. Selain itu, kacang hijau yang digunakan juga kacang lokal Madura yang ditanam di tanah yang cenderung kurang air.

Baca juga:

Kue Macho, Kudapan Manis Legit nan Renyah khas Madura



Kaldu kokot biasanya disajikan dengan lontong yang sudah dipotong-potong atau dibiarkan utuh. Ada juga yang menambahkan singkong goreng atau singkong rebus sebagai pengganti lontong. Orang Madura jarang menikmati kaldu kokot dengan nasi. Mereka mengaggap hal itu akan mengurangi rasa kaldunya.

Meskipun demikian, beberapa warung kaldu kokot menyajikan sup ini secara terpisah. Saat memesan, kamu akan disuguhi semangkuk kaldu kokot, lontong, singkong goreng atau rebus, dan pelengkap sambal petis juga kacang ulek. Kamu bebas berkreasi menambahkan pelengkap yang kamu mau. Semuanya enak kok.(dwi)

Baca juga:

Ojung, Ritual Orang Madura Memanggil Hujan

#Kuliner #Madura
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Dwi Astarini

Editor, jurnalis, dan profesional komunikasi bilingual (Indonesia–Inggris) dengan pengalaman lebih dari 15 tahun di industri media, jurnalistik, dan pengembangan konten. Telah bekerja di berbagai media nasional dan proyek editorial, membantu menghasilkan, menyunting, serta mengelola konten yang informatif, akurat, dan relevan bagi publik. Lulusan Sastra Inggris Universitas Udayana yang kini berfokus pada penyuntingan berita dan feature, pengembangan narasi, serta memastikan setiap konten memenuhi standar jurnalistik yang tinggi. Perjalanan karier meliputi hampir satu dekade di Media Indonesia dan terlibat sebagai editor freelance untuk berbagai publikasi, termasuk proyek buku foto jurnalistik bersama Galeri Foto Jurnalistik ANTARA (GFJA).
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Kuliner
Gandeng G-DRAGON, McDonald's Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Menu gojuchang butter akan diluncurkan secara bertahap di negara-negara yang berpartisipasi mulai 17 September.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
  Gandeng G-DRAGON, McDonald's  Hadirkan Menu Gochujang Butter di 13 Negara Asia
Kuliner
Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Penaikan kadar alkohol itu terkait dengan gelombang panas ekstrem yang melanda musim panas tahun ini.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
 Gelombang Panas di Prancis Bikin Sampanye Lebih Memabukkan
Kuliner
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Akar-akar tersebut diidentifikasi sebagai ‘cheonjong’, ginseng liar yang tumbuh secara alami selama setidaknya 50 tahun dengan sedikit campur tangan manusia.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Hoki Banget nih, Pencari Obat Temukan Ginseng Liar Senilai Rp 1,3 Miliar di Gunung Jiri
Kuliner
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Beragam penawaran tersebut bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan sekaligus menikmati berbagai layanan dengan harga yang lebih terjangkau.
Dwi Astarini - Rabu, 09 September 2026
Catat nih, Promo 9.9 2026 Ada Diskon Kuliner hingga Voucher Hemat
Kuliner
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Dengan membawa tema Lokarasa Nusantara, JF3 Food Festival 2026 mengajak kamu menjelajahi cita rasa autentik dari berbagai daerah di Indonesia.
Dwi Astarini - Jumat, 04 September 2026
Bertualang Kuliner di JF3 Food Festival 2026, Ada 1.000 Makanan Khas Nusantara
Kuliner
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Studi bersama yang dilakukan peneliti dari Chung-Ang University, Jeju National University, dan World Institute of Kimchi menunjukkan bahwa proporsi warga Korea yang mengaku tidak makan kimchi dalam 24 jam terakhir meningkat hampir dua kali lipat.
Dwi Astarini - Selasa, 25 Agustus 2026
Warga Korea Selatan makin Jarang Makan Kimchi, Gen Z Ternyata Kurang Doyan
Kuliner
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
Ia akan menjadi perwakilan Indonesia dalam Hennessy MyWay Global Final yang akan digelar di Prancis.
Dwi Astarini - Jumat, 21 Agustus 2026
Putra Galantza Wakili Indonesia di Hennessy MyWay Global Final 2026
ShowBiz
Lorjhu’ Padukan Kejhung Madura dan Groovy Rock dalam Single 'Kejhung Sanolap'
Lorjhu’ memperkenalkan 'Kejhung Sanolap', single yang memadukan kesenian kejhung Madura dengan distorsi rock, kendang, drum, dan nuansa Saronen.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 20 Agustus 2026
Lorjhu’ Padukan Kejhung Madura dan Groovy Rock dalam Single 'Kejhung Sanolap'
Lifestyle
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Kopi menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin tetap produktif sekaligus menjaga kesehatan.
Dwi Astarini - Selasa, 04 Agustus 2026
Kopi Menu Andalan Temani Gaya Hidup Sehat
Indonesia
5 Penumpang Tewas, Menko AHY Kejar Investigasi Kebakaran KM Mutiara Sentosa
Kebakaran KM Mutiara Sentosa di perairan utara Madura menewaskan 5 orang, 225 selamat, dan 41 masih dicari. Menko AHY tegaskan investigasi KNKT segera dilakukan.
Wisnu Cipto - Senin, 03 Agustus 2026
5 Penumpang Tewas, Menko AHY Kejar Investigasi Kebakaran KM Mutiara Sentosa
Bagikan