MerahPutih.com - Indonesia saat ini berada di urutan ke-2 dengan 11 persahaan unicorn, sedangkan Singapura memiliki 15 unicorn. Namun dari segi valuasi ekonomi, unicorn dari Indonesia ada di urutan pertama dengan total USD 39 miliar, sedangkan Singapura USD 23 miliar.
Koordinator Digital Start-up Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sony Sudaryana memaparkan, Indonesia merupakan medan pertempuran sebenarnya bagi start-up dari Tanah Air maupun kawasan.
Baca Juga:
Mengenal Istilah Unicorn, Decacorn, dan Hectocorn dalam Dunia Startup
Ia menyebut, pasar Indonesia terbesar di kawasan ASEAN, mencapai 40 persen. Dan banyak unicorn dari Singapura atau dari negara lain menjadi besar karena pasar Indonesia.
"Pasar Indonesia memiliki adaptasi teknologi yang bagus. Gampang viral. Apa-apa, viral. Itu juga karena jumlah usia produktifnya sedang di puncak-puncaknya. Kita sedang (memasuki) bonus demografi, otomatis banyak anak mudanya, kemudian teknologinya cepat adaptasinya," katanya.
Ia meyakini, Indonesia berpotensi menambah hingga lima perusahaan rintisan yang mencapai unicorn di tahun 2023. Berkaca pada pandemi, Indonesia bisa munculkan empat unicorn baru.
"Indonesia, termasuk negara yang paling cepat memunculkan unicorn, start-up dengan valuasi lebih dari USD 1 miliar," katanya dkutip Antara. (*)
Baca Juga:
Disebut Berinduk Singapura, Tiga Unicorn Traveloka, Bukalapak dan Tokopedia Buka Suara