Ukraina Klaim Rebut Sudzha, Ganggu Pasokan Gas untuk Rusia

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Jumat, 16 Agustus 2024
Ukraina Klaim Rebut Sudzha, Ganggu Pasokan Gas untuk Rusia

Prajurit Ukraina di dekat perbatasan dengan Belarusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di wilayah Volyn, Ukraina (12/1/2023). ANTARA FOTO/REUTERS/Gleb Garanich/aww.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku pasukan negaranya telah menguasai kota Sudzha di Rusia pada Kamis (15/8), waktu setempat.

Perebutan wilayah ini terjadi setelah lebih dari seminggu pasukan Ukraina melancarkan serangan lintas perbatasan ke wilayah Kursk Rusia, demikian diberitakan CNN, Jumat (16/8). Pasukan Ukraina telah berada di kota itu, yang terletak 105 kilometer barat daya kota Kursk, sejak Rabu pekan ini.

Kepala militer Ukraina Oleksandr Syrskyi mengatakan pasukan Ukraina telah maju sejauh 35 kilometer melalui pertahanan Rusia sejak dimulainya serangan mendadak mereka. Sudzha memiliki wilayah seluas 1.150 kilometer persegi dan 82 pemukiman.

Syrskyi mengatakan kantor komandan militer telah didirikan di Sudzha untuk menjaga hukum dan ketertiban serta memenuhi kebutuhan prioritas penduduk di wilayah yang dikuasai.

Baca juga:

15.000 Narapidana Ukraina Bakal Direkrut Jadi Tentara Lawan Rusia

Sudzha terletak di sebelah terminal gas Rusia, titik utama untuk memasok gas dari Rusia, melalui Ukraina, ke Eropa. Hal ini memicu spekulasi bahwa salah satu tujuan Ukraina merebut kota itu ialah untuk membatasi sumber pendanaan menguntungkan Rusia.

Serangan darat Ukraina telah memaksa puluhan ribu warga Rusia meninggalkan rumah mereka dan membuat negara itu berada dalam posisi yang tidak menguntungkan saat berupaya mengusir pasukan Ukraina.

Rabu pekan ini pesawat nirawak Ukraina menargetkan empat lapangan udara Rusia dalam serangan terbesar dalam perang tersebut. Seorang sumber di dinas keamanan Ukraina mengatakan kepada CNN bahwa serangan tersebut menargetkan empat pangkalan di wilayah barat daya Kursk dan Voronezh, serta Nizhny Novgorod, di timur Moskow.

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pihaknya menghancurkan 117 pesawat tak berawak dan empat rudal taktis yang terbang di atas Kursk.

Baca juga:

Ukraina Bersedia Lakukan Perundingan Damai dengan Rusia

Serangan Ukraina ke Sudzha juga menandai pertama kalinya pasukan asing memasuki wilayah Rusia sejak Perang Dunia II. (ikh)

#Ukraina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Pesawat Zelenskyy nyaris terkena drone saat lepas landas dari Moldova dalam perjalanan menuju Oslo untuk menghadiri pemakaman Raja Harald V.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Indonesia
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dalam proses verifikasi itu, perlu mendengarkan keterangan dari pihak Rusia, pihak terkait, dan WNI yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dunia
Di Hadapan Prabowo dan Undangan EEF 2026, Putin: Ukraina Kehilangan 8.000-12.000 Tentara Setiap Bulan
Presiden Putin menyebut Ukraina telah kehilangan 8.000 hingga 12.000 tentara setiap bulan dalam konflik yang berlangsung sejak tahun 2022 silam.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Di Hadapan Prabowo dan Undangan EEF 2026, Putin: Ukraina Kehilangan 8.000-12.000 Tentara Setiap Bulan
Indonesia
Intel Ukraina sebut Rusia Rekrut WNI untuk Ikut Perang
Upaya tersebut telah memungkinkan Kremlin untuk menambah kekuatan pasukannya dengan memanfaatkan warga negara asing sebagai bagian dari propaganda.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Intel Ukraina sebut Rusia Rekrut WNI untuk Ikut Perang
Indonesia
Kemenlu Cek Jumlah WNI Jadi Tentara Rusia Berperang di Ukraina
Indonesia memiliki ketentuan hukum yang jelas mengenai keterlibatan WNI dalam dinas militer negara asing,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Kemenlu Cek Jumlah WNI Jadi Tentara Rusia Berperang di Ukraina
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Ukraina Zelenskyy Tewas karena Serangan Udara Rusia
Faktanya, video yang disebarkan merupakan video ledakan gudang di Tianjin, China, pada 2015 lalu.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Ukraina Zelenskyy Tewas karena Serangan Udara Rusia
Indonesia
Rusia Sebut Jerman Bersiap Lakukan Konfrontasi Militer, Sudah Sediakan Drone ke Ukraina
setiap kargo yang berisi senjata untuk Ukraina akan menjadi target sah bagi Rusia. Kremlin menyebut pasokan senjata Barat ke Ukraina menghambat perundingan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 April 2026
Rusia Sebut Jerman Bersiap Lakukan Konfrontasi Militer, Sudah Sediakan Drone ke Ukraina
Dunia
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Puji Pasukan yang Ledakkan Diri demi Hindari Penangkapan Ukraina
Di Korea Utara, para tentara diajarkan bahwa tertangkap musuh merupakan tindakan pengkhianatan.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
  Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Puji Pasukan yang Ledakkan Diri demi Hindari Penangkapan Ukraina
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Terlibat Konflik Timur Tengah, Ukraina Kerahkan Pesawat Tempur Bombardir Teheran Iran
Disebutkan bahwa 120 jet tempur Ukraina menggempur habis kota Teheran, Iran.
Frengky Aruan - Kamis, 19 Maret 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Terlibat Konflik Timur Tengah, Ukraina Kerahkan Pesawat Tempur Bombardir Teheran Iran
Dunia
Tidak Percaya Komitmen Putin, Uni Eropa Sepakat Perkuat Pertahanan di Ukraina
Negara anggota UE akan berbagi risiko secara kolektif terkait eskalasi konflik Rusia-Ukraina
Wisnu Cipto - Selasa, 02 Desember 2025
Tidak Percaya Komitmen Putin, Uni Eropa Sepakat Perkuat Pertahanan di Ukraina
Bagikan