Ukraina Kembangkan Sting, Khusus untuk Buru Drone Rusia

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Selasa, 22 Oktober 2024
Ukraina Kembangkan Sting, Khusus untuk Buru Drone Rusia

Prajurit Ukraina di dekat perbatasan dengan Belarusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di wilayah Volyn, Ukraina (12/1/2023). ANTARA FOTO/REUTERS/Gleb Garanich/aww.

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Ukraina sedang mengembangkan pesawat tak berawak baru yang dapat melacak dan mencegat pesawat tak berawak serang tipe Shahed milik Rusia.

Menurut laporan Telegraph, Senin (21/10), Rusia telah meluncurkan ribuan drone Shahed rancangan Iran terhadap Ukraina sejak musim gugur 2022.

Senjata baru Kyiv, bernama "Sting," adalah drone pandangan orang pertama (FPV) yang dapat mengejar dan menetralisir drone Shahed sebagai pengganti sistem pertahanan udara konvensional.

Menurut pengembang drone itu, yakni Wild Hornets, "Sting" akan dapat terbang pada ketinggian mendekati 10.000 kaki, dengan kecepatan lebih dari 100 mil per jam. Senjata tersebut akan dioperasikan dari darat menggunakan kacamata VR.

Baca juga:

Rusia dan Ukraina Bertempur Sengit di Wilayah Timur, Pasukan Putin Menyamar sebagai Warga Sipil

Ini adalah pesawat tanpa awak pertama yang secara khusus dikembangkan untuk menargetkan gudang senjata Shahed milik Rusia. "Biaya rata-ratanya puluhan kali lebih rendah daripada drone Shahed," kata Wild Hornet.

Biaya produksi yang lebih rendah dapat memungkinkan Ukraina untuk menghemat amunisi pertahanan udaranya selama beberapa bulan mendatang, karena Rusia meningkatkan serangan udara yang menargetkan kota-kota Ukraina dan jaringan energi negara itu.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mengatakan pada 20 Oktober bahwa Rusia telah meluncurkan total 6.230 pesawat tak berawak jenis Shahed ke Ukraina sejak awal tahun.

Selama invasi besar-besaran Rusia , Ukraina dan Rusia telah banyak berinvestasi dalam teknologi pesawat nirawak, yang merevolusi peperangan modern. Beberapa video telah menunjukkan bagaimana pesawat nirawak FPV Ukraina menyerang pesawat nirawak pengintai Rusia dan peralatan mahal lainnya di medan perang.

Baca juga:

AS Beri Sanksi ke Perusahaan China Produksi Drone untuk Rusia Lawan Ukraina

Ukraina pada bulan September mendirikan Pasukan Sistem Tak Berawak, cabang terpisah dari Angkatan Bersenjata Ukraina yang didedikasikan untuk perang pesawat nirawak. (ikh)

#Ukraina
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Dunia
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Pesawat Zelenskyy nyaris terkena drone saat lepas landas dari Moldova dalam perjalanan menuju Oslo untuk menghadiri pemakaman Raja Harald V.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Pesawat Presiden Ukraina Nyaris Tertabrak Drone di Moldova, Memicu Kebakaran Dekat Bandara
Indonesia
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dalam proses verifikasi itu, perlu mendengarkan keterangan dari pihak Rusia, pihak terkait, dan WNI yang bersangkutan.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 09 September 2026
8 Orang WNI Bergabung di Perang Ukraina-Rusia, Pemerintah Bakal Dengarkan Rusia
Dunia
Di Hadapan Prabowo dan Undangan EEF 2026, Putin: Ukraina Kehilangan 8.000-12.000 Tentara Setiap Bulan
Presiden Putin menyebut Ukraina telah kehilangan 8.000 hingga 12.000 tentara setiap bulan dalam konflik yang berlangsung sejak tahun 2022 silam.
Wisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Di Hadapan Prabowo dan Undangan EEF 2026, Putin: Ukraina Kehilangan 8.000-12.000 Tentara Setiap Bulan
Indonesia
Intel Ukraina sebut Rusia Rekrut WNI untuk Ikut Perang
Upaya tersebut telah memungkinkan Kremlin untuk menambah kekuatan pasukannya dengan memanfaatkan warga negara asing sebagai bagian dari propaganda.
Dwi Astarini - Senin, 31 Agustus 2026
Intel Ukraina sebut Rusia Rekrut WNI untuk Ikut Perang
Indonesia
Kemenlu Cek Jumlah WNI Jadi Tentara Rusia Berperang di Ukraina
Indonesia memiliki ketentuan hukum yang jelas mengenai keterlibatan WNI dalam dinas militer negara asing,
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 31 Agustus 2026
Kemenlu Cek Jumlah WNI Jadi Tentara Rusia Berperang di Ukraina
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Ukraina Zelenskyy Tewas karena Serangan Udara Rusia
Faktanya, video yang disebarkan merupakan video ledakan gudang di Tianjin, China, pada 2015 lalu.
Dwi Astarini - Jumat, 03 Juli 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Presiden Ukraina Zelenskyy Tewas karena Serangan Udara Rusia
Indonesia
Rusia Sebut Jerman Bersiap Lakukan Konfrontasi Militer, Sudah Sediakan Drone ke Ukraina
setiap kargo yang berisi senjata untuk Ukraina akan menjadi target sah bagi Rusia. Kremlin menyebut pasokan senjata Barat ke Ukraina menghambat perundingan.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 30 April 2026
Rusia Sebut Jerman Bersiap Lakukan Konfrontasi Militer, Sudah Sediakan Drone ke Ukraina
Dunia
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Puji Pasukan yang Ledakkan Diri demi Hindari Penangkapan Ukraina
Di Korea Utara, para tentara diajarkan bahwa tertangkap musuh merupakan tindakan pengkhianatan.
Dwi Astarini - Rabu, 29 April 2026
  Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Puji Pasukan yang Ledakkan Diri demi Hindari Penangkapan Ukraina
Indonesia
[HOAKS atau FAKTA]: Terlibat Konflik Timur Tengah, Ukraina Kerahkan Pesawat Tempur Bombardir Teheran Iran
Disebutkan bahwa 120 jet tempur Ukraina menggempur habis kota Teheran, Iran.
Frengky Aruan - Kamis, 19 Maret 2026
[HOAKS atau FAKTA]: Terlibat Konflik Timur Tengah, Ukraina Kerahkan Pesawat Tempur Bombardir Teheran Iran
Dunia
Tidak Percaya Komitmen Putin, Uni Eropa Sepakat Perkuat Pertahanan di Ukraina
Negara anggota UE akan berbagi risiko secara kolektif terkait eskalasi konflik Rusia-Ukraina
Wisnu Cipto - Selasa, 02 Desember 2025
Tidak Percaya Komitmen Putin, Uni Eropa Sepakat Perkuat Pertahanan di Ukraina
Bagikan