Sains

Ubah Kebiasaan Hidup, Kunci Menjaga Kelestarian Bumi

Ikhsan Aryo DigdoIkhsan Aryo Digdo - Rabu, 28 April 2021
Ubah Kebiasaan Hidup, Kunci Menjaga Kelestarian Bumi

Cara menjaga kelestarian bumi amat mudah. (Foto: Unsplash/Noah Buscher)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENJAGA kelestarian bumi dapat kita lakukan mulai dari kebiasaan hidup di rumah. Ya, amat penting untuk mengurangi jumlah sampah di rumah agar bumi kita tidak tercemar. Caranya dengan membuat kompos sampah organik.

Jenis sampah ini dihasilkan dari bahan-bahan organik seperti produk makanan, kertas, dan produk berbahan karton. Bagaimana cara membuat kompos? Kamu bisa melakukannya menggunakan komposter, sebuah kontainer yang digunakan untuk mengubah sampah organik menjadi kompos.

Baca juga:

Casing Smartphone Unik Ramah Lingkungan

Langkahnya ialah masukkan sampah organik ke dalam komposter dan pastikan isinya dalam kondisi lembap. Saat memasukkan sampah kemasan karton atau kertas, pastikan kemasan sudah dicacah kecil terlebih dahulu. Bila perlu, tuangkan cairan bioaktivator secukupnya untuk menghasilkan kompos yang lebih baik.

Sampah seperti kertas dapat kamu jadikan kompos organik. (Foto: Unsplash/Christa Dodoo)

Setelah dibiarkan selama beberapa minggu, kompos siap digunakan untuk taman di rumah atau tanaman pot apa pun yang kamu miliki. Tempat sampah kompos ini dapat membantu mengurangi jumlah sampah organik sehari-hari di rumah. Tidak ada kata terlambat untuk memiliki komposter di rumah karena sekarang banyak komposter yang bisa didapat di marketplace.

Langkah lebih sederhana yang bisa kamu lakukan adalah mengubah kebiasaan. Kamu misalnya bisa mengurangi jumlah sampah plastik dengan mengurangi ketergantungan pada kantong plastik. Coba gunakan tote bag berbahan non-plastik dan bisa digunakan kembali sepenuhnya. Ini berarti kamu tidak perlu menggunakan plastik sekali pakai setiap saat, yang bisa sangat merusak ekosistem.

Baca juga:

Kebiasaan Ramah Lingkungan, Bikin Puas Diri

Kamu juga bisa minum air menggunakan tumbler isi ulang agar tidak terus-menerus membeli air dalam kemasan plastik. Memilih makanan dan minuman dengan kemasan karton yang tepat pun bisa memberikan dampak positif bagi lingkungan.

Kurangi membeli minuman kemasan plastik. (Foto: Unsplash/Hong Feng)

Saat kamu berbelanja makanan dan minuman berkemasan karton di supermarket, coba untuk memilih produk yang menggunakan karton kemasan buatan SIG. Rata-rata karton kemasan ini menggunakan 70-80% renewable paperboard berbahan nabati yang didapatkan dari sumber yang disertifikasi oleh Forest Stewardship Council.

"Kami telah melakukan berbagai proyek Used Beverage Carton yang bertujuan untuk membantu melestarikan lingkungan dengan mengumpulkan kemasan karton bekas pakai dan mengusahakan kemasan-kemasan tersebut untuk di daur ulang," papar Noer Wellington, Head of Market Indonesia, Malaysia, and Philippines, PT SIG Combibloc Indonesia. (ikh)

Baca juga:

Apakah Mobil Elektrik Benar-Benar Ramah Lingkungan?

#Sains #Bumi
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Lifestyle
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Para arkeolog dan ilmuwan internasional bersama BRIN menemukan bukti empiris praktik ini telah dilakukan sejak 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
Manusia Purba Obati Sakit Gigi Pakai Biji Pinang, Menenangkan Saraf
Dunia
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Data terbaru menyebut hal itu terjadi akibat gelombang panas musim panas yang ekstrem di puncak-puncak pegunungan Alpen.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Gletser Swiss Kehilangan Es, Pasokan Air Terancam
Indonesia
Jangan Kaget, Ring 1 Jakarta Gelap Gulita Malam Ini Pukul 20.30-21.30 WIB!
Pemadaman lampu juga akan dilakukan serentak di sejumlah ruas jalan protokol dan arteri serta berbagai ikon Jakarta, khususnya di area Ring 1 Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat.
Wisnu Cipto - Sabtu, 19 September 2026
 Jangan Kaget, Ring 1 Jakarta Gelap Gulita Malam Ini Pukul 20.30-21.30 WIB!
Lifestyle
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Bukti terbaru menunjukkan biji pinang telah digunakan sebagai zat psikoaktif oleh sejumlah komunitas di Indonesia pada 25.000 tahun lalu.
Dwi Astarini - Kamis, 10 September 2026
Penelitian Ungkap Orang Indonesia sudah Tahu Narkotika Sejak 25.000 Tahun Lalu, Teler Pakai Biji Pinang
Fun
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Mengunggah ‘konten marmot tanpa sensor'.
Dwi Astarini - Kamis, 06 Agustus 2026
Kena Masalah Keuangan, Marmot Cari Duit di OnlyFans
Indonesia
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Habib Syarief menilai turunnya minat calon mahasiswa terhadap prodi sains di SNPMB 2026 menjadi ancaman bagi riset, inovasi, dan daya saing Indonesia.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 01 Juli 2026
Prodi Sains PTN Sepi Peminat, DPR: Alarm Keras bagi Masa Depan Bangsa
Lifestyle
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Para arkeolog menyebut struktur itu mungkin merupakan prototipe dalam pengembangan Stonehenge.
Dwi Astarini - Jumat, 19 Juni 2026
Arkeolog Temukan ‘Stonehenge Mini’, Amat Mungkin Prototipenya
Lifestyle
Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Status baru tersebut dipublikasikan pada Rabu (8/4) oleh International Union for the Conservation of Nature (IUCN).
Dwi Astarini - Jumat, 10 April 2026
  Pemanasan Bumi makin Menjadi, Dua Spesies Ikonis Kutub Terancam Punah
Lifestyle
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Bulan tampak memenuhi jendela kapsul mereka, saat para astronaut Artemis II melaju memasuki penerbangan melintasi bulan.
Dwi Astarini - Selasa, 07 April 2026
Artemis II Tuntaskan Perjalanan Mengitari Bulan, Lampaui Rekor Apollo 13
Dunia
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Badan antariksa Amerika Serikat NASA mengumumkan misi antariksa Artemis II akan membawa kru manusia meluncur ke bulan.
Dwi Astarini - Kamis, 02 April 2026
Setelah Setengah Abad, Manusia Kembali ke Bulan lewat Misi Artemis II
Bagikan