Turis Asing Januari 2024 Tertinggi dalam 4 Tahun, Rata-Rata Menginap 7 Malam Lebih

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Jumat, 01 Maret 2024
Turis Asing Januari 2024 Tertinggi dalam 4 Tahun, Rata-Rata Menginap 7 Malam Lebih

Ilustrasi: wisatawan asing mengunjungi kawasan obyek wisata Tanah Lot di Tabanan, Bali, Sabtu (11/5/2019). (ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Januari 2024 mencapai 927,75 ribu kunjungan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kunjungan turis asing itu tertinggi pada bulan Januari dalam 4 tahun terakhir.

"Jumlah kunjungan wisman di Januari 2024 ini merupakan yang tertinggi di Januari selama 4 tahun terakhir," ujar Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M Habibullah dalam pemaparan Berita Resmi Statistik di Jakarta, Jumat (1/3).

Baca Juga:

Turis Asing Rela Antre 3 Bulan Demi Sensasi Unik Bermalam di Pulau Macan

Jumlah kunjungan wisata pada 2021 sebesar 126,52 ribu kunjungan, pada 2022 jumlahnya mencapai 136,30 ribu kunjungan dan di 2023 sebesar 798,47 ribu kunjungan.

Meski jumlah kunjungan wisman di 2024 menjadi yang tertinggi dalam empat tahun terakhir, angka ini belum bisa mengalahkan jumlah kunjungan pada 2020 yang mencapai 1,29 juta kunjungan.

Berdasarkan data BPS dilansir Antara, Wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Januari 2024 didominasi wisman yang berasal dari Malaysia (16,73 persen), Australia (13,70 persen) dan Singapura (9,40 persen).

Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M. Habibullah melaporkan perkembangan data statistik terbaru di Indonesia, Jumat (1/3/2024). (ANTARA/Imamatul Silfia)

Berdasarkan jenis pintu masuk, jumlah kunjungan wisman pada Januari 2024 yang melalui pintu masuk utama sebanyak 760,04 ribu kunjungan dan pintu masuk perbatasan sebanyak 167,71 ribu kunjungan.

Jumlah kunjungan yang melalui pintu masuk utama didominasi oleh wisman dengan moda angkutan udara yang berkontribusi sebesar 83,15 persen, sedangkan wisman dengan moda angkutan laut dan darat masing-masing hanya sebesar 14,03 persen dan 2,82 persen.

Dalam hal rata-rata lama tinggal, wisman yang meninggalkan Indonesia pada Januari 2024 telah menghabiskan waktu selama 7,92 malam di Indonesia. (*)

Baca Juga:

Pelanggaran Lalin Wisatawan Asing di Bali Rata-Rata Tak Pakai Helm

#Badan Pusat Statistik (BPS)
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Berita Foto
BPS Catat Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen pada Triwulan III 2026
Rangkaian kereta LRT Jabodebek melintas jalur layang di Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 05 November 2026
BPS Catat Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen pada Triwulan III 2026
Indonesia
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Papua Selatan
Besaran inflasi yang tercatat yakni 0,22 persen.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Papua Selatan
Indonesia
Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah
Selama periode setahun, kondisi inflasi tertinggi justru tertinggi berlangsung pada Februari 2026, yakni mencapai 4,76 persen.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah
Indonesia
Pengangguran Indonesia Turun ke 4,65 Persen, Angkanya Mendekati Level 1994
Pemerintah menyebut TPT Indonesia mencapai 4,65 persen pada 2026. Jumlah angkatan kerja mencapai 155,41 juta orang, disertai dorongan pelatihan vokasi dan peningkatan keterampilan.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 27 Oktober 2026
Pengangguran Indonesia Turun ke 4,65 Persen, Angkanya Mendekati Level 1994
Indonesia
BPS Ungkap Kinerja Perdagangan Indonesia hingga Agustus 2026, Surplus USD 7,25 Miliar
BPS mencatat perdagangan Indonesia surplus USD 7,25 miliar sepanjang Januari-Agustus 2026. Ekspor USD 193,64 miliar dan impor USD 186,39 miliar.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
BPS Ungkap Kinerja Perdagangan Indonesia hingga Agustus 2026, Surplus USD 7,25 Miliar
Indonesia
Jamin Bantuan Pemerintah Tetap Diberikan, Data Desil Diperbaharui Tiap 3 Bulan
Guna memastikan validitas data secara berkelanjutan, pemerintah membuka luas akses partisipasi publik melalui berbagai kanal pemutakhiran mandiri.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Jamin Bantuan Pemerintah Tetap Diberikan, Data Desil Diperbaharui Tiap 3 Bulan
Indonesia
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
BPS memperkuat DTSEN untuk memperbaiki akurasi data bantuan sosial. Warga dapat mengajukan perbaikan data melalui sejumlah kanal resmi.
Ananda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat
Indonesia
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Komoditas yang turut memberikan tekanan di wilayah tersebut antara lain cabai rawit, cabai merah, daging ayam ras, dan daging sapi.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mayoritas Daerah Alami Kenaikan Harga Pangan
Indonesia
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
BPS dan Bank Dunia menggunakan sumber data yang sama, yakni Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas). Namun, cara pengukuran kemiskinan yang digunakan berbeda karena memiliki tujuan yang berbeda.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 11 September 2026
Begini Cara Melihat Beda Data Kemiskinan Ala BPS Dengan Bank Dunia
Indonesia
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Warga, DPR Minta Kemensos dan BPS Bergerak Cepat
DPR menyoroti ketidaksesuaian data desil yang berpotensi membuat warga miskin kehilangan bansos, subsidi energi, hingga bantuan pendidikan.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 04 September 2026
Data Desil Tak Sesuai Kondisi Warga, DPR Minta Kemensos dan BPS Bergerak Cepat
Bagikan