DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Rabu, 23 September 2026
DTSEN Terus Dimutakhirkan, BPS Pastikan Keluarga Penerima Bansos Tercatat Akurat

Arsip - Warga menerima bansos tunai. (Foto: Antara)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Badan Pusat Statistik (BPS) terus memperkuat komitmennya dalam mendukung efektivitas dan ketepatan sasaran program perlindungan sosial di Indonesia.

Upaya tersebut dilakukan melalui optimalisasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). BPS memastikan setiap keluarga di Indonesia tercatat sesuai dengan kondisi sosial ekonomi yang sebenarnya.

Langkah ini ditempuh untuk mendukung penyaluran bantuan pemerintah secara adil kepada masyarakat yang berhak.

Baca juga:

Desil DTSEN Tidak Sesuai? Ini Syarat dan Cara Mengajukan Perubahan Data Bansos

DTSEN Jadi Fondasi Data Bantuan Sosial

Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS, Budi Setiawan, menegaskan penataan data merupakan fondasi utama dalam memperbaiki penyaluran bantuan sosial nasional.

Menurut Budi, DTSEN memiliki peran penting sebagai social registry sekaligus database penduduk terpadu yang berbasis kondisi sosial ekonomi.

DTSEN menghimpun, mengintegrasikan, dan menyelaraskan data yang selama bertahun-tahun tersebar serta belum terkonsolidasi dengan baik.

“Ketidakpaduan data selama ini kerap memicu kendala di lapangan, seperti keluarga mampu terus menerima bantuan, sementara keluarga yang membutuhkan justru terlewat dari pencatatan,” ujar Budi, Selasa (22/9).

Pemanfaatan DTSEN disebut memberikan dampak terhadap pendataan kelompok masyarakat rentan yang sebelumnya belum tersentuh program bantuan.

Satu per satu keluarga yang tadinya tidak terdata kini tercatat secara akurat. Mereka yang tadinya ‘tidak terlihat’ oleh pemerintah kini menjadi ‘terlihat’,

Direktur Statistik Kesejahteraan Rakyat BPS, Budi Setiawan.

Warga Bisa Ajukan Perbaikan Data

Untuk memastikan validitas data secara berkelanjutan, pemerintah membuka akses partisipasi publik melalui berbagai kanal pemutakhiran mandiri.

Warga yang menemukan kekeliruan data dapat mengajukan usulan perbaikan atau sanggahan melalui Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG), aplikasi Cek Bansos resmi dari Kementerian Sosial, serta kanal Cek DTSEN yang disediakan BPS.

Pemutakhiran dan sinkronisasi data DTSEN secara berkala dijadwalkan berlangsung setiap tiga bulan sekali.

Namun, pemerintah juga memberikan pengecualian dan percepatan melalui skema fast-track untuk sektor-sektor strategis serta kondisi darurat.

Baca juga:

Pemutakhiran Data Dipercepat, Penentuan Desil DTSEN Dinamis agar Tepat Sasaran

Pemutakhiran Data KIP-K dan PIP Dipercepat

Budi mengatakan, kebutuhan program pendidikan menjadi salah satu sektor yang mendapatkan skema percepatan pemutakhiran data.

“Namun, untuk kebutuhan program pendidikan seperti Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K) dan Program Indonesia Pintar (PIP), pemutakhiran data dipangkas dan dipercepat menjadi maksimal dua minggu. Percepatan serupa juga diterapkan secara responsif untuk wilayah yang terdampak kondisi bencana alam,” terang Budi.

Menurut BPS, akurasi data menjadi bagian penting dalam memastikan hak masyarakat tidak terabaikan.

Karena itu, BPS bersama kementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah terus bersinergi untuk memverifikasi, memvalidasi, dan menyempurnakan sistem secara berkala.

BPS juga memahami kekhawatiran publik apabila ketidakakuratan data berdampak pada hilangnya hak masyarakat untuk menerima bantuan. Penyempurnaan DTSEN pun terus dilakukan.

“Data yang benar adalah syarat mutlak terciptanya keadilan sosial, dan negara berkomitmen untuk memastikan tidak ada satu pun keluarga berhak yang terlewat,” tutup Budi. (Asp)

#Bantuan Sosial #DTSEN #Badan Pusat Statistik (BPS) #Kementerian Sosial #Bansos
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening
Program ini juga dirancang untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan formal.
Dwi Astarini - Jumat, 06 November 2026
Pemerintah Siapkan Anggaran Rp 1,28 Triliun untuk Program Satu Orang Satu Rekening
Berita Foto
BPS Catat Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen pada Triwulan III 2026
Rangkaian kereta LRT Jabodebek melintas jalur layang di Kawasan Dukuh Atas, Jakarta Pusat, Rabu (5/11/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 05 November 2026
BPS Catat Ekonomi Jakarta Tumbuh 5,87 Persen pada Triwulan III 2026
Berita
Cara Cek Bansos Kemensos November 2026 Pakai NIK KTP, Cek BPNT dan Desil
Cek bansos Kemensos November 2026 melalui cekbansos.kemensos.go.id. Simak cara cek BPNT, status penerima bantuan, dan desil menggunakan NIK KTP.
ImanK - Kamis, 05 November 2026
Cara Cek Bansos Kemensos November 2026 Pakai NIK KTP, Cek BPNT dan Desil
Indonesia
KJMU Tahap II 2026 Terlambat Cair, Pramono Ungkap Penyebab dan Targetkan Rampung 6 November
Pramono Anung meminta maaf atas keterlambatan pencairan KJMU Tahap II 2026. Pemprov DKI menargetkan bantuan pendidikan rampung paling lambat 6 November.
Ananda Dimas Prasetya - Selasa, 03 November 2026
KJMU Tahap II 2026 Terlambat Cair, Pramono Ungkap Penyebab dan Targetkan Rampung 6 November
Indonesia
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Papua Selatan
Besaran inflasi yang tercatat yakni 0,22 persen.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
33 Provinsi di Indonesia Alami Inflasi, Tertinggi di Papua Selatan
Indonesia
Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah
Selama periode setahun, kondisi inflasi tertinggi justru tertinggi berlangsung pada Februari 2026, yakni mencapai 4,76 persen.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
Inflasi Tahunan Indonesia 3,23, Tertinggi Disumbang Komponen Bahan Pokok dari Beras Sampai Cabai Merah
Indonesia
KJMU Tahap II Tahun 2026 Keluar November, Pemprov DKI Minta Maaf atas Perubahan Waktu Pencairan
Saat ini proses penyaluran masih memerlukan verifikasi lanjutan terhadap data penerima.
Dwi Astarini - Senin, 02 November 2026
KJMU Tahap II Tahun 2026 Keluar November, Pemprov DKI Minta Maaf atas Perubahan Waktu Pencairan
Indonesia
Uang Bansos Didorong untuk Buka Usaha, Diberdayakan lewat Kopdes
KPM Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sembako dilibatkan sebagai anggota koperasi dan mendapat dukungan untuk mengembangkan kegiatan ekonomi produktif.
Dwi Astarini - Sabtu, 31 Oktober 2026
Uang Bansos Didorong untuk Buka Usaha, Diberdayakan lewat Kopdes
Indonesia
2 Bansos akan Cair Jelang Tutup Buku 2026, Ada PKH Sampai BPNT
Langkah strategis ini ditujukan bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di seluruh Indonesia melalui skema penyaluran yang dilakukan secara bertahap.
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
2 Bansos akan Cair Jelang Tutup Buku 2026, Ada PKH Sampai BPNT
Indonesia
60 Juta Orang bakal Kebagian Bansos, Pemerintah Pakai AI untuk Deteksi Penerima
Pemerintah ingin memastikan penyaluran bansos lebih tepat sasaran dengan memanfaatkan teknologi digital dan kecerdasan buatan (AI).
Dwi Astarini - Selasa, 27 Oktober 2026
60 Juta Orang bakal Kebagian Bansos, Pemerintah Pakai AI untuk Deteksi Penerima
Bagikan