Trump Ingin Kendali Penuh Selat Hormuz dan Ambil Uranium Iran

Alwan Ridha RamdaniAlwan Ridha Ramdani - Jumat, 22 Mei 2026
Trump Ingin Kendali Penuh Selat Hormuz dan Ambil Uranium Iran

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump berjalan menuju ruang jamuan makan malam di Balai Besar Rakyat, Beijing, Kamis (14/5/2026) (ANTARA/HO-Kementerian Luar Negeri China)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Amerika Serikat tetap memberlakukan blokade terhadap kapal-kapal yang berlayar ke atau dari pelabuhan Iran melalui Selat Hormuz. Sementara Iran membentuk badan internasional untuk mengelola Selat Hormuz.

Trump menegaskan, menolak pengelolaan Selat Hormuz oleh dan bersumpah bahwa Iran tidak akan diizinkan untuk menyimpan uranium yang diperkaya.

"Kami tidak menginginkan tol. Ini adalah jalur air internasional. Mereka tidak mengenakan tol saat ini," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Trump mengeklaim Iran menderita kerugian finansial besar karena pembatasan aktivitas pengiriman barang.

Baca juga:

Iran Gandeng Organisasi Internasional Ciptakan Mekanisme Jalur Aman di Selat Hormuz

Ketika ditanya apakah Iran dapat mempertahankan persediaan uranium yang diperkaya di bawah pengaturan apa pun di masa mendatang, Trump menjawab dengan lugas.

"Tidak, kami akan mendapatkan uranium yang diperkaya; kami akan mendapatkannya. Kami tidak membutuhkannya. Kami tidak menginginkannya. Kami mungkin akan menghancurkannya setelah mendapatkannya, tetapi kami tidak akan membiarkan mereka memilikinya," kata Trump.

Trump menegaskan, bahwa AS tidak akan membiarkan Iran memiliki senjata nuklir.

"Saat ini, kami sedang bernegosiasi, dan kita lihat saja nanti, tetapi kita akan mendapatkannya dengan cara apa pun. Mereka tidak akan memiliki senjata nuklir," katanya.

Trump mengatakan AS sedang memantau negosiasi yang dilaporkan antara Iran dan Oman mengenai kemungkinan pungutan tol di Selat Hormuz, sambil menegaskan bahwa pasukan AS mempertahankan kendali penuh atas lalu lintas maritim di jalur air strategis tersebut.

Ketika ditanya apakah dapat diterima jika Iran bernegosiasi dengan Oman untuk memformalkan pungutan tol bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz, Trump berkata: "Yah, kami sedang mempertimbangkannya; kami mendengarnya."

"Kami memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz, seperti yang Anda ketahui, dengan blokade kami. Blokade tersebut 100 persen efektif. Tidak ada yang bisa melewatinya. Ini seperti tembok baja," kata Trump. (*)

#Iran #Perang #Selat Hormuz
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Alwan Ridha Ramdani

Alwan Ridha Ramdanu adalah Jurnalis kelahiran di Bandung, Jawa Barat. Sudah 20 tahun menjadi jurnalis dengan mayoritas fokus pada liputan atau menulis terkait ekonomi makro. Selain jurnalis, Alwan juga adalah pendamping petani sawit swadaya dan juga berpengalaman dalam communication dan community terkait isu keberlanjutan dan lingkungan hidup.
Show More

Berita Terkait

Dunia
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Isak tangis haru berbaur rasa trauma membuncah di San Diego Bay, California, saat kapal induk raksasa Angkatan Laut Amerika Serikat, USS Abraham Lincoln, akhirnya resmi berlabuh
Wisnu Cipto - Sabtu, 10 Oktober 2026
USS Abraham Lincoln Tiba di San Diego, ABK Stres 265 Hari Satroni Iran Pulang Tanpa Kemenangan
Dunia
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Donald Trump menyinggung kemungkinan Iran melancarkan serangan terhadap kota di AS.
Yusuf Abdillah - Selasa, 06 Oktober 2026
Donald Trump: Biarkan Iran Hancurkan Los Angeles dan San Diego
Dunia
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dua kapal supertanker meledak di Selat Hormuz usai mematikan alat pelacak dan melanggar aturan navigasi di tengah ketatnya kendali maritim Iran.
Wisnu Cipto - Minggu, 04 Oktober 2026
Masuk Selat Hormuz Matikan Pelacak, 2 Kapal Minyak Supertanker Uni Emirat Arab Meledak
Dunia
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Trump mengatakan sedang mempertimbangkan untuk melanjutkan serangan udara dalam beberapa pekan mendatang.
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 02 Oktober 2026
Bersiap Kembali Lancarkan Serangan ke Iran, AS Kirim Baterai Rudal Patriot ke Arab Saudi dan Qatar
Dunia
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Gedung Putih sebelumnya mengharapkan adanya kemajuan dalam perundingan dengan Iran pada Senin pagi.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 01 Oktober 2026
Perundingan Buntu, AS Usir Delegasi Iran
Dunia
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Araghchi juga mengungkapkan ketidakpercayaan Iran terhadap proses negosiasi dengan pemerintahan Trump.
Yusuf Abdillah - Senin, 28 September 2026
Iran Tegaskan Tetap Buka Jalur Diplomasi, tapi Siap Perang Jika Diserang AS
Dunia
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Senat AS menolak resolusi DPR yang memerintahkan Presiden Donald Trump mengakhiri konflik dengan Iran. Ketegangan militer di Selat Hormuz berlanjut.
Wisnu Cipto - Jumat, 25 September 2026
Konflik Selat Hormuz Timur Tengah Masih Lanjut, Senat AS Tolak Resolusi Akhiri Konflik Iran
Indonesia
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran, "Hal Besar Akan Terjadi" Jika Gagal Mengubah Sikap
Trump memberikan peringatan keras dirinya telah memasuki "fase pengambilan keputusan" yang sangat krusial terkait perang yang tengah berlangsung dengan Iran.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Trump Berikan Peringatan Keras ke Iran,
Dunia
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Pemerintah AS terpaksa menyetujui visa Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Menlu Abbas Araghchi untuk menghadiri Sidang Umum PBB ke-81 di New York
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
AS Kena Sekak Perjanjian 1947! Visa Presiden Iran Pezeshkian Lolos Masuk New York Hadiri Sidang PBB
Dunia
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Iran menegaskan tidak akan membuka akses Selat Hormuz sampai Donald Trump dan Benjamin Netanyahu lengser, memicu krisis minyak global yang kian parah.
Wisnu Cipto - Jumat, 18 September 2026
Krisis Minyak Dunia Meledak! Iran Kunci Mati Selat Hormuz Sampai Trump dan Netanyahu Lengser
Bagikan