Trombosit Turun saat DBD, Atasi dengan Cara Ini
Cara terbaik meningkatkan trombosit saat terkena DBD. (Foto: Pexels/Frank Meriño)
MERAHPUTIH.COM - PENURUNAN trombosit menjadi gejala khas untuk sakit demam berdarah dengue (DBD). Kondisi penurunan trombosit DBD ini perlu segera ditangani karena dapat memicu terjadinya komplikasi serius, seperti perdarahan hebat, dan sindrom dengue shock.
Seperti dilansir Alodokter, para penderita DBD secara umum mengalami gejala khas trombositopenia atau penurunan trombosit dalam darah. Hal itulah yang dapat memicu terjadinya perdarahan, seperti mimisan, pendarahan di gusi, muntah, atau buang air besar berdarah.
Penyebab trombosit turun saat DBD
Penurunan jumlah trombosit saat DBD diduga terjadi karena trombosit dalam pembuluh darah mengalami kerusakan atau produksi trombosit dari sumsum tulang berkurang akibat infeksi virus dengue.
Jumlah normal trombosit dalam tubuh yakni 150.000–450.000 sel per mikroliter darah. Sementara itu, saat mengalami DBD, jumlah trombosit akan mengalami penurunan, bahkan hingga kurang dari 100.000 sel per mikroliter.
Penurunan trombosit ini umumnya terjadi pada hari keempat setelah terinfeksi virus dengue dan akan terus mengalami penurunan hingga hari keenam, lalu biasanya akan naik secara perlahan pada hari selanjutnya.
Kadar trombosit yang lebih rendah daripada batas normal bisa meningkatkan risiko perdarahan. Oleh karena itu, penderita DBD yang mengalami trombositopenia perlu melakukan tes darah secara rutin.
Mengatasi penurunan trombosit saat DBD
Tidak ada metode khusus untuk mengatasi trombositopenia dan menangani DBD. Pengobatan DBD umumnya dilakukan untuk meredakan gejala dan mencegah infeksi virus semakin memburuk.
Meski begitu, ketika menderita DBD, kamu masih bisa mengonsumsi berbagai makanan tinggi vitamin yang bisa membantu tubuh untuk menghasilkan dan mempertahankan trombosit dalam darah. Berikut beberapa jenis vitamin yang dibutuhkan untuk mengatasi penurunan trombosit saat DBD:
- Vitamin B12
Vitamin B12 berperan dalam menjaga kesehatan sel darah, termasuk trombosit. Untuk mendapatkan asupan vitamin B12, kamu dapat mengonsumsi hati sapi, telur, susu, dan keju.
- Asam folat
Selain vitamin B12, folat juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan serta pembentukan sel darah dan salah satunya trombosit. Sumber folat yang dapat kamu konsumsi meliputi kacang-kacangan, jeruk, dan sayuran hijau seperti bayam.
- Vitamin C
Tidak hanya dapat memperkuat imunitas tubuh, vitamin C juga dapat meningkatkan jumlah trombosit dalam darah saat DBD dan membantu proses pembekuan darah. Untuk mencukupi kebutuhan vitamin ini, kamu disarankan mengonsumsi buah seperti jeruk, kiwi, mangga, dan jambu biji.
Selain asupan vitamin tersebut, perhatikan juga asupan carianmu saat terkena DBD. Kamu amat dianjurkan minum 2 liter air putih atau delapan gelas setiap hari.(*)
Bagikan
Berita Terkait
Musim Hujan Picu Lonjakan DBD di Jakarta, Pramono Anung: Wilayah Barat dan Utara Rawan
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Musim Hujan, Wagub Rano Ingatkan Anak Buahnya Tingkatkan Kewaspadaan terhadap DBD
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk