Tristan Kesyandra Ali Pasha, Siswa SMP Buat Maggot
Saat menerima pengharagaan dari Walikota Surabaya Tri Rismaharini. (Foto: Instagram@tristan_9906)
TAK pernah menyerah dengan kondisi, prinsip ini dianut oleh Tristan Kesyandra Ali Pasha, siswa SMP Negeri 41 Surabaya yang nampak getol mengolah sampah dan barang bekas untuk diberdayakan.
"Yang perlu kalian tahu ya, barang-barang bekas itu selalu kalian buang. Tapi menurut saya barang-barang bekas itu bisa saya olah," papar Tristan dalam postingan akun Instagram tristan_9906 10 Agustus 2019 lalu.
Baca Juga:
Deretan Benda-Benda Daur Ulang Sampah Plastik yang Kece Abis
Tristan memang kerap mengolah barang bekas menjadi barang yang berguna. Memasuki awal tahun 2020, ia mengubah konsep pengolahan barang-barang bekas menjadi pengolahan sampah organik. "Proyek saya adalah Maggot Pasukan Lalat Tentara Hitam solusi Sampah Organik," ungkap Tristan saat dikonfirmasi, Kamis (17/09).
Poyek yang dijalankan tersebut untuk mengikuti Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2020 melibatkan ayahnya setiap hari untuk mengumpulkan sampah organik.
Untuk melancarkan niatnya, sampah organik ia ambil dari warung adopsi sekitar rumahnya dan rumah tetangganya di Jalan Pandegiling nomor 97, Dr. Soetomo, Kec. Tegalsari, Kota Surabaya.
"Setiap hari saya mengambil sisa sampah di 2 warung adopsi untuk makan maggot (makanan alternatif ikan) rata-rata dapat sampah sebanyak 50 kg," tegasnya.
Jika dihitung setiap hari sebanyak 50 kg dan sudah dijalani sejak Februari sampai September 2020, total sampah organik yang telah diolah Tristan sebanyak 10 ton lebih.
Baca Juga:
Surabaya Punya Teknologi Ubah 1.000 Ton Sampah Sehari Jadi Listrik
Sebelum mengikuti ajang Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2020, Tristan juga sudah mengikuti Pangeran dan Puteri Lingkungan Hidup 2019 dan Keluarga Zero Waste 2019.
Alhasil, dari kepedulian masyarakat sekitar yang terilhami dari upaya Tristan, maka kini sudah ada 2 Kampung Maggot yang diresmikan.
"Persemian Kampung Maggot diadakan pada Minggu, 30 Agustus 2020 pukul 09.00-11.00," tulis akun tristan_9906. Dari pantauan akun Instagram Tristan, Kampung Maggot berada di Kampung Turi RW 8, yaitu RT 4 dan RT 6, sebagai partisipasinya di ajang Surabaya Smart City on Pandemi 2020.
Tristan yang baru berusia 14 tahun ini banyak mendulang prestasi. Ini berkat kepeduliannya terhadap lingkungan, yang layak dijadikan contoh remaja lain agar lebih mencintai lingkungan dan membuat gerakan positif lainnya. (andika eldon/Surabaya)
Baca Juga:
Bagikan
Berita Terkait
Ratusan Kontainer Limbah B3 Masuk Batam, Puluhan Diputus Reekspor oleh Bea Cukai
28 Perusahaan Tambang Nakal Kena Denda Triliunan, DPR Minta Uangnya Langsung Balik ke Rakyat Terdampak
Penanganan Sampah Diperkuat, DLH DKI Dorong Pengurangan Risiko Banjir
Indonesia Tawarkan Proyek Pengelolaan Limbah 30 Kota di World Economic Forum
Dokumenter The Lake, Leonardo DiCaprio Angkat Ancaman Racun Great Salt Lake Utah
TPA Raksasa Longsor di Filipina, 1 Tewas dan 38 Hilang
PSI Soroti Kurangnya Pengolaan Sampah di Jakarta
TPS Rusunawa PIK 2 Ditutup untuk RTH, Penghuni Buang Sampah Harus ke Rawa Terate
Status Darurat Sampah di Kota Tangerang Selatan Diperpanjang
Pembangunan PSEL Masuk Proyek Hilirisasi Strategis Pemerintah, Investasi Capai Rp 600 Triliun