Trik Pertahankan Gizi Seimbang usai Lebaran

Andrew FrancoisAndrew Francois - Selasa, 03 Mei 2022
Trik Pertahankan Gizi Seimbang usai Lebaran

Pertahankan gizi seimbang setelah lebaran. (Foto: Unsplash/Dan Gold)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

WAKIL Ketua Perhimpunan Dokter Gizi Klinik Indonesia cabang DKI Jakarta (PDGKI-Jaya) dr. Ida Gunawan, M.S, Sp.GK, M.Kes (K), FINEM menyarankan agar masyarakat tetap mempertahankan asupan gizi seimbang seusai lebaran agar tubuh tetap stabil dan prima terutama saat masih di dalam masa pandemi ini.

Dokter Spesialis Gizi Klinik Konsultan Nutrisi pada Kelainan Metabolisme Gizi yang melakukan praktik di RS Pondok Indah - Puri Indah tersebut mengingatkan agar masyarakat mengatur asupan makanan sesuai dengan kebutuhan dan memilih jenis makanan yang baik untuk tubuh. Sayur dan buah sebaiknya mendominasi piring, seperempat bagiannya untuk protein, dan sisanya karbohidrat kompleks.

"Jangan terlalu banyak makan manis dan tepung-tepung," pesannya seperti yang dikutip dari ANTARA, Senin (2/5).

Baca juga:

Mengonsumsi Makanan Sehat Saja Enggak Cukup, Harus Dibarengi Olahraga

Ikan opsi protein sehat. (Foto: Unsplash/Caroline Attwood)

Dalam memilih makanan yang mengandung protein juga disarankan agar tidak mengonsumsi yang banyak minyak seperti ikan, ayam tanpa kulit, dan telur. Daging merah tetap diperbolehkan namun sebaiknya batasi konsumsi menjadi satu hingga dua kali maksimal dalam satu pekan.

Kamu juga harus membatasi konsumsi gorengan yang mengandung banyak minyak. Meski sudah tidak berpuasa, kamu tetap disarankan untuk mengaplikasikan jadwal makan yang teratur saat beraktivitas sehari-hari. Kamu bisa mengadopsi cara makan lima atau enam kali sehari dengan komposisi tiga kali makan utama dan tiga kali camilan.

Dirinya mencontohkan dengan sarapan pagi pukul 07.00, dilanjut dengan camilan pada pukul 10.00, kemudian makan siang pukul 13.00, camilan lagi pukul 16.00, dan makan malam pukul 19.00. Bila masih lapar kamu dapat menyantap camilan ringan setelah makan malam.

Baca juga:

Tren Makanan Sehat Kekinian yang Digemari Generasi Z

Tetap harus rutin berolahraga. (Foto: Unsplash/sporlab)

dr. Ida menambahkan agar kamu tak lupa berolahraga dan aktif menggerakkan tubuh dalam aktivitas sehari-hari. Kamu bisa melakukan olahraga ringan saja asal rutin dan teratur melakukannya.

"Jangan mager (malas gerak), aktivitas harus dilakukan," ujarnya.

Sebagai referensi, kamu bisa melakukan olahraga kardio selama 150-300 menit per minggu dengan frekuensi 3-5 kali setiap minggu. Selain itu kamu juga bisa melakukan latihan kekuatan seperti mengangkat beban ringan. Perempuan juga bisa melakukannya dengan berlatih mengangkat beban sekitar 1-2 kg.

"Artinya kalau mau jalan kaki atau jogging lima kali seminggu, kira-kira butuh 30-60 menit saja per hari," tuturnya.

Baca juga:

Tips Jitu Membiasakan Diri Rutin Olahraga di Pagi Hari

Tidur teratur untuk pertahankan gaya hidup sehat. (Foto: Unsplash/Lux Graves)

Sebagai pelengkap, istirahat cukup juga harus dilakukan dalam menjaga gaya hidup sehat. Bila kamu masih bekerja di rumah disarankan membatasi jam kerja agar tak terlambat tidur, disarankan kamu tidur selama 7-9 jam pada malam hari.

"Berpikir positif, hindari stres, jangan merokok dan minum alkohol serta lakukan semua aktivitas sosial yang bermanfaat buat kesehatan mental," pungkasnya. (waf)

Baca juga:

Tips Tetap Bisa Olahraga di Bulan Puasa

#Kesehatan
Bagikan
Ditulis Oleh

Andrew Francois

I write everything about cars, bikes, MotoGP, Formula 1, tech, games, and lifestyle.

Berita Terkait

Berita Foto
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Ketua Tim Bidang Penyusunan Rencana Prioritas Pemanfaatan Dana Desa, Sappe M. P. Sirait saat Program Keluarga Sigap di Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 15 Januari 2026
Program Keluarga SIGAP Dorong Perubahan Perilaku Lewat Layanan Kesehatan Primer
Indonesia
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Ratusan pengungsi pascabanjir bandang di Aceh Tamiang mengalami berbagai penyakit seperti ISPA hingga diare. Tim Dokkes Polri turun beri layanan kesehatan.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 15 Januari 2026
Usai Banjir Bandang, Warga Aceh Tamiang Banyak Alami Gangguan Kesehatan
Dunia
AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Perubahan ini terjadi setelah Presiden Donald Trump meminta Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) meninjau bagaimana negara-negara sejawat merekomendasikan vaksin.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
  AS Kurangi Jumlah Vaksin Wajib untuk Anak-Anak, Timbulkan Kekhawatiran Peningkatan Risiko Penyakit
Indonesia
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Pemerintah DKI telah berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin ihwal Super Flu ini.
Dwi Astarini - Selasa, 06 Januari 2026
Gubernur Pramono Tegaskan belum Ditemukan Super Flu di Jakarta
Indonesia
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Dikhawatirkan, penyakit ini berdampak pada beban layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
DPR Minta Pemerintah Gerak Cepat Antisipasi Ancaman Super Flu, Dorong Kemenkes Terbitkan Vaksin Pencegah
Indonesia
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Subclade K telah terdeteksi di Indonesia sejak Agustus 2025 melalui sistem surveilans sentinel ILI-SARI di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Waspada Super Flu, 62 Kasus Terkonfirmasi di Indonesia Terbanyak di Jawa Timur
Indonesia
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Indonesia menjadi salah satu negara yang terpapar jenis virus ini.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Januari 2026
Super Flu Masuk ke Indonesia, Kemenkes Imbau Kenali Gejala dan Terapkan Protokol Kesehatan
Lifestyle
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Siloam Hospitals Kebon Jeruk memiliki dan mengoperasikan tiga sistem robotik, yakni Da Vinci Xi (urologi, ginekologi, bedah digestif, dan bedah umum), Biobot MonaLisa (khusus diagnostik kanker prostat presisi tinggi), dan ROSA (ortopedi total knee replacement).
Dwi Astarini - Jumat, 19 Desember 2025
Teknologi Bedah Robotik Memungkinkan Tindakan Presisi untuk Kenyamanan Pasien, kini Hadir di Siloam Hospitals Kebon Jeruk
Indonesia
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Pemkot segera mulai menyiapkan kebutuhan tenaga medis, mulai dari dokter hingga perawat.
Dwi Astarini - Senin, 24 November 2025
SDM Dokter belum Terpenuhi, Kemenkes Tunda Serahkan RS Kardiologi Emirate ke Pemkot Solo
Indonesia
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
emerintah memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan penghapusan tunggakan iuran sehingga mereka bisa kembali aktif menikmati layanan kesehatan.
Dwi Astarini - Rabu, 19 November 2025
Program Pemutihan BPJS Kesehatan Berlangsung di 2025, ini Cara Ikut dan Tahapannya
Bagikan