Hari Kesehatan Internasional

Tren Makanan Sehat Kekinian yang Digemari Generasi Z

Ananda Dimas PrasetyaAnanda Dimas Prasetya - Minggu, 07 April 2019
Tren Makanan Sehat Kekinian yang Digemari Generasi Z

Smoothie bowl menjadi salah satu menu sehat favorit generasi Z. (Foto: Instagram @theavocadoshow)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MENJADI sehat merupakan keinginan semua orang. Mulai dari berolahraga, mengatur jam tidur, sampai mengatur pola makan. Dewasa ini generasi Z sudah lebih waspada akan makanan sehat, mengapa? Menanggapi tren teknologi, media sosial merupakan sesuatu yang esensial bagi generasi Z. Ngumpul bareng teman-teman dan foto-foto cantik di restoran hits menjadi kegiatan sebagian besar anak-anak generasi Z ini.

Selain itu, kehidupan sosial para artis dan model yang sebagian besar memamerkan menu makanan sehatnya di media sosial juga menjadi salah satu alasan mengapa generasi Z mulai tertarik pada makanan sehat. Beberapa tahun belakangan, makanan sehat mulai menjadi tren, dan berbagai restoran yang menjual makanan sehat telah menjamur di kota-kota besar.

Ingin mencoba menyebarkan positive healthy vibes namun tetap bisa eksis di media sosial? Kamu bisa mulai konsumsi beberapa makanan sehat kekinian di bawah ini!

1. Smoothie Bowl

Tren Makanan Sehat Kekinian yang Digemari Generasi Z
Cafe yang menyediakan smoothie bowl mulai menjamur di Jakarta. (Foto: tastingable.com)

Akhir-akhir ini, smoothie bowl kerap menjadi tren bagi kalangan anak muda.Selain sehat dan rasanya enak, mangkuk berisi buah-buahan serta biji-bijian berserat yang baik untuk tubuh ini juga disediakan di tempat makan hits yang biasa didatangi anak muda.

Bahkan, sudah ada beberapa tempat hits yang memang khusus menjual makanan sehat. Selain bisa eksis dengan mengunggahnya di Instagram, sekarang anak muda juga bisa nongkrong sambil mengkonsumsi makanan sehat lo!

2. Poke Bowl

Tren Makanan Sehat Kekinian yang Digemari Generasi Z
Poke Bowl merupakan makanan sehat asal Hawaii. (Foto: instagram @loveartsushi)

Sudah tren sejak tahun 2015 di Los Angeles, makanan sehat asal Hawaii ini terpengaruh para keturunan Jepang yang telah lama tinggal disana.

Poke Bowl berisikan salad dan salmon atau tuna sashimi yang kemudian diberikan dressing yang mirip saus salad di Jepang. Jika kamu seorang vegetarian, kamu juga bisa mengganti salmon dengan tahu putih yang di panggang.

3. Salad Buah

Tren Makanan Sehat Kekinian yang Digemari Generasi Z
Salad Buah menjadi konsumsi selebgram untuk meraih hidup sehat. (Foto: Instagram @fancyfitfun)

Sering dikonsumsi oleh para selebgram, salad buah menjadi makanan hits bagi kalangan remaja generasi Z. Salad buah biasanya terdiri dari buah strawberry, kiwi, apel, dan sebagainya, kemudian dilengkapi dengan saus manis dengan keju atau coklat meses diatasnya sesuai selera.

4. Susu gandum

Tren Makanan Sehat Kekinian yang Digemari Generasi Z
Susu gandum menjadi tren di tahun 2019. (Foto: instagram @lenakazankina)

Jika kamu ingin mendapatkan khasiat susu yang kaya akan nutrisi, namun kamu menghindari konsumsi pangan hewani, maka susu gandum bisa menjadi pilihanmu.

Susu gandum lebih digemari karena lebih kaya akan kalsium, vitamin D, serta rendah kalori. Dapat dicampur dengan buah, kopi, serta sereal. Susu gandum ini mulai menjadi tren di tahun 2019.

5. Jus Seledri

Tren Makanan Sehat Kekinian yang Digemari Generasi Z
Jus seledri menjadi tren makan sehat. (Foto: instagram @danafotiades)

Kerap ramai di media sosial Instagram, banyak orang yang mulai mencoba minum jus seledri secara rutin. Salah satu influencer di Instagram mengatakan bahwa ia rutin mengkonsumsi jus seledri.

Selain menyehatkan, manfaat lain dari jus seledri ini berfungsi melembabkan kulit, membuat kulit lebih berkilau, dan memperkuat pertahanan kulit sehingga lebih sulit terkena jerawat dan masalah kulit kusam. (shn)

#Hari Kesehatan Internasional #APRIL EKSIS #Makanan Sehat #Kuliner Kekinian #Kesehatan #Tips Kesehatan #Info Kesehatan
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Ananda Dimas Prasetya

Penulis, editor, dan praktisi konten digital dengan latar belakang akademis di bidang jurnalistik serta pengalaman dalam penyusunan artikel berita, konten informatif, dan optimasi mesin pencari (SEO). Lulusan Fakultas Ilmu Komunikasi, Jurusan Jurnalistik, Universitas Padjadjaran (2007–2014) dengan pemahaman mendalam mengenai kaidah jurnalistik, etika media, verifikasi informasi, dan teknik penulisan profesional. Berfokus pada pengembangan konten yang mengutamakan akurasi, relevansi, dan nilai informasi bagi pembaca. Memastikan artikel disusun melalui proses riset, verifikasi sumber, dan pengolahan data cermat guna menjamin kualitas informasi yang disajikan. Berbagai topik yang menjadi perhatian meliputi pemerintahan, ekonomi, pendidikan, teknologi, budaya, hiburan (musik & film), gaya hidup, motorsports, hingga isu-isu sosial yang berkembang di masyarakat.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Fun
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
We Pause We Rise menggelar Rose & Bloom untuk mengedukasi perempuan tentang perimenopause dan menopause, termasuk brain fog, kesehatan tulang, dan hipertensi.
Ananda Dimas Prasetya - Senin, 19 Oktober 2026
We Pause We Rise Ajak Perempuan Kenali Perimenopause, Ahli Ingatkan Gejala Brain Fog
Indonesia
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Secara kumulatif, jumlah kasus selama Januari hingga Oktober 2026 juga lebih rendah jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Dwi Astarini - Sabtu, 17 Oktober 2026
Jakarta Catat 58 Kasus DBD per Oktober 2026
Lifestyle
Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Inovasi F1 telah memberikan dampak yang jauh melampaui lintasan balap.
Dwi Astarini - Kamis, 15 Oktober 2026
 Inspirasi Pit Stop F1 Menyelamatkan Nyawa Pasien Rumah Sakit
Berita Foto
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
SPG menunjukkan tampilan antarmuka (user interface/UI) aplikasi U-Buddy saat peluncurannya di Jakarta, Rabu (7/10/2026).
Didik Setiawan - Rabu, 07 Oktober 2026
Pantau Gaya Hidup Makin Personal, U by Prodia Hadirkan U-Buddy
Indonesia
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
bandara dan pelabuhan internasional di Bali menerapkan peningkatan pengawasan pelaku perjalanan melalui pengawasan deklarasi kesehatan (All Indonesia - SSHP).
Dwi Astarini - Selasa, 06 Oktober 2026
Insiden Lab di Rusia, Kemenkes Tingkatkan Kesiapsiagaan
Lifestyle
Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Berapa kali celupan yang dibutuhkan untuk memindahkan jumlah bakteri yang kira-kira sama banyaknya dengan ciuman berdurasi 10 detik?
Dwi Astarini - Senin, 05 Oktober 2026
 Berbagi Cocolan Setara Ciuman Bibir, Rentan Menyebarkan Virus dan Bakteri
Indonesia
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Anak demam tinggi dan sesak napas? Peringatkan bahaya virus influenza tipe A pada anak. Segera bawa ke faskes rujukan terdekat!
Wisnu Cipto - Jumat, 02 Oktober 2026
Jangan Sepelekan Influenza Tipe A, Anak Batuk Demam Tinggi Segera Bawa ke Faskes!
Lifestyle
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Dokter Paskah ungkap tiga tantangan pengobatan gagal jantung lanjut di Indonesia, mulai dari literasi masyarakat, keterbatasan dokter hingga mahalnya teknologi.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Bukan Cuma Soal Biaya, Dokter Ungkap 3 Alasan Pengobatan Gagal Jantung Lanjut Masih Terbatas di Indonesia
Lifestyle
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Teknologi LVAD atau pompa jantung artificial kini tersedia di Indonesia untuk membantu pasien gagal jantung tingkat lanjut. Ini cara kerja dan persiapannya.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 01 Oktober 2026
Teknologi LVAD Hadir di Indonesia, Jadi Harapan Baru bagi Pasien Gagal Jantung Lanjut
Indonesia
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Pemerintah mengatakan manfaat program CKG berpotensi mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.
Dwi Astarini - Kamis, 01 Oktober 2026
Kemenkes Klaim 99,1 Juta Orang Telah Ikut Program Cek Kesehatan Gratis
Bagikan