Merahputih.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur menegaskan komitmen penuh menangani korban dugaan keracunan MBG di Pondok Pesantren (Ponpes) Manba'ul Hikam, Sidoarjo.
Insiden nahas ini menghebohkan masyarakat luas beberapa waktu lalu. Seluruh pasien kini mendapat perawatan intensif dari tenaga medis profesional.
Baca juga:
316 Santri Dirawat di RSUD Notopuro, Total 762 Korban Diduga Keracunan MBG di Sidoarjo
Penanganan Medis dan Penutupan SPPG
Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, langsung mengunjungi para korban di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Notopuro Sidoarjo guna memastikan proses pemulihan berjalan lancar. Proses perawatan tidak berlangsung seragam, melainkan menyesuaikan tingkat keparahan gejala tiap individu.
Seluruh pasien tidak ditangani secara seragam, tetapi mendapatkan penanganan khusus sesuai kondisi medis masing-masing pasien,
ungkap Emil.
Banyak pasien akhirnya mendapat izin pulang ke rumah usai kondisi kesehatan berangsur membaik. Walau begitu, pihak rumah sakit tetap bersiaga penuh mengantisipasi kemungkinan lonjakan pasien susulan.
Kasus serupa ternyata turut melanda sejumlah institusi pendidikan lain di sekitar wilayah Sidoarjo. Seluruh institusi pendidikan tersebut memiliki satu kesamaan riwayat konsumsi.
"Selain pesantren, terdapat sejumlah satuan pendidikan lain mengalami kejadian serupa dan seluruhnya memiliki kesamaan yakni menerima makanan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kali Tengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo," kata Emil.
Pemerintah akhirnya mengambil langkah tegas menghentikan operasional SPPG Kali Tengah untuk sementara waktu. Keputusan penutupan tersebut berlaku sambil menunggu hasil uji laboratorium serta evaluasi komprehensif atas insiden tersebut.
Baca juga:
Pemerintah daerah turut menggelar pemantauan ketat terhadap seluruh satuan pendidikan penerima manfaat distribusi makanan serupa. Langkah preventif ini bertujuan memastikan ketiadaan siswa atau santri dengan gejala tertunda tanpa penanganan medis.
Seluruh biaya penanganan medis korban keracunan di berbagai fasilitas kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta, mendapat tanggungan penuh dari anggaran pemerintah daerah.
Rincian Data Korban Terdampak
Kepala Dinas Kesehatan Sidoarjo, dr. Lakhsmie Herawati Yuwantina, merilis laporan resmi terkait total individu terdampak insiden keracunan makanan ini.
Berikut rincian data korban berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Sidoarjo hingga Rabu (2/9) pukul 00.45: