Keracunan Massal MBG Sidoarjo Gara-Gara Salah Tulis Label Konsumsi 3 Jam, Dikirim Sudah Lewat Batas Waktu

Wisnu CiptoWisnu Cipto - Kamis, 03 September 2026
Keracunan Massal MBG Sidoarjo Gara-Gara Salah Tulis Label Konsumsi 3 Jam, Dikirim Sudah Lewat Batas Waktu

Kepala BGN Sudaryono. ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Pemicu kasus keracunan massal Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, akhirnya terungkap.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyebut kelalaian fatal terjadi di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang salah menuliskan label waktu konsumsi makanan dengan beda hingga 3 jam.

Baca juga:

Setelah Sidoarjo, Dugaan Keracunan MBG kini Menimpa Ratusan Siswa di Tana Toraja

Hasil penelusuran awal terungkap makanan sudah matang pukul 05.00 WIB, sehingga seharusnya dikonsumsi sebelum pukul 09.00.

Namun, di label ompreng ditulis makanan matang pukul 08.00 WIB, sehingga batas waktu harus dimakan sebelum pukul 10.00 WIB.

Ini berarti kan kelalaian yang disengaja, Ini namanya kelalaian yang disengaja,

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono
Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam yang diduga mengalami keracunan makanan mendapatkan perawatan di RSUD R.T. Notopuro Sidoarjo, Jawa Timur, Rabu (2/9/2026) dini hari. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/nz

MBG Tiba di Sekolah Sudah Lewat Batas Waktu Konsumsi

Tak hanya itu, SPPG juga baru mengirimkan makanan ke sekolah setelah lewat dari batas maksimal konsumsi yang seharusnya pukul 09.00 WIB.

Paket MBG itu baru tiba di Pondok Pesantren Manbaul Hikam hampir menjelang jam makan siang pukul 12.00.

"Kenyataan di lapangan, ompreng yang harusnya dikirim sebelum jam 10.00, dikirim ke sekolah sekitar jam 11.30 atau 11.40, baru dimakan di atas jam 12.00 oleh para siswa, sehingga keracunan massal terjadi di sekolah," sesal Sudaryono.

Baca juga:

Investigasi Mendalam Kasus Keracunan Massal MBG di Sidoarjo Dimulai, Ratusan Korban Jalani Perawatan

Lebel Batas Konsumsi MBG Cuma Ditempel di 1 Ompreng

Kepala BGN juga mengungkapkan label konsumsi hanya ditempel di satu ompreng, bukan di seluruh wadah makanan yang dibagikan ke para siswa.

Untuk itu, Sudaryono secara terbuka menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya atas kelalaian di SPPG. Eks Wamentan itu juga akan menerapkan atur baru mewajibkan setiap ompreng diberi label konsumsi yang sesuai jam.

“Saya tidak mau tahu, setiap ompreng harus ada labelnya,” tandas orang nomor satu di BGN itu. (*)

#Keracunan Massal MBG #Sudaryono #SPPG
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Wisnu Cipto

Jurnalis dan penulis profesional selama dua dekade di industri media, mulai dari koran, televisi, hingga konten digital. Lulusan FISIP UI terlatih merangkai kata-kata terkait isu sosial-budaya-politik-hukum secara akurat dan relevan bagi pembaca, dengan kiblat kode etik jurnalistik dan verifikasi-verifikasi-verifikasi ... Pemegang sertifikasi kompetensi dari Lembaga Pers Dr.Soetomo (LPDS), yang coba terus belajar berkarya dengan 'hati'.
Show More
Follow Me

Berita Terkait

Indonesia
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
BGN memberikan suspend berat kepada SPPG Batang Bawang Bawang setelah 219 penerima MBG mengalami gangguan kesehatan dan ditemukan pelanggaran SOP.
Ananda Dimas Prasetya - Jumat, 25 September 2026
219 Penerima MBG di Batang Alami Gangguan Kesehatan, BGN Suspend Berat SPPG
Indonesia
BGN Hentikan Permanen 4 SPPG MBG, 10.112 Penerima Manfaat Dialihkan
BGN menghentikan permanen empat SPPG MBG karena masalah disiplin operasional dan keamanan pangan. Layanan 10.112 penerima dialihkan ke SPPG terdekat.
Ananda Dimas Prasetya - Kamis, 24 September 2026
BGN Hentikan Permanen 4 SPPG MBG, 10.112 Penerima Manfaat Dialihkan
Indonesia
Dapur Komunal MBG Diusulkan Dibangun di Daerah Tertinggal
Dapur desa tersebut dapat dikelola oleh masyarakat, termasuk komunitas perempuan desa.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 23 September 2026
Dapur Komunal MBG Diusulkan Dibangun di Daerah Tertinggal
Indonesia
Mendag Soroti Pengemasan Ompreng Jadi Rawan Penyebab Keracunan
Ompreng yang telah diisi menu MBG langsung dimasukkan ke sealer dan sinar ultraviolet untuk mendeteksi apakah ada bakteri atau tidak.
Alwan Ridha Ramdani - Senin, 21 September 2026
Mendag Soroti Pengemasan Ompreng Jadi Rawan Penyebab Keracunan
Indonesia
Ejek Korban Keracunan MBG, Karyawan SPPG Bantul Langsung Diberhentikan BGN
Karyawan SPPG Bantul diberhentikan BGN, setelah ketahuan mengejek korban keracunan MBG.
Soffi Amira - Senin, 21 September 2026
Ejek Korban Keracunan MBG, Karyawan SPPG Bantul Langsung Diberhentikan BGN
Indonesia
Cegah Keracunan, Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Saat Jam Masak
BGN juga menyiapkan langkah untuk mengantisipasi kejenuhan pengelola SPPG.
Alwan Ridha Ramdani - Kamis, 17 September 2026
Cegah Keracunan, Kepala SPPG Wajib Ada di Dapur Saat Jam Masak
Indonesia
RSCM Tidak Temukan Ada Gangguan Otak di Siswi Karo Korban Keracunan MBG
RSCM memastikan tidak ada gangguan fungsi otak pada pelajar Karo terduga korban Makan Bergizi Gratis (MBG). Pasien dinyatakan siap bersekolah lagi. Cek detailnya!
Wisnu Cipto - Rabu, 16 September 2026
RSCM Tidak Temukan Ada Gangguan Otak di Siswi Karo Korban Keracunan MBG
Indonesia
Keracunan Makanan Jadi Tantangan MBG, BGN Perjelas Aturan Penanggung Jawab
Regulasi MBG harus mampu menjawab persoalan yang benar-benar terjadi di lapangan.
Dwi Astarini - Rabu, 16 September 2026
Keracunan Makanan Jadi Tantangan MBG, BGN Perjelas Aturan Penanggung Jawab
Indonesia
BGN Perketat Data Penerima MBG, Sekolah Internasional dan Mandiri Finansial tak lagi Jadi Sasaran
Sebanyak 1.653 satuan pendidikan kemudian dikeluarkan dari daftar penerima program.
Dwi Astarini - Jumat, 11 September 2026
BGN Perketat Data Penerima MBG, Sekolah Internasional dan Mandiri Finansial tak lagi Jadi Sasaran
Indonesia
Kasus Keracunan MBG Marak, DPR Minta BGN Lakukan Investigasi Menyeluruh
Komisi IX DPR meminta BGN melakukan investigasi kasus keracunan MBG. Sebab, kasus tersebut melonjak.
Soffi Amira - Kamis, 10 September 2026
Kasus Keracunan MBG Marak, DPR Minta BGN Lakukan Investigasi Menyeluruh
Bagikan