Merahputih.com - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengikuti rapat kerja (raker) dengan Komisi IX DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/9/2026). Dalam rapat tersebut, kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi salah satu perhatian.
Kasus dugaan keracunan tersebut terus meluas. Hingga Rabu (2/9/2026) siang, sebanyak 566 orang mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo.
Para korban berasal dari 19 lembaga pendidikan penerima program MBG. Mereka terdiri atas siswa, santri, serta sejumlah pengajar dan pengasuh yang turut mengonsumsi makanan yang didistribusikan SPPG tersebut.
Dari total 566 korban, sebanyak 88 orang masih menjalani perawatan di sejumlah fasilitas kesehatan. Sementara korban lainnya mendapatkan penanganan secara rawat jalan atau telah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
Keluhan kesehatan yang paling banyak dilaporkan antara lain mual, muntah, pusing, nyeri perut, lemas, dan diare. Gejala tersebut muncul setelah para korban mengonsumsi makanan MBG yang didistribusikan dari SPPG Kalitengah.
Secara umum, kondisi pasien yang menjalani rawat inap dilaporkan stabil dan belum ada yang memerlukan perawatan khusus di ruang intensif. Tim medis terus memantau kondisi pasien, terutama anak-anak dan santri yang mengalami muntah berulang atau menunjukkan tanda-tanda kekurangan cairan.
Setelah membahas kasus dugaan keracunan MBG tersebut, rapat kerja antara BGN dan Komisi IX DPR dilanjutkan dengan agenda pembahasan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-KL) BGN tahun anggaran 2027. (Foto: MP/Didik Setiawan).