MerahPutih.com - Anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) kemungkinan besar akan dipangkas kembali oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Anggaran tersebut juga berpeluang ditekan hingga di bawah Rp 200 triliun.
Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa menyebutkan, anggaran MBG tahun ini semula ditetapkan sekitar Rp 330 triliun.
Setelah dilakukan efisiensi, anggaran turun menjadi sekitar Rp 260 triliun dan kembali dipangkas ke kisaran Rp 240 triliun dan akan menyusut lagi.
Baca juga:
Menkeu Purbaya Ungkap Ada Pemangkasan Anggaran MBG
Purbaya menyebutkan, pemangkasan anggaran MBG itu telah dikoordinasikan oleh Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono.
MBG kan anggaran tahun ini awalnya Rp 330 triliun, terus dilakukan efisiensi menjadi Rp 260-an (triliun), terus menjadi Rp 240-an (triliun). Tapi saya bicara dengan ketua MBG yang baru, kepala badan MBG yang baru, sepertinya bisa dibuat lebih efisien lagi di bawah Rp 200-an (triliun).
kata Menteri Purbaya, Kamis (3/9)
Purbaya mengungkapkan, pemerintah juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 240 triliun untuk MBG pada 2027.
Kendati demikian, ia memperkirakan anggaran tersebut masih dapat ditekan melalui efisiensi pelaksanaan dan pemanfaatan teknologi.
"Tahun depan juga dianggarkan Rp 240 triliun, tapi saya yakin bisa ditekan ke bawah dengan efisiensi dan pemakaian teknologi," ujarnya.
Baca juga:
Cari Pemasukan Rp 3.426 Triliun, Purbaya Bakal Kejar Kepatuhan Pembayar Pajak
Kemenkeu Perkuat Pengawasan MBG di Daerah
Ia menilai, efisiensi anggaran tidak berarti pemerintah mengurangi perhatian terhadap tujuan utama program MBG.
Justru, penghematan diperlukan agar pelaksanaan program dapat menghasilkan manfaat yang lebih besar dengan biaya yang lebih terkendali.
Kementerian Keuangan juga memperkuat pengawasan terhadap pelaksanaan MBG di daerah. Pegawai Kemenkeu akan dilibatkan untuk memantau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG secara bergilir.
Langkah tersebut ditujukan untuk memastikan penggunaan anggaran berjalan efisien sekaligus mengidentifikasi ruang perbaikan dalam pelaksanaan program.
"Jadi pegawai-pegawai kami di daerah mengawasi masing-masing SPPG secara bergilir. Jadi saya harapkan nanti kita bisa perbaiki terus kinerjanya ke depan untuk MBG," pungkasnya. (Asp)