MerahPutih.com - Banjir bandang dan tanah longsor melanda Kampung Jim, Distrik Catubouw, Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat.
Jumlah korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi sebanyak 16 orang. Satu korban terakhir ditemukan Tim SAR gabungan saat operasi pencarian hari ketujuh.
Jumlah keseluruhan korban dalam peristiwa itu sebanyak 24 orang, terdiri atas lima orang selamat, 16 korban meninggal dunia, sedangkan tiga korban lainnya belum berhasil ditemukan.
"Satu jenazah yang dievakuasi hari ini langsung dikirim ke Rumah Sakit Bhayangkara Polda Papua Barat untuk proses identifikasi," kata Kepala Badan SAR Nasional Manokwari Yefri Sabaruddin di Manokwari, Jumat (24/5).
Baca juga:
Pencarian Korban Banjir Bandang Tambang Emas Arfak Terkendala Medan, 15 Penambang Ditemukan Tewas
Lima orang yang berhasil menyelamatkan diri ketika bencana terjadi yaitu Fretswan Unas, Juandi Takaliumang, Yeskiel Takaliumang, Karunyak Takaliumang, dan Erik.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan operasi pencarian terhadap 19 orang yang dinyatakan hilang, namun hingga pelaksanaan operasi hari ketujuh hanya ditemukan 16 korban.
"Kami masih berdiskusi dengan keluarga korban, apakah operasi akan dilanjutkan atau ditutup," ujarnya.
Dari 16 korban yang meninggal dunia, terdapat satu korban atas nama Harun Maidodga yang tidak dilakukan proses identifikasi karena langsung diambil oleh pihak keluarga.
Sebanyak 15 jenazah dilakukan identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) dan Tim Indonesia Automatic Fingerprint Identification System (INAFIS) Polda Papua Barat. (*)