Tokoh Papua Layak Jadi Menteri di Kabinet Indonesia Kerja Jilid II

Zaimul Haq Elfan HabibZaimul Haq Elfan Habib - Selasa, 09 Juli 2019
Tokoh Papua Layak Jadi Menteri di Kabinet Indonesia Kerja Jilid II

Jokowi dan Kabinet Kerja. (Antaranews)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Berbagai tokoh pejabat orang asli Papua (OAP) berpeluang dan layak untuk diangkat menjadi Menteri di kabinet Indonesia Kerja (KIB) jilid II pemerintahan Presiden terpilih Joko Widodo dan Wapres KH Ma'ruf Amin masa bhakti 2019-2024.

"Ada sebagian besar tokoh OAP seperti Rektor Uncen Jayapura Dr. Ir. Apolo Safanpo M.T, birokrat muda Velix Wainggai, politisi Matias Awaitouw (Bupati Jayapura), Gubernur Papua Lukas Enembe, staf khusus Presiden Lenius Kogoya, Menteri PPPA Prof. Yohana Yembise, mantan Bupati Jayawijaya Jhon Wempi Wetipo serta sejumlah nama lainnya berpeluang menjadi menteri pada KIB jilid II," ungkap Sekretaris Eksekutif LSM Fiaduru Biak, Oktovianus Mangge seperti dilansir Antara, Selasa (9/8).

Ia mengakui, untuk kemampuan dan pengalaman yang dimiliki berbagai tokoh OAP sudah dapat diandalkan karena telah menduduki kursi jabatan setingkat bupati, walikota, dan Gubernur hingga jabatan politik di pemerintah kabupaten/kota.

Calon Petahana Gubernur Papua Lukas Enembe bersama istri (ANTARA FOTO/Indrayadi)
Calon Petahana Gubernur Papua Lukas Enembe bersama istri (ANTARA FOTO/Indrayadi)

Baca Juga: Lukas Enembe Yakin Raup 70 Persen Suara di Pilgub Papua

Oktovianus mengharapkan, untuk siapa sosok tokoh OAP yang dapat diajukan sebagai menteri merupakan hak prerogatif Presiden terpilih Joko Widodo.

"Ya besar harapan dari berbagai elemen masyarakat Papua di pemerintahan kabinet Indonesia kerja jilid II ada tokoh atau pejabat OAP terpilih sebagai menteri," harap Oktovianus.

Sementara itu, Ketua cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Biak Kristian Mansnandifu mengakui, sosok pejabat atau tokoh manapun dari kalangan orang asli Papua yang dapat masuk menjabat menteri di KIB jilid II harus bersih dari korupsi.

"Kriteria lain bagi pejabat tokoh OAP untuk bisa dipilih menjadi menteri diharapkan memiliki kemampuan, profesionalisme serta berwawasan Keindonesiaan," ungkap Mansnandifu.

Baca Juga: Menakar Kabinet Kerja Jilid II ala Jokowi

Ia mengakui, dari kalangan manapun sosok pejabat OAP yang akan mendapat kursi menteri KIB jilid II tidak perlu dipersoalkan.

Kristian menyebut, jika jabatan menteri harus diberikan kepada tokoh Papua merupakan hak prerogatif dari Presiden terpilih dengan memperhatikan kemampuan dan profesionalisme guna mengangkat kepentingan masyarakat di tanah Papua kepada pemerintah pusat di Jakarta.

"Bagi saya pribadi siapapun sosok tokoh OAP dipercayakan untuk menjabat Menteri di KIB jilid II pemerintahan Presiden terpilih Jokowi dan Wapres KH Ma'ruf Amin harus didukung karena inilah menjadi representasi masyarakat asli Papua,"ujarnya.

Berdasarkan data pada Pemilu serentak 17 April 2019 pasangan Presiden Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin memperoleh 3.021.713 suara (90 persen) serta pasangan Prabowo-Sandi 331.352 suara (10 persen). (*)

Baca Juga: Yusril Siap Bantu Jokowi di Kabinet Kerja Jilid Dua

#Kabinet Kerja #Joko Widodo #Papua
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Saat peristiwa kontak senjata terjadi, Hermanus Hogajau-lah yang pertama kali menghujani Pasukan Timsus Yonif 315 Garuda dan Tim Taipur Koops TNI Habema di bawah kendali Kogabwilhan III
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 29 September 2026
Pentolan OPM Dikabarkan Tewas Dalam Baku Tembak di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Bos OPM Egianus Kogoya komplain serangan pesawat Super Tucano di Nduga. Panglima TNI Agus Subiyanto tegaskan separatis wajib ditumpas habis!
Wisnu Cipto - Senin, 28 September 2026
Bos OPM Komplain Serangan Udara, Panglima TNI: Separatis Harus Ditumpas
Indonesia
Panglima TNI Senang 8 Senjata Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Delapan pucuk senjata yang disebut Agus termasuk jenis SS1 V1 yang sebelumnya direbut OPM dari satuan TNI.
Alwan Ridha Ramdani - Minggu, 27 September 2026
Panglima TNI  Senang 8 Senjata  Disita Dari OPM, Termasuk SS1 V1
Indonesia
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Penasaran soal arah politik mantan presiden kita? Jokowi akhirnya pamer KTA dan ngasih bukti resmi gabung PSI. Simak cerita lengkap soal nomor uniknya di sini!
Angga Yudha Pratama - Sabtu, 26 September 2026
Jokowi Pamer KTA PSI Bernomor Unik di Hadapan Sang Anak, Berhias Angka 7
Indonesia
4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Personel TNI juga menyita sejumlah barang dari lokasi, antara lain satu pucuk SS2 V1, satu senjata api laras panjang dengan alat bidik Trijicon
Alwan Ridha Ramdani - Jumat, 25 September 2026
 4 Anggota OPM Tewas Dalam Kontak Senjata di Intan Jaya Papua Tengah
Indonesia
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Pemerintah didesak untuk memperkuat perlindungan terhadap warga sipil di Papua.
Yusuf Abdillah - Minggu, 20 September 2026
Kekerasan KKB Terus Berulang, DPR Desak Pemerintah Gerak Cepat
Indonesia
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Aparat bersama tokoh masyarakat terus melakukan upaya untuk menemukan dan mengevakuasi korban lainnya.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penculikan Warga Oleh KKB Papua, 7 Korban masih Dicari
Indonesia
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Yosina ditemukan bersama Demerina Uamang, 23, salah satu dari sembilan perempuan yang sebelumnya menjadi korban penculikan pada 17 Agustus 2026.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
Penyanderaan KKB Papua, 1 Korban Ditemukan Meninggal dengan Tubuh Kurus
Indonesia
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Korban ditemukan dalam kondisi lemah di Kampung Bela 1, Distrik Alama, Kabupaten Mimika.
Dwi Astarini - Selasa, 15 September 2026
20 Hari Bertahan di Hutan, Korban Penculikan KKB Akhirnya Dievakuasi ke Timika
Indonesia
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Hingga saat ini masih terjadi perbedaan pandangan di tingkat daerah mengenai kriteria Orang Asli Papua dalam UU Otsus Papua.
Wisnu Cipto - Senin, 14 September 2026
Alasan Mendagri Tito Rumuskan Ulang Definisi Orang Asli Papua
Bagikan