Tokoh Papua Layak Jadi Menteri di Kabinet Indonesia Kerja Jilid II
Jokowi dan Kabinet Kerja. (Antaranews)
MerahPutih.com - Berbagai tokoh pejabat orang asli Papua (OAP) berpeluang dan layak untuk diangkat menjadi Menteri di kabinet Indonesia Kerja (KIB) jilid II pemerintahan Presiden terpilih Joko Widodo dan Wapres KH Ma'ruf Amin masa bhakti 2019-2024.
"Ada sebagian besar tokoh OAP seperti Rektor Uncen Jayapura Dr. Ir. Apolo Safanpo M.T, birokrat muda Velix Wainggai, politisi Matias Awaitouw (Bupati Jayapura), Gubernur Papua Lukas Enembe, staf khusus Presiden Lenius Kogoya, Menteri PPPA Prof. Yohana Yembise, mantan Bupati Jayawijaya Jhon Wempi Wetipo serta sejumlah nama lainnya berpeluang menjadi menteri pada KIB jilid II," ungkap Sekretaris Eksekutif LSM Fiaduru Biak, Oktovianus Mangge seperti dilansir Antara, Selasa (9/8).
Ia mengakui, untuk kemampuan dan pengalaman yang dimiliki berbagai tokoh OAP sudah dapat diandalkan karena telah menduduki kursi jabatan setingkat bupati, walikota, dan Gubernur hingga jabatan politik di pemerintah kabupaten/kota.
Baca Juga: Lukas Enembe Yakin Raup 70 Persen Suara di Pilgub Papua
Oktovianus mengharapkan, untuk siapa sosok tokoh OAP yang dapat diajukan sebagai menteri merupakan hak prerogatif Presiden terpilih Joko Widodo.
"Ya besar harapan dari berbagai elemen masyarakat Papua di pemerintahan kabinet Indonesia kerja jilid II ada tokoh atau pejabat OAP terpilih sebagai menteri," harap Oktovianus.
Sementara itu, Ketua cabang Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia Biak Kristian Mansnandifu mengakui, sosok pejabat atau tokoh manapun dari kalangan orang asli Papua yang dapat masuk menjabat menteri di KIB jilid II harus bersih dari korupsi.
"Kriteria lain bagi pejabat tokoh OAP untuk bisa dipilih menjadi menteri diharapkan memiliki kemampuan, profesionalisme serta berwawasan Keindonesiaan," ungkap Mansnandifu.
Baca Juga: Menakar Kabinet Kerja Jilid II ala Jokowi
Ia mengakui, dari kalangan manapun sosok pejabat OAP yang akan mendapat kursi menteri KIB jilid II tidak perlu dipersoalkan.
Kristian menyebut, jika jabatan menteri harus diberikan kepada tokoh Papua merupakan hak prerogatif dari Presiden terpilih dengan memperhatikan kemampuan dan profesionalisme guna mengangkat kepentingan masyarakat di tanah Papua kepada pemerintah pusat di Jakarta.
"Bagi saya pribadi siapapun sosok tokoh OAP dipercayakan untuk menjabat Menteri di KIB jilid II pemerintahan Presiden terpilih Jokowi dan Wapres KH Ma'ruf Amin harus didukung karena inilah menjadi representasi masyarakat asli Papua,"ujarnya.
Berdasarkan data pada Pemilu serentak 17 April 2019 pasangan Presiden Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin memperoleh 3.021.713 suara (90 persen) serta pasangan Prabowo-Sandi 331.352 suara (10 persen). (*)
Baca Juga: Yusril Siap Bantu Jokowi di Kabinet Kerja Jilid Dua
Bagikan
Berita Terkait
Gempa M 5,5 Maluku Tengah Getarannya Terasa Hingga Papua
[HOAKS atau FAKTA]: Anwar Usman Vonis Jokowi Bersalah karena Palsukan Ijazahnya
Serangan Terhadap Warga Sipil Terjadi Jelang Natal di Yahukimo, Polisi Duga Pelaku KKB
[HOAKS atau FAKTA]: Jokowi Ditetapkan sebagai Bencana Nasional oleh Pemerintah
Desak Negara Hadir Selamatkan Pendidikan 700 Ribu Anak Papua
Kejar Swasembada Energi, Prabowo Minta Papua Tanam Sawit hingga Singkong
Anggaran Makan Begizi Gratis di Papua Rp 25 Triliun, Lebih Mahal Dibandingkan Jawa
Presiden Larang Dana Otsus Papua Digunakan Buat Perjalanan Luar Negeri
Prabowo Ingatkan Kepala Daerah Papua tak Gunakan Dana Otsus untuk Jalan-Jalan
Belajar dari Bencana, Prabowo Dorong Pembangunan Lumbung Pangan di Papua