MerahPutih.com - Menteri Luar Negeri RI Sugiono buka suara soal insiden seorang anggota TNI yang menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Lebanon (United Nations Interim Force in Lebanon/UNIFIL), Praka Farizal Romadhon tewas akibat serangan di Lebanon.
Sugiono mengecam keras serangan Israel yang meluas ke wilayah Lebanon Selatan.
Ia meminta semua pihak mengambil langkah deeskalasi dan mengutamakan negosiasi di meja perundingan.
"Kami mengecam keras insiden ini dan mengecam keras serangan-serangan yang dilakukan oleh Israel di wilayah Lebanon Selatan dan kembali meminta kepada semua pihak untuk melakukan deeskalasi dan juga kembali ke langkah-langkah ke meja-meja perundingan," ujarnya kepada wartawan di Tokyo, Jepang, Senin (30/5).
Baca juga:
Serangan Israel Tewaskan Prajurit TNI, DPR: Pelanggaran terhadap Hukum Internasional
Sugiono mengaku telah meminta KBRI Beirut untuk memonitor kondisi prajurit dan mengurus proses pemulasaraan jenazah Praka Rizal.
"Kami menugaskan kepada kedutaan besar kita yang ada di Beirut untuk terus memonitor prajurit-prajurit kita dan menyiapkan langkah-langkah pemulasaraan jenazahnya," ujarnya.
Sugiono juga turut meminta UNIFIL melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait insiden tersebut.
"Kemudian meminta investigasi penuh dari UNIFIL untuk bisa menemukan sumber dari insiden ini," kata dia.
Baca juga:
Prajurit TNI Gugur di Lebanon, DPR Dorong Evaluasi Misi UNIFIL demi Keselamatan Personel
Sugiono menilai dampak perang di kawasan Asia Barat atau Timur Tengah telah memberikan dampak global yang besar.
Dia mengungkit Presiden Prabowo Subianto telah menginisiasi langkah sebagai mediator dalam konflik tersebut agar kesepakatan gencatan senjata dapat dicapai.
"Bapak Presiden juga telah menawarkan untuk menjadi mediator, sehingga upaya-upaya yang mengarah pada deeskalasi dan gencatan senjata itu bisa dilakukan," tutup politikus Partai Gerindra ini. (Knu)