TNI Klarifikasi Video Anggota Bais Provokasi Massa di Masjid Petamburan

Andika PratamaAndika Pratama - Jumat, 24 Mei 2019
TNI Klarifikasi Video Anggota Bais Provokasi Massa di Masjid Petamburan

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Mayjen TNI Sisriadi. (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/re1)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

MerahPutih.com - Kepala Pusat Penerangan TNI Mayjen Sisriadi mengklarifikasi informasi viral yang menyatakan adanya anggota TNI yang melakukan provokasi kebencian terhadap Polri. Sisriadi menyatakan, informasi itu hoaks dan ditujukan untuk melemahkan soliditas TNI Polri.

Setelah ditelusuri, video berdurasi 99 detik itu diambil oleh seseorang di Masjid Al-Ishlah, Petamburan, Jakarta Barat, pada Rabu (22/5) pukul 11:45 WIB. Video diambil pada saat kerusuhan terjadi.

Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi menegaskan restrukturisasi TNI tidak terkait dwifungsi ABRI (Foto: Antaranews)
Kapuspen TNI Mayjen Sisriadi menegaskan restrukturisasi TNI tidak terkait dwifungsi ABRI (Foto: Antaranews)

Personel yang berpakaian loreng di video tersebut adalah anggota Yonif 315 yang memberikan bantuan Kodam Jaya.

BACA JUGA: Polisi Beberkan Informasi Intelijen Soal Anak Panah Beracun Saat Rusuh 21-22 Mei

Menurut Sisriadi, berdasarkan informasi masyarakat sekitar masjid Al-Ishlah, orang yang melakukan provokasi tersebut tidak dikenal dan bukan warga Petamburan. Selain itu, data tentang Serma Aris dalam video viral tersebut adalah data palsu yang dibuat orang yang tidak tahu tentang TNI AD.

Ia menjelaskan, penyebutan nama ditambah pangkat dan korps, yaitu Serma Inf Aris, adalah data palsu. Menurutnya, bintara TNI AD tidak memiliki korps. Di informasi itu juga disebutkan, yang bersangkutan merupakan lulusan Sekolah Calon Bintara (Secaba) tahun 2005.

"Itu adalah data palsu. Yang benar, lulusan secaba tahun 2005 baru akan berpangkat Serma paling cepat pada 1 April 2021. Berdasarkan daftar nominatif personel Yonif 315, tidak ada anggota Yonif 315 bernama Serma Aris," terangnya kepads wartawan di Jakarta, Jumat (24/5).

Sisriadi mengatakan konten video tersebut mengandung hoaks dan menyudutkan peran TNI.

Informasi yang disebar bersama video tersebut merupakan berita bohong. Dalam video viral tersebut disebut sang provokator bernama Serma Aris yang merupakan anggota dari Yonif 315.

"Informasi dalam video viral tersebut adalah data palsu yang dibuat orang yang tidak tahu tentang TNI AD," kata Sisriadi.

Anggota TNI berjaga di Jalan K.S. Tubun Petamburan Jakarta Barat, Rabu (22-5-2019), untuk mencegah massa merangsek maju mengikuti polisi. (Foto: Aditya Ramadhan)
Anggota TNI berjaga di Jalan K.S. Tubun Petamburan Jakarta Barat, Rabu (22-5-2019), untuk mencegah massa merangsek maju mengikuti polisi. (Foto: Aditya Ramadhan)

BACA JUGA: Pengamat Beberkan Alasan Mengapa Prabowo-Sandi Sangat Sulit Terima Kekalahan

"Kesimpulannya informasi yang disebarluaskan bersama video yang diunggah dari youtubeadalah hoaks untuk mendiskreditkan TNI dan melemahkan soliditas TNI-Polri," kata Sisriadi.

Sisriadi menegaskan TNI tetap berkomitmen untuk membantu Polri dalam pelaksanaan pengamanan Pemilu 2019. (Knu)

#Kapuspen TNI #Demo Rusuh
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Berita Terkait

Indonesia
Viral Foto Wajah Terduga Penganiaya Warga Pejompongan Tewas Saat Demo, Polda Bilang Itu AI
Polda Metro Jaya memastikan foto wajah terduga pelaku penganiayaan warga Pejompongan saat demo DPR yang viral di medsos hasil manipulasi AI
Wisnu Cipto - Selasa, 01 September 2026
Viral Foto Wajah Terduga Penganiaya Warga Pejompongan Tewas Saat Demo, Polda Bilang Itu AI
Indonesia
Kericuhan Pejompongan Telan Korban, Menko Yusril Minta Warga Tak Termakan Isu Liar
Menko Kumham Imipas Yusril Ihza Mahendra angkat bicara soal kericuhan Pejompongan pasca demo 27 Agustus. Warga diminta tenang dan tak termakan hoaks selagi Polda Metro Jaya usut tuntas kasus ini
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
Kericuhan Pejompongan Telan Korban, Menko Yusril Minta Warga Tak Termakan Isu Liar
Indonesia
DPN Peradi Desak Polri Usut Tuntas Kematian Bambang Setiyawan Saat Kericuhan di Pejompongan
Fikri meminta Polri melakukan penyelidikan dan penyidikan secara profesional, transparan, dan akuntabel
Angga Yudha Pratama - Minggu, 30 Agustus 2026
DPN Peradi Desak Polri Usut Tuntas Kematian Bambang Setiyawan Saat Kericuhan di Pejompongan
Indonesia
Ditangkap saat Kericuhan Demo 27 Agustus, Polisi Pulangkan 141 Anak dengan Pengawasan
Secara total 152 anak ditangkap, 149 di antaranya merupakan laki-laki dan 3 lainnya merupakan perempuan.
Frengky Aruan - Sabtu, 29 Agustus 2026
Ditangkap saat Kericuhan Demo 27 Agustus, Polisi Pulangkan 141 Anak dengan Pengawasan
Indonesia
Kawasan Slipi kembali Normal, Masyarakat Diminta tak Terprovokasi
Aktivitas warga, termasuk pengguna jalan dan kegiatan masyarakat lainnya, juga berlangsung seperti biasa.
Dwi Astarini - Jumat, 28 Agustus 2026
Kawasan Slipi kembali Normal, Masyarakat Diminta tak Terprovokasi
Indonesia
Demo Jakarta Berujung Anarkis, Pemprov DKI Geram CCTV Pejompongan Dirusak Massa
Aksi demo di Jakarta berujung anarkis dengan perusakan CCTV publik di kawasan Pejompongan. Diskominfotik DKI Jakarta sangat menyayangkan insiden ini dan siap tindak tegas pelaku
Angga Yudha Pratama - Kamis, 27 Agustus 2026
Demo Jakarta Berujung Anarkis, Pemprov DKI Geram CCTV Pejompongan Dirusak Massa
Berita Foto
Aksi Polisi Anti Huru-Hara Kawal Gedung DPR saat Demo 27 Agustus
Sejumlah personil kepolisian anti huru-hara berjaga saat aksi unjuk rasa 27 Agustus di Depan Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Didik Setiawan - Kamis, 27 Agustus 2026
Aksi Polisi Anti Huru-Hara Kawal Gedung DPR saat Demo 27 Agustus
Indonesia
Mal di Jakarta Pasang Pagar Tinggi, DPRD: Bukan Situasi Kota Yang Ideal
Selain aparat keamanan, masyarakat memiliki peran besar menciptakan suasana yang aman dengan tidak mudah terpengaruh provokasi yang dapat memicu konflik.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 04 Agustus 2026
Mal di Jakarta Pasang Pagar Tinggi, DPRD: Bukan Situasi Kota Yang Ideal
Indonesia
Puluhan Kereta Api Terdampak Demo di Bundaran HI, Keberangkatan dan Kedatangan Dialihkan ke Stasiun Jatinegara
Langkah antisipasi ini merespons potensi kepadatan arus kendaraan menuju arah Stasiun Gambir
Angga Yudha Pratama - Jumat, 12 Juni 2026
Puluhan Kereta Api Terdampak Demo di Bundaran HI, Keberangkatan dan Kedatangan Dialihkan ke Stasiun Jatinegara
Indonesia
Polisi Cari Pola dan Model Pengamanan Unjuk Rasa Yang Paling Humanis
Polri tidak ingin tergesa-gesa dalam menetapkan regulasi baru yang akan diterapkan secara nasional.
Alwan Ridha Ramdani - Rabu, 26 November 2025
Polisi Cari Pola dan Model Pengamanan Unjuk Rasa Yang Paling Humanis
Bagikan