Tiza Mafira: Penggunaan Sesaat, Sulit Terurai

P Suryo RP Suryo R - Sabtu, 11 Januari 2020
Tiza Mafira: Penggunaan Sesaat, Sulit Terurai

Diet plastik mulai sekarang. (Foto: Pexels/rawpixel.com)

Ukuran text:
14
Dengarkan Berita:

DALAM melakukan setiap kegiatan, manusia tidak bisa lepas dari satu benda: plastik. Mulai dari berbelanja, duduk-duduk di kafe, bahkan sekedar meneguk air mineral.

Sejak pertama kali muncul di tahun 1970an, plastik didesain fleksibel agar mudah dibawa-bawa. Begitu fleksibelnya selembar plastik dapat membelit semua hal yang dilaluinya. Jika jatuh ke sungai atau ke laut, ia dapat membelit hewan atau tanaman hidup yang dilaluinya. "Kalau kita bersih-bersih di pantai atau laut, ini luar biasa sulit dibersihkan," ujar pencetus Gerakan Diet Kantung Plastik, Tiza Mafira.

Baca Juga:

Empat Langkah Kekinian Berkontribusi Kurangi Sampah Plastik

tiza mafira
Tiza Mafira, plastik memiliki sifat tahan lama. (Foto: MP/Iftinavia Pradinantia)

Selain fleksibel, plastik juga memiliki sifat tahan lama. Ketahanan selembar kantung plastik yakni mencapai ratusan tahun. "Ibarat kata kita meninggal, anak kita meninggal, cucu kita meninggal, si sampah plastik yang kita buang masih ada," ucap Tiza.

Selain efek buruknya bagi kehidupan manusia, Tiza juga mengungkapkan perjalanan panjang yang menghabiskan energi demi menghasilkan sebuah plastik yang hanya digunakan sesaat. Dirinya mengumpamakan sebatang sedotan plastik.

Sebuah sedotan yang kita gunakan di kafe biasanya hanya bertahan di meja sekitar 30 menit hingga sejam. Penggunaannya yang sesaat tak sebanding dengan proses pembuatannya yang panjang dan berliku.

Bahan dasar plastik adalah minyak bumi. Minyak bumi yang menjadi bahan pembuatan plastik tersebut berasal dari fosil makhluk hidup berusia ratusan tahun. Minyak bumi tersebut lantas diekstraksi dan disuling. Usai penyulingan, diolah lagi menjadi kimia sebelum akhirnya diolah kembali menjadi sedotan.

Baca Juga:

Deretan Benda-Benda Daur Ulang Sampah Plastik yang Kece Abis

sampah
Sampah plastik bisa mengalir ke laut (Foto: Pexels/Artem Beliaikin)

Tak sampai disitu, sedotan yang dibuat pun masih harus dikemas lagi sebelum dikirimkan dari Tiongkok ke Indonesia. Kemasan yang digunakan untuk membungkus sedotan-sedotan tersebut tak lain dan tak bukan juga sebuah plastik. Usai disajikan di atas meja, sedotan plastik hanya akan bertahan di meja kita selama sejam.

"Berapa tahun energi bumi yang terpakai untuk pemakaian selama 30 menit atau sejam? Setelah digunakan, berapa ratus tahun lamanya waktu yang dibutuhkan agar plastik itu terurai? Sangat konyol apabila plastik yang begitu sulit pembuatan begitu lama penguraiannya hanya dipakai untuk kegiatan yang sifatnya sekali pakai," ucap Tiza.

Itu hanya selembar sedotan, bisakah kamu bayangkan berapa banyak kemasan yang terbuat dari plastik di seluruh belahan bumi ini? Ada miliaran plastik yang hanya digunakan sekali pakai lantas dibuang begitu saja hingga akhirnya mengancam lingkungan hidup.

"Saya berusaha memahami kenapa ada banyak sekali sampah plastik di bumi ini padahal hanya sekali pakai," ungkapnya resah. Keresahanannya akan eksistensi plastik membuatnya menginisiasi gerakan Diet Kantung Plastik. Bersama komunitas yang dibentuknya, ia berusaha keras untuk mengumpulkan tanda tangan baik secara online maupun offline. "Kami mengajak masyarakat di setiap kesempatan untuk turun ke jalanan," tuturnya.

Baca Juga:

SDB, Teknologi Pintar Solusi Sampah Plastik di Indonesia

sampah
Kurangi sampah plastik dengan berbagai langkah keren (Foto: Pixabay/matthew_golop)

Tak hanya berhenti di situ saja, ia pun melakukan pendekatan ke perusahaan retail dan pemerintah Indonesia agar mau mengurangi peredaran sampah plastik di Indonesia. "Ada saja retail yang menentang tetapi kami tidak tinggal diam," ujarnya optimis.

Hasilnya, ia berhasil membuat beberapa daerah misalnya Bogor untuk mulai menghentikan penggunaan plastik. Pendekatan khusus yang ia lakukan pun berhasil membuat sejumlah retail membatasi penggunaan plastik pada konsumen.

Dirinya berharap, ke depan semakin banyak orang yang fokus pada pengurangan sampah plastik demi Indonesia yang lebih baik dan ramah lingkungan. (avia)


Baca Juga:

Kurangi Pemakaian Plastik Kalau Kamu Peduli dengan Biota Laut

#Sampah #Sampah Plastik #Selamat Pagi Januari
Google
Tambahkan Merahputih.com Sebagai Sumber Utama di Google untuk Dapatkan Berita Eksklusif.
Tambahkan Sekarang
Bagikan

Iftinavia Pradinantia

I am the master of my fate and the captain of my soul
Show More

Berita Terkait

Indonesia
Bantargebang Setop Terima Sampah Jakarta, Siasat Cerdas RT 11 Gandaria Utara Ini Patut Ditiru
Selain sektor organik, pengurus RT membuat terobosan mekanis bernama "smart geprek" untuk mengompresi botol bekas
Angga Yudha Pratama - Kamis, 25 Juni 2026
Bantargebang Setop Terima Sampah Jakarta, Siasat Cerdas RT 11 Gandaria Utara Ini Patut Ditiru
Indonesia
Gubernur Pramono Janji Tindak Tegas Warga yang Buang Sampah di Kali
Membuang sampah sembarangan jelas merusak lingkungan dan parahnya lagi menyebabkan banjir akibat penumpukan sampah di kali.
Dwi Astarini - Rabu, 24 Juni 2026
Gubernur Pramono Janji Tindak Tegas Warga yang Buang Sampah di Kali
Indonesia
Luncurkan Program Sayang Bumi, 50 SMA Jabodetabek Dilibatkan Kumpulkan 5 Sampah Elektronik
Program ini digelar sebagai respons atas meningkatnya persoalan sampah elektronik baik di tingkat global maupun nasional.
Dwi Astarini - Kamis, 11 Juni 2026
Luncurkan Program Sayang Bumi, 50 SMA Jabodetabek Dilibatkan Kumpulkan 5 Sampah Elektronik
Indonesia
Pulau Sampah Muara Angke Dibersihkan, Pramono Ungkap Penyebab Penumpukan
Pulau Sampah Muara Angke kini sudah dibersihkan. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkap penyebab penumpukan sampah.
Soffi Amira - Senin, 08 Juni 2026
Pulau Sampah Muara Angke Dibersihkan, Pramono Ungkap Penyebab Penumpukan
Indonesia
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Pemprov DKI dan Banten akan berkolaborasi untuk mengatasi banjir. Nantinya, sampah akan diolah menjadi listrik.
Soffi Amira - Kamis, 21 Mei 2026
DKI Jakarta dan Banten Kolaborasi Atasi Banjir, Sampah Bakal Diolah Jadi Listrik
Indonesia
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Tata kelola sampah di Indonesia tidak bisa lagi diselesaikan dengan metode konvensional.
Dwi Astarini - Senin, 18 Mei 2026
Sampah Jadi Bom Waktu, DPR Desak Pemerintah Luncurkan Gerakan Pilah Nasional
Berita Foto
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Warga melakukan sortir sampah botol plastik untuk daur ulang di Bank Sampah Persatuan, Pondok Kelapa, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (16/5/2026).
Didik Setiawan - Sabtu, 16 Mei 2026
Gerakan Pilah Sampah dari Rumah Jadi Upaya Bersama Kurangi Sampah Jakarta
Indonesia
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Gerakan ini mewajibkan masyarakat memilah sampah berdasarkan jenisnya sebelum dibuang.
Dwi Astarini - Selasa, 12 Mei 2026
Gubernur Pramono bakal Evaluasi Program Pilah Sampah Dua Minggu Sekali
Indonesia
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Total nilai pengembangan proyek PSEL yang tengah disiapkan pemerintah mencapai sekitar 5 miliar dolar AS atau sekitar Rp 87 triliun.
Alwan Ridha Ramdani - Selasa, 12 Mei 2026
100 Investor Diklaim Minati Proyek Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Berita Foto
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Petugas memasukkan sampah sayuran limbah organik di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Senin (11/5/2026).
Didik Setiawan - Senin, 11 Mei 2026
Limbah Sayuran di Pasar Kramat Jati Diolah Menjadi Pupuk Bernilai Guna
Bagikan